Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Heboh Efek Karma Persib Bandung vs Persebaya Surabaya: Bajol Ijo Terbantai 5-1 di Samarinda, Manajemen Maung Bandung Buka Suara

Vicky Hernanda • Senin, 9 Maret 2026 | 11:35 WIB

Heboh Efek Karma Persib Bandung vs Persebaya Surabaya
Heboh Efek Karma Persib Bandung vs Persebaya Surabaya
 

BLITAR - Peta persaingan di papan atas BRI Super League 2025 kembali bergejolak hebat. Setelah duel panas Persib Bandung vs Persebaya Surabaya berakhir imbang 2-2 dengan segudang kontroversi, nasib berbeda justru dialami kedua tim di pekan selanjutnya. Persebaya Surabaya yang baru saja menahan imbang sang pemuncak klasemen, justru harus menelan pil pahit saat melawat ke markas Borneo FC Samarinda, Sabtu malam kemarin.

Anak asuh Bernardo Tavares dipaksa bertekuk lutut dengan skor mencolok 5-1 di Stadion Segiri. Kekalahan telak ini seolah menjadi "efek domino" pasca laga menguras energi melawan Pangeran Biru. Hasil minor tersebut tidak hanya memukul mental skuad Bajol Ijo, tetapi juga merubah konstelasi klasemen secara drastis. Borneo FC kini merangsek ke posisi kedua, menggusur Persija Jakarta, dan menempel ketat Persib Bandung vs Persebaya Surabaya dalam perebutan takhta juara.

Meskipun Persib Bandung masih kokoh di puncak dengan 54 poin, hasil imbang kontra Persebaya beberapa waktu lalu tetap menyisakan riak di kalangan suporter. Banyak Bobotoh yang mulai mempertanyakan kualitas sejumlah pilar baru. Namun, manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) dengan tegas menepis anggapan bahwa rekrutmen musim ini adalah sebuah kegagalan.

Kontroversi VAR dan Evaluasi Manajemen

Deputi CEO PT PBB, Aditya Putra Herawan, menyoroti beberapa momen krusial saat laga Persib Bandung vs Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo. Menurutnya, keputusan wasit yang menganulir gol Kakang Rudianto melalui tinjauan VAR adalah hal yang sangat diperdebatkan. "Keputusan awal wasit sebenarnya sudah tepat. Namun berubah setelah ada tinjauan VAR, itu sangat debatable," ujar Aditya.

Aditya menambahkan bahwa manajemen tetap melakukan evaluasi menyeluruh meski tim masih berada di jalur juara. Fokus utama saat ini adalah membenahi efisiensi penyelesaian akhir. Persib tidak ingin faktor eksternal menjadi alasan kegagalan meraih poin penuh. Evaluasi ini menjadi harga mati bagi Maung Bandung untuk mempertahankan status pemuncak klasemen dari kejaran Borneo FC dan Persija Jakarta.

Pembelaan Atas Tudingan Rekrutmen Gagal

Menanggapi kritik pedas terkait rekrutmen pemain musim 2025-2026, Aditya Putra Herawan memberikan pembelaan yang logis. Ia menegaskan bahwa indikator kesuksesan sebuah rekrutmen adalah posisi tim di klasemen dan pencapaian di kompetisi internasional. Ia menunjuk fakta bahwa Persib berhasil menembus babak 16 besar AFC Champions League 2 sebagai bukti progres positif.

"Kalau rekrutmen kita dianggap gagal, rasanya tidak mungkin kita berada di peringkat satu hari ini dan lolos ke 16 besar ACL 2. Musim lalu kita bahkan tidak bisa mencapai level itu," tegasnya. Terkait jumlah gol yang dianggap menurun, manajemen meminta publik untuk melihat statistik secara objektif dan membandingkannya dengan tren performa musim-musim sebelumnya sebelum memberikan penilaian sepihak.

Jalan Terjal Menuju Hattrick Juara

Persib Bandung kini menyisakan 11 laga krusial, dengan rincian lima laga kandang dan enam laga tandang. Tantangan berat menanti di depan mata, termasuk lawatan ke markas PSM Makassar dan Borneo FC yang dikenal angker bagi tim tamu. Laga melawan PSM di Stadion BJ Habibi pada 17 Mei mendatang diprediksi akan menjadi salah satu penentu langkah Persib meraih hattrick juara.

Selain faktor teknis, kondisi internal tim juga diuji dengan cederanya pemain pilar. Kabar cedera ACL yang menimpa Febri Haryadi menjadi duka mendalam bagi skuad. Beckham Putra Nugraha mengungkapkan rasa sedihnya dan terus memberikan dukungan moral bagi rekan setimnya itu agar segera pulih dari trauma. Dengan semangat kekeluargaan dan evaluasi yang tepat, Persib Bandung optimis mampu menyapu bersih sisa laga demi mengukir sejarah baru di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (*)

Editor : Anggi Septian A.P.
#manajemen persib #liga 1 indonesia #persebaya surabaya #borneo fc #persib bandung