Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

MotoGP Thailand 2026: Marc Marquez Minta Ducati Tak Panik, Marco Bezzecchi Menang Dramatis dan Pedro Acosta Pimpin Klasemen

Divka Vance Yandriana • Minggu, 8 Maret 2026 | 23:00 WIB

MotoGP Thailand 2026 penuh drama: Marc Marquez gagal finis, Marco Bezzecchi menang, Pedro Acosta memimpin klasemen sementara.
MotoGP Thailand 2026 penuh drama: Marc Marquez gagal finis, Marco Bezzecchi menang, Pedro Acosta memimpin klasemen sementara.

JAKARTA – Hasil MotoGP Thailand 2026 menghadirkan kejutan besar di awal musim balap dunia. Dominasi Ducati yang selama ini begitu kuat tiba-tiba runtuh setelah tak satu pun pembalapnya mampu naik podium di Sirkuit Buriram.

Situasi tersebut memicu sorotan tajam karena untuk pertama kalinya sejak 2021, Ducati gagal menempatkan pembalapnya di podium dalam balapan Grand Prix. Namun juara dunia bertahan Marc Marquez menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi timnya untuk panik setelah hasil mengecewakan di MotoGP Thailand 2026.

Menurutnya, balapan pembuka musim memang sering menghadirkan kondisi yang berbeda dibandingkan tes pramusim. Karena itu ia meminta seluruh tim tetap fokus bekerja untuk memperbaiki performa menghadapi seri berikutnya.

Baca Juga: Daftar Pemain Diaspora Timnas Indonesia Incaran John Hartman: Dari Laurin Ulrich hingga Luke Vickery, Siapa yang Paling Berpeluang?

“Kami harus bekerja lebih keras, tetapi tidak perlu panik. Ini balapan pertama dengan banyak faktor baru,” ujar Marquez setelah balapan.

Ducati Akhiri Rekor 88 Podium Beruntun

Hasil MotoGP Thailand 2026 sekaligus mengakhiri rekor luar biasa Ducati yang sebelumnya selalu meraih podium dalam 88 balapan Grand Prix secara beruntun.

Pada balapan di Buriram, performa terbaik Ducati hanya mampu membawa Fabio Di Giannantonio finis di posisi keenam bersama tim Pertamina Enduro VR46 Racing Team.

Ia tertinggal lebih dari 15 detik dari pemenang balapan yakni Marco Bezzecchi yang tampil impresif bersama Aprilia Racing.

Baca Juga: Megawati Hangestri Pecahkan Rekor! Kontrak Rp8 Miliar di Red Sparks Jadikannya Pemain Asia Termahal Liga Voli Korea

Sementara itu peluang Marquez untuk naik podium justru sirna akibat masalah teknis. Motor Ducati yang dikendarainya mengalami kerusakan pada roda belakang ketika balapan memasuki lap ke-21 dari total 26 lap.

Masalah tersebut memaksanya keluar dari balapan saat sedang berusaha mengejar posisi tiga besar.

Bos Ducati Davide Tardozzi mengaku timnya masih mencari penyebab utama performa buruk di Buriram. Padahal sebelumnya Ducati tampil sangat kuat saat tes pramusim di sirkuit yang sama.

Baca Juga: Hasil FA Cup 2026 Babak 16 Besar, Liverpool dan Arsenal Menang Dramatis, Ini Daftar Top Skor, Assist, Clean Sheet serta Jadwal Lengkap Berikutnya

Menurut Tardozzi, kerusakan motor Marquez terjadi setelah benturan keras dengan kerb di tikungan empat yang merusak pelek roda belakang.

Marc Marquez Akui Kondisi Bahu Belum 100 Persen

Selain masalah teknis, Marquez juga mengakui dirinya belum berada dalam kondisi fisik terbaik pada seri pembuka MotoGP Thailand 2026.

Pembalap berjuluk “The Baby Alien” tersebut mengatakan masih mengelola kondisi bahunya yang belum pulih sepenuhnya.

Karena itu ia memilih strategi konservatif pada awal balapan dengan menjaga ritme dan tidak terlalu agresif dalam duel posisi.

Namun ketika balapan memasuki 10 lap terakhir, Marquez mulai meningkatkan kecepatan dan berhasil mendekati rombongan depan yang dipimpin Raul Fernandez serta Pedro Acosta.

Sayangnya, upaya tersebut terhenti setelah roda belakang motornya pecah akibat kerusakan pelek.

“Ketika saya mulai mengejar podium, tiba-tiba tekanan ban hilang. Saya menabrak kerb dan pelek roda pecah,” kata Marquez.

Meski gagal meraih poin, Marquez tetap optimistis Ducati bisa kembali kompetitif pada seri-seri berikutnya.

Marco Bezzecchi Cetak Sejarah Bersama Aprilia

Di tengah kesulitan Ducati, justru Marco Bezzecchi tampil sebagai bintang utama pada MotoGP Thailand 2026.

Pembalap Italia tersebut berhasil memenangkan balapan utama setelah melewati akhir pekan yang penuh drama.

Pada hari Sabtu, Bezzecchi bahkan mengalami tiga kali kecelakaan yang sempat menggoyahkan kepercayaan dirinya.

Namun pada balapan utama hari Minggu, ia tampil jauh lebih tenang dan langsung memimpin sejak start hingga garis finis.

Kemenangan tersebut juga mencatatkan sejarah baru bagi Aprilia. Bezzecchi menjadi pembalap pertama yang mampu meraih tiga kemenangan Grand Prix kelas utama secara beruntun untuk pabrikan asal Italia tersebut.

Strateginya membangun jarak sejak awal balapan terbukti sangat efektif. Dengan keunggulan tersebut ia mampu mengelola kondisi ban yang kritis di akhir lomba.

Pedro Acosta Pimpin Klasemen MotoGP 2026

Sementara itu pembalap muda Pedro Acosta tampil sebagai salah satu sorotan utama pada seri pembuka MotoGP Thailand 2026.

Rider Red Bull KTM Factory Racing tersebut sukses memenangkan sprint race dan finis di posisi kedua pada balapan utama.

Hasil tersebut membuat Acosta mengumpulkan total 32 poin dan memimpin klasemen sementara MotoGP 2026.

Ia bahkan beberapa kali terlibat duel sengit dengan Marc Marquez sepanjang balapan yang menghadirkan tontonan dramatis bagi para penggemar.

Acosta mengaku kunci keberhasilannya adalah menjaga konsistensi dan meminimalkan kesalahan, terutama saat melewati kerb yang bisa merusak ban maupun komponen motor.

“Saya hanya mencoba tetap tenang dan tidak membuat kesalahan. Kerb bisa menghancurkan balapan,” ujar Acosta.

Dengan keunggulan tujuh poin atas Marco Bezzecchi di klasemen sementara, Acosta kini menjadi kandidat kuat dalam persaingan gelar juara dunia musim ini.

Namun musim MotoGP 2026 masih panjang dan persaingan dipastikan semakin ketat pada seri-seri berikutnya.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Marco Bezzecchi #Pedro Acosta #motogp