Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Viral Kabar Tisya Amallya Dipecat Usai JPE Kalah Telak, Manajemen Jakarta Pertamina Enduro Ungkap Fakta Rekayasa Deepfake

Saifullah Muhammad Jafar • Senin, 9 Maret 2026 | 14:35 WIB

Proliga 2026
Proliga 2026
BLITAR KAWENTAR – Kekalahan telak Jakarta Pertamina Enduro (JPE) dari Gresik Petrokimia pada lanjutan Proliga 2026 memunculkan isu tak sedap yang viral di media sosial. Usai laga tersebut, beredar luas kabar Tisya Amallya dipecat dari posisinya sebagai setter sekaligus kapten tim. Rumor ini mencuat setelah Tisya secara emosional mengakui performanya berada di bawah standar, yang membuat aliran bola ke Megawati Hangestri dan barisan penyerang lainnya terhambat. Meski Megawati justru memberikan dukungan dan pelukan hangat kepada Tisya di lapangan, spekulasi liar mengenai pencopotan sang kapten telanjur menyebar cepat menjadi konsumsi publik.

Klarifikasi Resmi Manajemen JPE

Menanggapi simpang siur kabar Tisya Amallya dipecat yang semakin meresahkan, pihak manajemen Jakarta Pertamina Enduro akhirnya memberikan pernyataan tegas. Chef de Mission tim, Werry Prayogi, memastikan bahwa informasi yang menyebutkan pemutusan kontrak sang kapten adalah murni hoaks.

Werry menggarisbawahi bahwa tidak ada perombakan susunan pemain inti akibat kekalahan tersebut. Tisya dipastikan masih menjadi bagian yang sangat penting di dalam skuad dan tetap dipercaya menjalankan perannya sebagai kapten tim Jakarta Pertamina Enduro di sisa kompetisi Proliga 2026.

Baca Juga: 7 Pemain Diaspora Incaran John Hartman untuk Timnas Indonesia, Ada Bintang Bundesliga hingga Striker Belgia yang Bikin PSSI Bergerak Cepat

Modus Manipulasi Video Deepfake

Fakta mengejutkan justru diungkap oleh pihak manajemen terkait dalang di balik maraknya kabar Tisya Amallya dipecat tersebut. Investigasi internal klub menemukan bahwa sejumlah video yang beredar di platform media sosial diduga kuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan tingkat lanjut atau deepfake.

Oknum tidak bertanggung jawab memanipulasi wajah serta suara jajaran manajemen, pelatih Bulen Karslioglu, hingga para pemain. Video hoaks tersebut menyunting potongan pernyataan resmi manajemen dari konteks acara yang berbeda, lalu digabungkan dengan narasi suara buatan dan tata visual ala pembaca berita televisi. Rekayasa ini sengaja dirancang agar publik percaya bahwa pihak klub benar-benar mengumumkan pemecatan.

Baca Juga: Lestarikan Budaya Jawa, Kiai Muda di Blitar Ini Gunakan Wayang Kulit untuk Media Berdakwah

Fokus Menuju Final Four

Manajemen JPE sangat menyayangkan tindakan manipulatif dari pihak tidak bertanggung jawab ini. Penyebaran konten hoaks tersebut dinilai memiliki niat buruk untuk merusak keharmonisan dan mental tim yang saat ini sedang berjuang keras.

Alih-alih terlarut dalam drama media sosial, skuad Jakarta Pertamina Enduro kini memilih menutup telinga dari isu negatif. Tim sedang mengalihkan fokus penuh pada evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki ritme permainan demi menghadapi fase krusial menuju perebutan gelar juara di babak empat besar (Final Four) yang digelar April mendatang.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Megawati Hangestri #Pertamina Enduro #Tisya Amallya #Hoaks Pemecatan #proliga 2026