Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Viral Kabar Tisya Amallya Dipecat Usai Laga Melawan Gresik, Manajemen Jakarta Pertamina Enduro Ungkap Fakta Sebenarnya

Saifullah Muhammad Jafar • Senin, 9 Maret 2026 | 14:20 WIB

Pemirsa, Jakarta Pertamina Enduro dikabarkan hari ini umumkan pemecatan tiso Amalia usai laga tadi malam di mana Gresik Petrok Kimia Vonskan plus sukses kalakan JTE dengan skor telak 3-0 laut tanpa ba
Pemirsa, Jakarta Pertamina Enduro dikabarkan hari ini umumkan pemecatan tiso Amalia usai laga tadi malam di mana Gresik Petrok Kimia Vonskan plus sukses kalakan JTE dengan skor telak 3-0 laut tanpa ba
BLITAR KAWENTAR – Dunia voli tanah air tengah dihebohkan dengan kabar Tisya Amallya dipecat dari posisinya sebagai kapten tim Jakarta Pertamina Enduro. Isu ini bermula dari beredarnya narasi viral usai laga kekalahan telak melawan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia, di mana sang setter dituding melakukan serangkaian kesalahan fatal di lapangan dan mengabaikan Megawati Hangestri.

Narasi liar di media sosial tersebut semakin memanas dengan klaim adanya desakan dari suporter melalui spanduk di area pertandingan. Namun, benarkah kabar Tisya Amallya dipecat tersebut? Merespons simpang siur informasi yang berpotensi merugikan tim, pihak manajemen Jakarta Pertamina Enduro akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi tegas.

Baca Juga: Bupati Rijanto Sebut Upacara Melasti di Jalasutra Dorong UMKM dan Kerukunan

Klarifikasi Resmi Manajemen Jakarta Pertamina Enduro

Chef de Mission tim Jakarta Pertamina Enduro, Werry Prayogi, memastikan bahwa kabar Tisya Amallya dipecat adalah hoaks murni. Tisya dipastikan masih berstatus sebagai pemain inti dan tetap mengemban tugas krusialnya sebagai kapten tim di lapangan.

Werry menjelaskan bahwa Tisya tetap menjalankan perannya dengan baik di dalam skuad dan tidak ada pemutusan kontrak seperti yang dirumorkan. Lebih lanjut, manajemen menemukan kejanggalan serius pada sejumlah video yang beredar di berbagai platform media sosial terkait pengumuman pemecatan tersebut. Pihak klub menduga ada oknum tidak bertanggung jawab yang menggunakan teknologi manipulasi deepfake.

Teknologi kecerdasan buatan tersebut diduga kuat dipakai untuk merekayasa wajah dan suara jajaran manajemen, pelatih, hingga pemain. Video manipulatif itu disunting secara rapi dan digabungkan dengan suara buatan agar terlihat seolah-olah klub sedang merilis pernyataan resmi kepada stasiun televisi atau media terkait pencopotan sang kapten.

Baca Juga: Lestarikan Budaya Jawa, Kiai Muda di Blitar Ini Gunakan Wayang Kulit untuk Media Berdakwah

Fokus Hadapi Babak Empat Besar

Werry sangat menyayangkan tindakan penyebaran konten manipulatif yang sama sekali tidak memiliki dasar fakta tersebut. Menurutnya, hoaks pemecatan ini sengaja dihembuskan oleh pihak tertentu untuk merusak keharmonisan internal tim yang saat ini sedang berjuang di kompetisi yang semakin ketat.

Saat ini, Jakarta Pertamina Enduro memilih tidak terpengaruh oleh isu provokatif di media sosial dan mengalihkan fokus penuh untuk mempersiapkan diri menghadapi fase krusial. Skuad sedang menguatkan konsolidasi dan evaluasi permainan untuk merebut gelar juara di babak empat besar. Penggemar voli diimbau untuk lebih kritis dalam menyaring informasi dan hanya mengacu pada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh klub.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Megawati Hangestri #Pertamina Enduro #Tisya Amallya #deepfake #Hoaks Pemecatan