BLITAR – Persija Jakarta kembali menjadi sorotan dalam dinamika bursa transfer dan kebijakan skuad musim ini. Keputusan meminjamkan Rio Matsumura, memperkenalkan kiper baru Cirus Margono, hingga rumor perburuan Joey Pelupesi menunjukkan langkah strategis Macan Kemayoran dalam memperkuat tim.
Berbagai kebijakan tersebut diambil manajemen Persija Jakarta sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan skuad sekaligus memperkuat fondasi tim menghadapi persaingan ketat di BRI Super League 2025–2026.
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa Persija tidak hanya fokus pada performa jangka pendek, tetapi juga membangun tim dengan perencanaan yang matang untuk beberapa musim ke depan.
Alasan Persija Pinjamkan Rio Matsumura
Keputusan Persija Jakarta meminjamkan winger asal Jepang, Rio Matsumura, sempat menimbulkan banyak pertanyaan dari publik.
Rio dipinjamkan ke Bhayangkara Presisi Indonesia FC pada putaran kedua kompetisi musim ini. Namun keputusan tersebut ternyata didasarkan pada berbagai pertimbangan teknis.
Musim ini menjadi periode yang cukup berat bagi Rio. Ia harus menepi cukup lama setelah mengalami cedera hamstring sejak Agustus 2025.
Cedera tersebut membuatnya harus menjalani operasi dan proses pemulihan selama sekitar empat bulan.
Setelah kembali pulih, situasi belum sepenuhnya berpihak kepada pemain asal Jepang tersebut. Pada laga comeback melawan Semen Padang FC pada 22 Desember 2025, Rio justru menerima sanksi dari komite disiplin berupa larangan bermain selama empat pertandingan.
Akibatnya, ia kembali kehilangan momentum bermain. Minimnya menit bermain membuat manajemen Persija harus mengambil langkah realistis.
Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, menilai peminjaman menjadi solusi terbaik bagi sang pemain.
“Rio punya tempat spesial di Persija. Kami menghargai kontribusinya dan percaya masa peminjaman ini bisa menjadi ruang baginya untuk bangkit,” ujar Bambang.
Dengan skema ini, Rio diharapkan mendapat menit bermain reguler sehingga bisa kembali ke Persija dalam kondisi lebih siap.
Selama dua musim bersama Persija, Rio sebenarnya memiliki catatan yang cukup impresif dengan 67 pertandingan serta torehan 17 gol dan 18 assist.
Cirus Margono Resmi Jadi Kiper Baru Persija
Selain melepas pemain dengan status pinjaman, Persija Jakarta juga memperkenalkan wajah baru di sektor penjaga gawang.
Nama Cyrus Margono resmi menjadi bagian dari Macan Kemayoran dan langsung menarik perhatian publik sepak bola nasional.
Kiper muda yang memiliki pengalaman bermain di luar negeri tersebut sebelumnya sempat masuk radar tim nasional Indonesia.
Ia bahkan pernah dipantau langsung oleh pelatih kiper timnas pada periode sebelumnya, menunjukkan bahwa kualitasnya telah diakui di level internasional.
Di Persija Jakarta, Cyrus akan menghadapi persaingan ketat di bawah mistar gawang. Ia harus bersaing dengan dua kiper utama, yakni Andritany Ardhiyasa dan Carlos Eduardo.
Meski begitu, manajemen klub melihat kehadiran Cyrus sebagai investasi penting untuk masa depan tim.
Baca Juga: Cerita Pilu Duta Genre Kabupaten Blitar Ini Pernah Menjadi Korban Perundungan
Direktur Persija, Muhammad Prapanca, menilai Cyrus memiliki kualitas serta pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan tim.
“Cyrus adalah kiper muda berkualitas dengan pengalaman internasional. Kami berharap kehadirannya bisa menambah kekuatan skuad,” ujar Prapanca.
Cyrus sendiri mengaku antusias bergabung dengan Persija Jakarta. Ia bertekad memberikan yang terbaik untuk klub ibu kota tersebut.
“Saya sangat senang bergabung dengan Persija. Saya akan memberikan yang terbaik di setiap latihan,” kata Cyrus.
Baca Juga: Satu Hektar Lahan Padi di Kota Blitar Terserang Hama Kresek, Begini Kondisinya
Persija Bidik Joey Pelupesi Musim Depan
Di tengah aktivitas transfer tersebut, Persija Jakarta juga dikaitkan dengan rencana mendatangkan gelandang Joey Pelupesi.
Sebelumnya, Macan Kemayoran sempat dihubungkan dengan pemain timnas Indonesia Ivar Jenner. Namun pemain tersebut akhirnya memilih bergabung dengan Dewa United.
Menurut pengamat sepak bola Danes Jenggot, Persija sebenarnya tidak terlalu agresif dalam mengejar Ivar Jenner.
Sebaliknya, fokus klub justru mengarah pada Joey Pelupesi yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan tim.
Namun rencana tersebut kemungkinan baru akan terealisasi pada musim depan.
Persija sebenarnya sempat mencoba mendatangkan Pelupesi lebih cepat pada bursa transfer paruh musim. Namun negosiasi belum mencapai kesepakatan.
Karena itu, peluang kedatangannya diperkirakan baru terbuka pada kompetisi musim berikutnya.
Dengan berbagai manuver tersebut, Persija Jakarta menunjukkan keseriusan dalam membangun skuad yang lebih kompetitif.
Target meraih gelar Super League 2025–2026 serta ambisi tampil di kompetisi Asia menjadi alasan utama manajemen terus memperkuat kedalaman tim.
Editor : Findika Pratama