JAKARTA – Kabar mengenai Elkan Baggott comeback di Timnas Indonesia menjadi sorotan utama menjelang agenda FIFA Series 2026. Bek jangkung yang lama menghilang dari skuad Garuda itu disebut kembali masuk dalam radar pelatih baru John Herdman untuk memperkuat lini pertahanan Timnas Indonesia.
Kembalinya Elkan Baggott comeback di Timnas Indonesia dinilai sebagai langkah strategis dalam upaya memperkuat kedalaman skuad. Pelatih asal Kanada tersebut tengah menyiapkan komposisi tim terbaik untuk menghadapi turnamen internasional yang akan digelar pada Maret mendatang.
Agenda FIFA Series akan menjadi panggung pembuktian pertama bagi Herdman sejak dipercaya memimpin Garuda. Selain menguji taktik baru, turnamen ini juga menjadi ajang seleksi pemain sebelum menghadapi kompetisi yang lebih besar seperti AFC Asian Cup 2027.
Baca Juga: Lapas Kelas II B Blitar Usulkan Remisi Hari Raya Nyepi Bagi Napi Beragama Hindu
Elkan Baggott Comeback Perkuat Pertahanan Garuda
Nama Elkan Baggott kembali mencuat setelah lama tidak terlihat dalam skuad nasional. Bek yang berkarier di Inggris itu sebelumnya sempat menjadi pilar penting sejak debutnya pada 2021.
Namun hubungan Baggott dengan tim nasional sempat diwarnai kontroversi. Salah satu momen yang paling disorot terjadi pada Mei 2024 ketika ia tidak memenuhi panggilan timnas dalam laga kualifikasi penting dan memilih agenda pribadi.
Situasi tersebut membuat posisinya di tim nasional sempat tergeser oleh sejumlah pemain lain, termasuk pemain diaspora yang masuk melalui program naturalisasi. Pada era pelatih sebelumnya, namanya bahkan tidak lagi masuk daftar pemain yang dipanggil.
Kini, situasinya berubah. Herdman melihat bek bertinggi hampir dua meter itu masih memiliki nilai penting bagi tim, terutama dalam duel udara dan organisasi pertahanan.
Pengalamannya bermain di Inggris bersama Ipswich Town juga menjadi pertimbangan utama. Meskipun musim ini baru mencatatkan beberapa penampilan, kualitas Baggott dinilai tetap bisa memberikan dampak bagi lini belakang Indonesia.
Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat sektor pertahanan saat menghadapi lawan-lawan tangguh dalam FIFA Series.
FIFA Series Jadi Ajang Pembuktian John Herdman
Bagi John Herdman, turnamen FIFA Series bukan sekadar pertandingan persahabatan. Ajang ini menjadi momentum penting untuk membangun identitas permainan timnas.
Dalam turnamen tersebut, Indonesia dijadwalkan menghadapi sejumlah negara seperti Saint Kitts and Nevis national football team, Solomon Islands national football team, serta Bulgaria national football team.
Herdman menilai pertandingan tersebut akan memberikan gambaran mengenai kesiapan skuad menghadapi kompetisi level Asia.
Selain itu, ia juga ingin menanamkan mentalitas pemenang kepada para pemain sejak awal masa kepelatihannya.
Pelatih yang sebelumnya membawa Kanada tampil di Piala Dunia itu menargetkan timnas Indonesia mampu berkembang menjadi kekuatan yang lebih kompetitif di Asia.
Menurutnya, pondasi utama yang harus dibangun adalah organisasi pertahanan yang solid dan kedalaman skuad yang merata.
Gelandang Lokal Siap Mengisi Kekosongan
Selain fokus pada sektor pertahanan, tim pelatih juga memantau beberapa gelandang lokal yang berpotensi dipanggil ke tim nasional.
Beberapa nama yang mencuri perhatian adalah Rivaldo Pakpahan, Tony Firmansyah, dan Aditya Warman. Ketiganya dinilai tampil konsisten di kompetisi domestik musim ini.
Rivaldo dikenal sebagai gelandang bertahan dengan kemampuan membaca permainan yang baik. Sementara Tony Firmansyah memiliki visi permainan yang tajam dan kemampuan distribusi bola yang akurat.
Aditya Warman juga mulai mendapat perhatian setelah tampil impresif bersama klubnya dengan mencetak gol spektakuler dari jarak jauh.
Ketiga pemain tersebut berpotensi menjadi opsi tambahan di lini tengah, terutama ketika timnas kehilangan beberapa pemain inti akibat cedera atau sanksi.
Kurniawan Siap Hadapi Grup Berat Piala AFF U-17
Sementara itu di level kelompok usia, pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menegaskan kesiapan timnya menghadapi tantangan berat di ajang AFF U-17 Championship.
Hasil undian menempatkan Indonesia satu grup dengan rival kuat seperti Vietnam U-17 national team, Malaysia U-17 national team, dan Timor-Leste U-17 national team.
Meski demikian, legenda sepak bola Indonesia yang dijuluki “Si Kurus” itu menegaskan timnya tidak akan gentar menghadapi siapa pun.
Ia menilai kompetisi di level kelompok usia sangat dinamis karena pergantian generasi pemain terjadi setiap tahun.
Turnamen yang rencananya digelar di Jawa Timur pada April mendatang akan menjadi ajang penting bagi Garuda Muda dalam mempersiapkan diri menuju kompetisi Asia.
Dengan kombinasi regenerasi pemain muda dan kembalinya sejumlah pilar di tim senior, publik kini menaruh harapan besar pada masa depan sepak bola Indonesia.
FIFA Series 2026 pun dipandang sebagai awal dari proyek besar yang sedang dibangun oleh John Herdman untuk membawa Timnas Indonesia bersaing di level Asia.
Editor : Anggi Septian A.P.