Manajer Borneo FC mengungkapkan kekecewaannya atas situasi tersebut. Ia menilai pemberitahuan yang mendadak membuat timnya tidak memiliki cukup waktu untuk menyesuaikan rencana latihan.
Menurutnya, tim sudah berada di area stadion dan bersiap memasuki lapangan ketika surat tersebut diberikan. Isi surat itu menyatakan bahwa Borneo FC tidak dapat melakukan latihan di dalam JIS dan diminta menggunakan lapangan luar.
“Dalam waktu lima menit kami mau masuk lewat pintu J, tiba-tiba dapat surat pemberitahuan tidak bisa menggunakan lapangan dalam. Harus latihan di luar,” ujarnya.
Ia mengakui, jika melihat regulasi, alasan pengelola stadion mungkin ada benarnya. Namun yang ia sesalkan adalah cara penyampaian informasi yang dianggap terlalu mendadak.
“Kalau bicara regulasi mungkin ada benarnya. Tapi pemberitahuannya jangan mendadak seperti itu,” katanya.
Surat Larangan Datang Mendadak
Insiden terkait Borneo FC latihan di JIS itu terjadi ketika tim sudah berada di dalam bus menuju stadion. Surat tersebut bahkan disebut baru diterima beberapa menit sebelum rombongan masuk ke area latihan.
Menurut manajer Borneo FC, situasi ini menimbulkan tanda tanya. Ia mempertanyakan mengapa pemberitahuan tidak disampaikan jauh-jauh hari agar tim tamu bisa menyiapkan alternatif.
“Lucunya surat itu tiga sampai lima menit menjelang kami masuk stadion baru diterima. Itu yang menjadi pertanyaan,” jelasnya.
Ia juga menyinggung kemungkinan suasana pertandingan antara Persija Jakarta dan Borneo FC yang memang sedang memanas. Namun ia menegaskan tidak ingin memperkeruh situasi.
“Apakah terlalu cepat perhelatan Persija dan Borneo sehingga suasananya memanas? Itu biar teman-teman yang menilai,” ujarnya.
Bandingkan dengan Perlakuan di Samarinda
Manajer Borneo FC juga membandingkan pengalaman tersebut dengan saat Persija bertandang ke Samarinda. Ia mengklaim pihaknya selalu memberikan fasilitas latihan yang nyaman bagi tim tamu.
Menurutnya, ketika Persija datang ke markas Borneo FC, fasilitas stadion diberikan secara penuh, termasuk pencahayaan lapangan untuk latihan malam.
“Kami memberikan fasilitas yang nyaman. Lampu stadion kami nyalakan agar mereka bisa latihan dengan baik,” katanya.
Karena itu, ia berharap ke depan semua pihak bisa menjalankan regulasi secara adil dan konsisten, tanpa ada perlakuan berbeda terhadap tim tertentu.
Ia juga menegaskan bahwa timnya selalu menghormati keputusan yang memang berkaitan dengan situasi darurat. Sebagai contoh, ia mengingat saat Persib Bandung sempat menunda pertandingan karena kondisi force majeure akibat kerusuhan.
“Kami hormati kalau memang ada force majeure. Tapi kalau ini kan tidak ada masalah,” tambahnya.
Pelajaran bagi Borneo FC
Meski sempat kecewa, manajer Borneo FC mencoba melihat kejadian tersebut sebagai pelajaran. Ia bahkan menyebut pengalaman Borneo FC latihan di JIS ini akan menjadi bahan evaluasi bagi timnya ke depan.
Terlebih, Borneo FC tengah menyiapkan pembangunan pusat kegiatan sepak bola di Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia ingin pengalaman tersebut menjadi referensi dalam memperlakukan tim tamu ketika Borneo FC menjadi tuan rumah di masa depan.
“Kalau memang seperti itu, berarti ada pelajaran dari ibu kota untuk kami bawa ke ibu kota kami nanti di IKN,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Borneo FC akan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan memberikan fasilitas terbaik bagi setiap tim yang datang bertanding.
“Artinya hari ini kita sama-sama belajar. Saya ini orang yang selalu belajar,” katanya.
Menariknya, manajer Borneo FC juga mengaku baru mengetahui bahwa beberapa tim lain yang bertandang ke markas Persija di JIS biasanya tetap bisa menggelar official training di dalam stadion.
Ia mengaku terkejut ketika mengetahui timnya justru diarahkan untuk berlatih di luar lapangan.
“Saya baru tahu kalau ada tim yang latihan di luar. Karena yang saya tahu tim lain biasanya latihan di dalam stadion,” ungkapnya.
Meski demikian, Borneo FC tetap bersyukur karena pada akhirnya masih bisa menjalani sesi latihan, meskipun tidak sesuai rencana awal.
“Yang penting kami masih bisa latihan. Itu saja,” pungkasnya.
Editor : Anggi Septian A.P.