BLITAR - Insiden Eden Hazard menendang ball boy Swansea City kembali menjadi perbincangan pecinta sepak bola dunia. Peristiwa yang terjadi pada semifinal Capital One Cup antara Chelsea dan Swansea City itu menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam karier Eden Hazard.
Insiden Eden Hazard tendang ball boy Swansea tersebut terjadi pada 23 Januari 2013 di Liberty Stadium. Saat itu pertandingan memasuki menit ke-78 ketika Chelsea tertinggal agregat dan sedang berusaha mengejar ketertinggalan dari Swansea City.
Situasi memanas ketika Eden Hazard mencoba mengambil bola yang keluar lapangan agar pertandingan bisa segera dilanjutkan. Namun ball boy Swansea yang memegang bola justru terlihat mengulur waktu.
Hal itulah yang memicu emosi Hazard hingga akhirnya menendang bola yang berada di bawah tubuh sang ball boy. Aksi tersebut langsung memancing reaksi keras dari pemain dan ofisial Swansea.
Wasit yang memimpin pertandingan pun tanpa ragu langsung mengeluarkan kartu merah untuk Hazard. Chelsea akhirnya semakin kesulitan mengejar ketertinggalan dan kalah 0-2 dalam pertandingan tersebut.
Kronologi Insiden Eden Hazard Tendang Ball Boy
Peristiwa itu bermula ketika bola keluar lapangan dan berada di dekat seorang ball boy bernama Charlie Morgan. Alih-alih langsung menyerahkan bola kepada pemain Chelsea, Morgan terlihat berbaring di atas bola.
Tindakan tersebut dianggap sebagai upaya mengulur waktu oleh pihak Chelsea yang saat itu sedang tertinggal. Hazard yang merasa kesal kemudian mencoba merebut bola dengan menendangnya.
Namun karena posisi Morgan menindih bola, kaki Hazard mengenai tubuh sang ball boy. Insiden itu langsung memicu keributan kecil di pinggir lapangan.
Setelah pertandingan berakhir, Hazard memberikan klarifikasi terkait tindakannya tersebut.
Ia menegaskan bahwa niatnya hanya ingin menendang bola, bukan menyerang sang ball boy.
“Saya hanya mencoba menendang bola, bukan bocah itu. Saya minta maaf,” ujar Hazard kala itu.
Tak lama setelah kejadian, Charlie Morgan juga mendatangi ruang ganti Chelsea untuk berbicara langsung dengan Hazard. Keduanya kemudian saling meminta maaf dan menyelesaikan masalah secara damai.
Sosok Charlie Morgan Jadi Sorotan Publik
Insiden Eden Hazard tendang ball boy Swansea membuat sosok Charlie Morgan mendadak viral di media sosial. Banyak penggemar sepak bola penasaran dengan identitas anak gawang yang terlibat dalam kontroversi tersebut.
Akun Twitter milik Morgan bahkan mengalami lonjakan pengikut secara drastis setelah kejadian itu. Ia juga mendapatkan tanda verifikasi centang biru karena popularitasnya yang tiba-tiba melejit.
Belakangan terungkap bahwa Charlie Morgan bukanlah ball boy biasa. Ia merupakan anak dari Martin Morgan, salah satu pemegang saham terbesar Swansea City.
Kabar itu membuat publik semakin terkejut. Banyak yang baru mengetahui bahwa anak gawang yang terlibat dalam insiden dengan Eden Hazard berasal dari keluarga konglomerat.
Martin Morgan sendiri diketahui memiliki kekayaan yang diperkirakan mencapai 402 juta poundsterling atau sekitar Rp636,9 miliar.
Kini Jadi Pengusaha Vodka Premium
Setelah bertahun-tahun tidak terdengar kabarnya di dunia sepak bola, Charlie Morgan kembali muncul dengan kabar yang cukup mengejutkan.
Ia ternyata tidak meniti karier sebagai pesepak bola seperti yang mungkin dibayangkan sebagian orang. Sebaliknya, Morgan memilih terjun ke dunia bisnis.
Bersama rekannya Jackson Quinn, ia mendirikan perusahaan minuman bernama AU Vodka. Produk tersebut bergerak di bidang produksi minuman vodka premium di Inggris.
Brand AU Vodka bahkan berkembang pesat dan berhasil menembus pasar ritel besar di Inggris. Produk mereka kini tersedia di berbagai toko ternama seperti Selfridges, Harvey Nichols hingga Costco.
Menariknya, vodka produksi Morgan disebut menjadi salah satu produk terlaris di Costco selama periode Natal.
Perusahaan tersebut mengusung konsep vodka ultra premium dengan bahan berkualitas tinggi dan desain botol yang mencolok.
Kesuksesan bisnis itu membuat nama Charlie Morgan kembali diperbincangkan publik. Dari seorang ball boy yang pernah menjadi korban insiden Eden Hazard, kini ia menjelma menjadi pengusaha muda sukses.
Kisah Morgan pun menjadi bukti bahwa insiden kontroversial di lapangan sepak bola bisa berujung pada perjalanan hidup yang sama sekali berbeda.
Editor : Anggi Septian A.P.