BRAZIL – Pembalap muda Indonesia, Feda Ega Pratama, kembali menunjukkan performa impresif di musim Moto3 2026. Pada sesi kualifikasi Moto3 seri Brazil di Autodromo International Ayrton Senna, Feda sukses menempatkan diri di posisi keempat starting grid setelah mencatat waktu 1 menit 40,87 detik pada sesi Q2. Hasil ini merupakan peningkatan signifikan dibanding seri pembuka di Chang International Circuit, di mana Feda memulai dari posisi kelima.
Tim Honda Tim Asia menyambut prestasi ini dengan bangga. Mereka menilai progres Feda sebagai bukti nyata kemampuan pembalap muda Indonesia untuk bersaing dengan talenta internasional. Feda, runner-up Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025, terlihat semakin percaya diri menaklukkan sirkuit teknis di Brazil, menjaga kecepatan di lintasan lurus dan presisi dalam tikungan medium hingga lambat.
Baca Juga: Elkan Baggott Kembali ke Timnas Indonesia, Fans Garuda Sambut dengan Antusias
Adaptasi Cepat dan Teknik Balap Meningkat
Perkembangan signifikan terlihat sejak latihan hari kedua. Feda mampu memangkas catatan waktunya hingga 2,34 detik, sebuah peningkatan besar di kelas Moto3 yang sangat kompetitif. Motor Honda NSF 250 RW yang digunakan membutuhkan teknik presisi tinggi, namun Feda terlihat semakin menyatu dengan motornya. Pengereman keras sebelum tikungan dan kontrol throttle yang halus menjadi kunci performa konsisten Feda sepanjang sesi latihan hingga kualifikasi.
Salah satu teknisi tim Honda mengatakan, “Dia berkembang sangat cepat. Setiap sesi kami melihat peningkatan nyata dari cara dia mengendarai motor. Kemampuan menyerap masukan teknis dan menerapkannya langsung di lintasan menjadi kekuatan terbesar Feda.”
Sorotan Legenda MotoGP
Prestasi Feda tidak luput dari perhatian legenda MotoGP Casey Stoner. Stoner mengaku kagum melihat talenta muda Indonesia yang mampu bersaing di level Moto3. Menurut Stoner, Feda memiliki gaya balap yang alami, efisien, dan sangat bersih, menunjukkan kemampuan membaca situasi serta mengendalikan motor dengan natural.
“Melihat seorang pembalap muda dari Indonesia langsung bersaing di Moto3 bukan hal biasa. Cara dia keluar tikungan dan memanfaatkan momentum menunjukkan feeling alami terhadap motor. Ini sangat jarang kita temui,” ujar Stoner. Mantan juara dunia MotoGP ini menambahkan bahwa kemampuan belajar cepat Feda, ditunjukkan dari peningkatan signifikan catatan waktunya, menjadi indikator talenta kelas dunia.
Peluang Strategis di Balapan
Start dari posisi keempat memberikan keuntungan strategis bagi Feda. Moto3 dikenal dengan persaingan rapat dan jarak antar pembalap yang sangat tipis. Posisi ini memungkinkan Feda terlibat di grup depan sejak awal balapan, mengurangi risiko insiden di tengah rombongan. Balapan Moto3 seri Brazil dijadwalkan berlangsung pada 23 Maret 2026, dan publik Indonesia menaruh harapan tinggi agar Feda mampu mempertahankan ritme konsisten yang ditunjukkan selama latihan dan kualifikasi.
Meski balapan berakhir dengan Feda menutup di posisi kelima, penampilannya tetap mengejutkan banyak pihak. Ia langsung terlibat dalam perebutan posisi depan, menunjukkan mental kuat dan adaptasi cepat, kualitas yang biasanya muncul dari pembalap dengan pengalaman panjang di ajang junior.
Inspirasi untuk Balap Motor Indonesia
Debut Feda di Moto3 bukan sekadar pengalaman, tetapi pembuktian bahwa pembalap Indonesia mampu tampil kompetitif di kancah dunia. Prestasi ini menjadi inspirasi bagi generasi muda dan menegaskan potensi talenta Asia untuk bersaing dengan pembalap Eropa yang selama ini mendominasi.
Dengan dukungan Red Bull, Honda Tim Asia, dan pengalaman dari ajang junior seperti Asian Talent Cup serta Red Bull Rookies Cup, Feda Ega Pratama semakin mantap menapaki jalur menuju puncak MotoGP. Debut impresif di Brazil menjadi awal fase penting bagi kariernya, membuka peluang untuk menjadi bintang MotoGP masa depan dan membanggakan nama Indonesia di pentas internasional.
Editor : Anggi Septian A.P.