Baca Juga: Lestarikan Budaya Jawa, Kiai Muda di Blitar Ini Gunakan Wayang Kulit untuk Media Berdakwah
Klarifikasi Tegas Manajemen Jakarta Pertamina Enduro
Merespons simpang siur informasi yang merugikan tim, manajemen Jakarta Pertamina Enduro dengan tegas menyatakan bahwa kabar Tisya Amallya dipecat adalah hoaks murni. Chef de Mission tim JPE, Werry Prayogi, memastikan bahwa informasi liar yang beredar di berbagai platform media sosial tersebut sama sekali tidak berdasar fakta. Ia menegaskan bahwa Tisya dipastikan masih menjadi bagian penting dari skuad dan tetap menjalankan tugasnya secara profesional sebagai kapten tim di lapangan.
Lebih lanjut, pihak manajemen membongkar fakta bahwa maraknya penyebaran kabar Tisya Amallya dipecat tersebut didalangi oleh oknum yang menyalahgunakan teknologi kecerdasan buatan atau deepfake. Oknum tidak bertanggung jawab memanipulasi wajah serta suara dari jajaran manajemen, pelatih, hingga para pemain JPE. Video tersebut menyunting potongan pernyataan resmi dari konteks berita yang berbeda, lalu digabungkan dengan narasi suara buatan dan visual ala pembaca berita televisi. Hasilnya, konten tersebut dirancang sedemikian rupa agar seolah-olah pihak klub benar-benar mengumumkan pencopotan sang kapten ke publik.
Fokus Tim Menuju Babak Empat Besar
Tindakan manipulatif penyebaran hoaks ini menuai kecaman keras dari internal klub. Werry sangat menyayangkan beredarnya konten manipulatif tersebut karena dinilai sengaja dibuat untuk memecah belah keharmonisan antar pemain.
Saat ini, Jakarta Pertamina Enduro memilih tidak terpengaruh oleh isu provokatif di media sosial dan mengalihkan fokus penuh untuk menghadapi fase kompetisi yang krusial. Seluruh pemain dan jajaran pelatih sedang mematangkan strategi serta evaluasi permainan menuju perebutan gelar juara di babak empat besar. Publik dan pendukung setia voli tanah air diimbau untuk lebih kritis dalam menyaring informasi dan hanya memercayai pengumuman resmi dari manajemen klub.
Editor : Anggi Septian A.P.