Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Geger Kabar Tisya Amallya Dipecat Usai Laga Melawan Gresik, Manajemen Bongkar Fakta Rekayasa Deepfake

Saifullah Muhammad Jafar • Senin, 9 Maret 2026 | 14:30 WIB

Kabar Tisya Amallya dipecat dari Jakarta Pertamina Enduro dipastikan hoaks. Manajemen ungkap fakta adanya rekayasa video deepfake manipulati
Kabar Tisya Amallya dipecat dari Jakarta Pertamina Enduro dipastikan hoaks. Manajemen ungkap fakta adanya rekayasa video deepfake manipulati
BLITAR KAWENTAR – Jagat media sosial belakangan ini diguncang isu provokatif terkait kabar Tisya Amallya dipecat dari skuad Jakarta Pertamina Enduro (JPE). Narasi viral yang beredar usai laga melawan Gresik Petrokimia tersebut menuding sang kapten bermain egois dan sengaja mengabaikan Megawati Hangestri di lapangan. Bahkan, isu ini diperparah dengan beredarnya konten video yang mencatut nama mantan pemain Red Sparks, seperti Vanja Bukilic dan Pyo Seung-ju, yang seolah-olah memberikan komentar keras mendukung pemecatan sang setter. Pada kenyataannya, konten viral tersebut hanyalah informasi karangan yang menyesatkan.

Baca Juga: Lestarikan Budaya Jawa, Kiai Muda di Blitar Ini Gunakan Wayang Kulit untuk Media Berdakwah

Klarifikasi Tegas Manajemen Jakarta Pertamina Enduro

Merespons simpang siur informasi yang merugikan tim, manajemen Jakarta Pertamina Enduro dengan tegas menyatakan bahwa kabar Tisya Amallya dipecat adalah hoaks murni. Chef de Mission tim JPE, Werry Prayogi, memastikan bahwa informasi liar yang beredar di berbagai platform media sosial tersebut sama sekali tidak berdasar fakta. Ia menegaskan bahwa Tisya dipastikan masih menjadi bagian penting dari skuad dan tetap menjalankan tugasnya secara profesional sebagai kapten tim di lapangan.

Lebih lanjut, pihak manajemen membongkar fakta bahwa maraknya penyebaran kabar Tisya Amallya dipecat tersebut didalangi oleh oknum yang menyalahgunakan teknologi kecerdasan buatan atau deepfake. Oknum tidak bertanggung jawab memanipulasi wajah serta suara dari jajaran manajemen, pelatih, hingga para pemain JPE. Video tersebut menyunting potongan pernyataan resmi dari konteks berita yang berbeda, lalu digabungkan dengan narasi suara buatan dan visual ala pembaca berita televisi. Hasilnya, konten tersebut dirancang sedemikian rupa agar seolah-olah pihak klub benar-benar mengumumkan pencopotan sang kapten ke publik.

Baca Juga: 7 Pemain Diaspora Incaran John Hartman untuk Timnas Indonesia, Ada Bintang Bundesliga hingga Striker Belgia yang Bikin PSSI Bergerak Cepat

Fokus Tim Menuju Babak Empat Besar

Tindakan manipulatif penyebaran hoaks ini menuai kecaman keras dari internal klub. Werry sangat menyayangkan beredarnya konten manipulatif tersebut karena dinilai sengaja dibuat untuk memecah belah keharmonisan antar pemain.

Saat ini, Jakarta Pertamina Enduro memilih tidak terpengaruh oleh isu provokatif di media sosial dan mengalihkan fokus penuh untuk menghadapi fase kompetisi yang krusial. Seluruh pemain dan jajaran pelatih sedang mematangkan strategi serta evaluasi permainan menuju perebutan gelar juara di babak empat besar. Publik dan pendukung setia voli tanah air diimbau untuk lebih kritis dalam menyaring informasi dan hanya memercayai pengumuman resmi dari manajemen klub.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Megawati Hangestri #Pertamina Enduro #Tisya Amallya #video deepfake #Hoaks Pemecatan