JAKARTA – Pelatih kepala John Herdman mulai membentuk struktur staf kepelatihan baru di Timnas Indonesia menjelang agenda FIFA Series.
PSSI mengumumkan empat sosok yang akan membantu Herdman dalam menjalankan program kepelatihan timnas. Komposisi staf ini merupakan kombinasi antara pelatih lokal dan tenaga ahli internasional, sesuai dengan permintaan sang pelatih.
Keempat nama tersebut adalah Nova Arianto sebagai asisten pelatih, Sofyan Imam sebagai pelatih fisik, Zikri Lazardi sebagai video analis, serta Cesar Meylan yang bertugas sebagai kepala departemen performa fisik.
Baca Juga: Lapas Kelas II B Blitar Usulkan Remisi Hari Raya Nyepi Bagi Napi Beragama Hindu
Nova Arianto Jadi Asisten Pelatih
Nama Nova Arianto dipilih langsung oleh John Herdman setelah melalui proses wawancara. Penunjukan ini juga dibenarkan oleh manajemen federasi melalui perwakilan Badan Tim Nasional.
Mantan bek yang pernah memperkuat Persib Bandung tersebut sebelumnya memiliki peran penting di tim nasional kelompok usia.
Ia sempat menjadi pelatih Indonesia national under-17 football team dan kemudian dipercaya menangani Indonesia national under-20 football team.
Karier kepelatihan Nova mulai menanjak sejak menjadi staf pelatih di era Shin Tae-yong pada 2020. Ia turut menjadi bagian dari tim yang membawa Indonesia melaju ke putaran ketiga kualifikasi FIFA World Cup 2026 qualification.
Selain itu, Nova juga berhasil membawa timnas U-17 mencapai prestasi penting dengan menembus perempat final turnamen Asia dan membuka jalan tampil di Piala Dunia kelompok usia.
Sofyan Imam Tangani Program Fisik
Posisi pelatih fisik dipercayakan kepada Sofyan Imam, sosok yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia kepelatihan kebugaran sepak bola Indonesia.
Pelatih kelahiran Situbondo tersebut pernah bekerja di berbagai klub seperti Persiba Balikpapan dan Persis Solo.
Ia juga sempat merasakan pengalaman internasional ketika bergabung dengan Sabah FC di Liga Super Malaysia.
Di level tim nasional, Imam pernah bekerja di berbagai kelompok usia serta menjadi bagian dari tim yang tampil di FIFA U-17 World Cup.
Tugas utamanya adalah memimpin sesi latihan fisik seperti program kekuatan, kecepatan, daya tahan, serta pengawasan kebugaran pemain sebelum pertandingan.
Zikri Lazardi Jadi Video Analis
Nama muda juga muncul dalam struktur staf pelatih. Zikri Lazardi yang baru berusia 28 tahun dipercaya sebagai video analis tim nasional.
Lulusan teknik geodesi dari Institut Teknologi Bandung tersebut memiliki pengalaman bekerja di sejumlah klub sepak bola Indonesia.
Ia pernah menjadi analis di Sulut United, kemudian bergabung dengan Persipura Jayapura, serta sempat bekerja di Persis Solo.
Sebelum dipanggil ke tim nasional, Zikri bertugas sebagai analis di Persija Jakarta.
Kemampuannya juga didukung berbagai sertifikasi internasional, termasuk lisensi analis performa dari lembaga analis sepak bola Inggris serta pelatihan taktik dari program pendidikan sepak bola Barcelona.
Cesar Meylan Jadi Ahli Performa Fisik
Satu-satunya staf asing yang dibawa langsung oleh Herdman adalah Cesar Meylan. Keduanya sudah bekerja sama sejak lama ketika menangani tim nasional Kanada.
Kolaborasi mereka sebelumnya membawa Canada women's national soccer team meraih medali perunggu di Olimpiade 2012 dan 2016.
Meylan dikenal sebagai spesialis dalam bidang sport performance dan ilmu kebugaran atlet. Ia memiliki latar belakang akademik di bidang biomekanika, pendidikan jasmani, serta kekuatan dan pengkondisian atlet.
Di timnas Indonesia, Meylan akan berperan menganalisis kondisi fisik pemain, bekerja sama dengan tim medis, serta memantau risiko cedera sebelum laporan diberikan kepada pelatih kepala.
Staf Bisa Berubah Setelah FIFA Series
Meski telah diumumkan, komposisi staf kepelatihan ini belum tentu bersifat permanen. PSSI disebut masih menjadikan ajang FIFA Series sebagai masa evaluasi.
Beberapa posisi, termasuk asisten pelatih dan analis, masih berstatus sementara. Federasi akan menilai kinerja mereka setelah turnamen berlangsung sebelum memutuskan apakah akan dipertahankan untuk agenda berikutnya.
Jika evaluasi berjalan positif, susunan staf tersebut berpeluang menjadi fondasi tim kepelatihan permanen bagi John Herdman dalam membangun proyek jangka panjang Timnas Indonesia.
Editor : Anggi Septian A.P.