Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Daftar Pemilik Klub Sepak Bola Indonesia: Dari Konglomerat, Politisi hingga Taipan Bisnis yang Menguasai Liga 1

Izahra Nurrafidah • Senin, 9 Maret 2026 | 16:20 WIB

Daftar Pemilik Klub Sepak Bola Indonesia: Dari Konglomerat, Politisi hingga Taipan Bisnis yang Menguasai Liga 1
Daftar Pemilik Klub Sepak Bola Indonesia: Dari Konglomerat, Politisi hingga Taipan Bisnis yang Menguasai Liga 1
BLITAR – Dunia sepak bola nasional tidak hanya soal pertandingan di lapangan. Di balik rivalitas antar klub, ada kekuatan besar dari para konglomerat dan tokoh bisnis yang menjadi pemilik klub sepak bola Indonesia. Kepemilikan klub oleh pengusaha, politisi, hingga perusahaan besar kini menjadi fenomena yang tidak terpisahkan dari industri sepak bola Tanah Air.

Dalam era sepak bola modern, klub tidak lagi sekadar simbol kebanggaan daerah. Banyak klub Liga 1 kini dikelola layaknya perusahaan besar dengan struktur bisnis yang jelas. Tak sedikit pula pemilik klub sepak bola Indonesia berasal dari kalangan taipan yang memiliki kerajaan bisnis di berbagai sektor.

Beberapa klub besar bahkan dimiliki oleh grup usaha raksasa yang memiliki pengaruh kuat di dunia bisnis dan politik. Berikut sejumlah pengusaha dan konglomerat yang diketahui berada di balik kepemilikan klub sepak bola Indonesia.

Persebaya Surabaya dan Mundurnya Azrul Ananda

Belakangan publik sepak bola dihebohkan dengan kabar mundurnya Azrul Ananda dari posisi CEO Persebaya Surabaya. Kabar ini menjadi perhatian besar karena selama ini Azrul dikenal sebagai sosok penting dalam pengelolaan klub berjuluk Bajul Ijo tersebut.

Sebagai informasi, sekitar 70 persen saham Persebaya dimiliki oleh PT Jawa Pos Sportainment yang berada di bawah kendali Azrul Ananda. Azrul sendiri merupakan putra mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan dan pernah menjabat sebagai direktur di PT Jawa Pos.

Sejak 2017, Persebaya berada di bawah PT Persebaya Indonesia. Meski Azrul disebut melepas kepemilikannya, ia masih bertanggung jawab menyelesaikan proses administrasi hingga tuntas. Sementara itu, 30 persen saham lainnya dimiliki oleh Koperasi Surya Abadi Persebaya.

Perubahan kepemilikan ini diperkirakan akan terlihat jelas dalam rapat umum pemegang saham yang menentukan arah baru klub.

Persija Jakarta di Bawah Bayang-Bayang Bakrie Group

Klub ibu kota Persija Jakarta juga termasuk dalam daftar klub dengan pemilik dari kalangan konglomerat. Mayoritas kepemilikan klub Macan Kemayoran berada di tangan kelompok usaha Bakrie.

Saham terbesar Persija diketahui berada di bawah PT Jakarta Indonesia Hebat yang menguasai lebih dari 95 persen saham PT Persija Jaya Jakarta. Dalam struktur perusahaan tersebut, pengaruh kelompok Bakrie cukup dominan.

Nama Nirwan Bakrie disebut sebagai figur penting yang berada di balik pendanaan klub ini. Awalnya keterlibatan Bakrie Group tidak terlalu terlihat karena kepemilikan dilakukan melalui perusahaan.

Namun setelah Persija menjuarai Liga 1 pada 2018, sejumlah nama yang terkait dengan Bakrie Group mulai muncul dalam jajaran direksi dan komisaris klub.

Persib Bandung dan Bali United Terhubung Northstar Group

Persib Bandung dan Bali United ternyata memiliki keterkaitan melalui perusahaan investasi Northstar Group yang berbasis di Singapura.

Perusahaan ini didirikan oleh Patrick Walujo dan Glenn Sugita. Glenn sendiri telah lama menjadi sosok penting di Persib Bandung dan menjabat sebagai pemegang saham terbesar sekaligus Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat.

Sementara itu, Bali United juga memiliki keterkaitan dengan jaringan bisnis yang sama. Klub ini dikenal dimiliki oleh Tanuri Group dan Salim Group melalui PT Bali Bintang Sejahtera Tbk.

Bali United bahkan mencatat sejarah sebagai klub sepak bola pertama di Indonesia yang melantai di Bursa Efek Indonesia setelah resmi menjadi perusahaan terbuka pada 2019.

PSM Makassar Milik Bosowa Group

PSM Makassar juga berada di bawah kendali kelompok usaha besar. Klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan ini dimiliki oleh Bosowa Group.

Sejak 2015, Bosowa Sport Indonesia menjadi pemegang saham mayoritas perusahaan yang mengelola PSM Makassar. Seiring waktu, jajaran direksi klub semakin banyak diisi oleh figur yang berasal dari lingkaran Bosowa Group.

Salah satunya adalah Sadikin Aksa, anak dari pengusaha Aksa Mahmud sekaligus keponakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sadikin menjabat sebagai Komisaris Utama PSM Makassar.

Barito Putera dan Hasnur Group

Klub Barito Putera dari Banjarmasin juga tidak lepas dari pengaruh konglomerat daerah. Klub ini berada di bawah kendali Hasnur Group.

Perusahaan keluarga tersebut memiliki bisnis luas mulai dari pertambangan, kehutanan, hingga transportasi. Pengelolaan klub dilakukan melalui PT Putra Barito Berbakti.

Direktur utamanya adalah Hasnuryadi Sulaiman, putra dari pendiri Hasnur Group, almarhum Abdus Samad Sulaiman yang dikenal sebagai Haji Leman.

Madura United dan Sosok Ahsanul Qosasi

Madura United merupakan contoh klub yang dikelola oleh pengusaha lokal. Klub ini dimiliki oleh PT Garuda Tani Nusantara milik Ahsanul Qosasi.

Ahsanul dikenal sebagai tokoh yang memiliki pengalaman di bidang keuangan. Ia pernah menjadi anggota DPR RI dan kini menjabat sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Di bawah kepemimpinannya, Madura United dikenal sebagai klub yang cukup stabil secara finansial serta mampu menarik sponsor dan investor baru.

Sepak Bola dan Kekuatan Modal Besar

Fenomena kepemilikan klub oleh pengusaha besar menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia telah menjadi industri yang serius.

Dengan dukungan modal besar, klub dapat meningkatkan kualitas tim, fasilitas, hingga manajemen profesional. Namun di sisi lain, keterlibatan konglomerat juga sering memunculkan diskusi tentang pengaruh bisnis dan politik dalam sepak bola nasional.

Yang jelas, peran para taipan ini kini menjadi bagian penting dari perkembangan pemilik klub sepak bola Indonesia dalam era industri olahraga modern.

Editor : Anggi Septian A.P.
#pemilik klub sepak bola indonesia #pemilik klub Liga 1 Indonesia #kepemilikan klub sepak bola Indonesia #Bisnis sepak bola Indonesia