JAKARTA - Pembalap muda Indonesia, Feda Ega Pratama, semakin menunjukkan kelasnya menjelang musim Moto3 2026. Dari hasil tes di Heres pada 24–25 November, Feda menorehkan posisi P6, unggul dari rekan satu timnya, Zen Mitani, yang berada di P12. Penampilan ini menunjukkan kesiapan dan konsistensi Feda dalam menghadapi musim debut di kelas Moto3 yang dikenal sangat kompetitif.
Feda, asal Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bukan hanya mengikuti debut, tetapi memasang target tinggi: Rocky of the Year 2026. Prestasi gemilangnya di Red Bull MotoGP Rockies Cup 2025 sebagai runner-up menjadi bukti kualitas dan potensi luar biasa. Keberhasilan tersebut membuka jalur promosi lebih cepat ke Moto3 dibanding pembalap pada umumnya, sekaligus menegaskan bahwa ia bukan talenta biasa, tetapi calon pembalap papan atas di level dunia.
Dukungan Tim dan Sponsor Internasional
Kepercayaan Honda Tim Asia menjadi sinyal kuat atas kemampuan Feda. Tim yang dikenal membina talenta Asia ini menyiapkan dukungan penuh bagi rookie Indonesia tersebut, termasuk pendampingan mekanik profesional dan strategi balap matang. Feda akan berduet dengan pembalap Jepang, Zen Mitani, membentuk kombinasi muda yang diharapkan mampu bersaing ketat di grid Moto3.
Selain dukungan tim, Feda juga menarik perhatian sponsor global. Salah satunya adalah merek helm Jepang, Arai Helmets, yang dikenal mendukung banyak pembalap elit dunia. Kehadiran sponsor internasional ini tidak hanya memperkuat aspek finansial, tetapi juga memberikan akses ke fasilitas pelatihan kelas dunia, meningkatkan kesiapan fisik dan mental Feda menjelang musim penuh tantangan.
Persiapan Fisik dan Mental
Feda menjalani program latihan intensif untuk memahami karakter motor Moto3 yang berbeda dari motor junior sebelumnya. Adaptasi terhadap mesin, ban, dan strategi balap menjadi fokus utama. Latihan fisik meliputi peningkatan daya tahan tubuh, kekuatan otot inti, dan konsentrasi, sedangkan latihan mental mempersiapkan ia menghadapi tekanan lintasan dan ekspektasi publik. Dengan pendekatan menyeluruh ini, Feda diharapkan mampu tampil kompetitif sejak seri awal.
Meski target Rocky of the Year terbilang ambisius, Feda tetap rendah hati. Ia menekankan bahwa setiap balapan adalah proses pembelajaran, tetapi keyakinannya untuk bersaing di papan atas sangat kuat. Konsistensi, keberanian saat duel di lintasan, dan kemampuan membaca situasi balap membuatnya mampu menonjol di antara pendatang baru dari Eropa dan Amerika Latin.
Inspirasi untuk Pembalap Indonesia
Kehadiran Feda di Moto3 2026 menjadi simbol harapan baru bagi balap motor Indonesia. Figur seperti Lucy Wiriono, tokoh otomotif nasional, menilai bahwa langkah Feda membuktikan bahwa pembalap Indonesia memiliki potensi untuk bersaing di level dunia. Keberhasilan ini juga diharapkan memicu peningkatan pembinaan pembalap usia dini, pengembangan akademi balap, dan perhatian lebih besar terhadap fasilitas serta infrastruktur balap di tanah air.
Dengan dukungan Red Bull, Honda Tim Asia, serta fondasi prestasi junior yang kuat, langkah Feda menuju Moto3 2026 tampak mantap. Debutnya bukan sekadar pengalaman, tetapi arena pembuktian bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing secara konsisten di level dunia. Prestasi ini sekaligus membuka peluang lebih luas bagi talenta muda lain untuk mengikuti jejaknya.
Feda Ega Pratama kini berdiri di gerbang dunia MotoGP. Dengan mental juara, persiapan matang, dan dukungan internasional, musim debut Moto3 2026 menjadi fase penting untuk menegaskan dirinya sebagai calon bintang baru balap motor dunia. Publik Indonesia kini menaruh harapan besar, menanti jejak prestasi Feda yang berpotensi membawa nama Indonesia diperhitungkan di kancah balap internasional.
Editor : Anggi Septian A.P.