Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

5 Klub Sepak Bola Termiskin di Eropa: Dari Stoke City hingga Bordeaux, Dulu Berjaya Kini Nilai Skuadnya Terjun Bebas

Axsha Zazhika • Senin, 9 Maret 2026 | 19:15 WIB

5 Klub Sepak Bola Termiskin di Eropa: Dari Stoke City hingga Bordeaux, Dulu Berjaya Kini Nilai Skuadnya Terjun Bebas
5 Klub Sepak Bola Termiskin di Eropa: Dari Stoke City hingga Bordeaux, Dulu Berjaya Kini Nilai Skuadnya Terjun Bebas
 

BLITAR - Industri sepak bola modern tidak bisa dilepaskan dari kekuatan finansial. Klub dengan dukungan investor besar biasanya memiliki peluang lebih besar untuk mendatangkan pemain bintang dan meraih prestasi. Namun di balik gemerlapnya klub kaya seperti Manchester City, ada sejumlah tim yang justru harus bertahan dengan kondisi keuangan terbatas.

Fenomena klub sepak bola termiskin di Eropa menjadi topik menarik karena beberapa di antaranya memiliki sejarah panjang dan pernah berjaya di masa lalu. Meski memiliki sumber daya terbatas, klub-klub ini tetap bertahan berkat dukungan suporter loyal serta strategi pengembangan pemain muda.

Berikut lima klub sepak bola termiskin di Eropa yang masih aktif di kompetisi profesional berdasarkan nilai pasar skuad dan kondisi finansial mereka.

TSG 1899 Hoffenheim

Posisi kelima dalam daftar klub sepak bola termiskin di Eropa ditempati oleh TSG 1899 Hoffenheim dari Jerman. Klub yang berasal dari daerah kecil ini pernah mencuri perhatian ketika promosi ke Bundesliga pada musim 2008–2009.

Pada musim debutnya, Hoffenheim bahkan tampil mengejutkan dan sempat bersaing di papan atas. Namun dalam beberapa tahun terakhir performa mereka cenderung stagnan dan lebih sering berada di papan tengah hingga bawah klasemen.

Secara finansial, Hoffenheim memang tidak bisa disamakan dengan raksasa Bundesliga seperti Bayern Munchen atau Borussia Dortmund. Total nilai pasar skuad mereka diperkirakan hanya sekitar 172,75 juta euro atau sekitar Rp3 triliun.

Meski begitu, klub ini dikenal memiliki sistem pengembangan pemain muda yang cukup baik. Pendekatan ilmiah dalam pelatihan sejak era pelatih Ralf Rangnick juga menjadi ciri khas yang membuat Hoffenheim tetap kompetitif.

Stoke City

Di posisi berikutnya ada Stoke City, salah satu klub tertua di dunia yang berdiri pada tahun 1863 di Inggris.

Stoke City sempat menikmati masa kejayaan ketika bermain di Premier League selama lebih dari satu dekade setelah promosi pada musim 2008–2009. Pada periode tersebut, mereka dikenal dengan gaya bermain fisik yang sering merepotkan tim-tim besar.

Baca Juga: Viral Isu Tak Beri Umpan ke Megawati, Manajemen Bongkar Fakta Rekayasa Deepfake di Balik Kabar Tisya Amallya Dipecat

Beberapa pemain terkenal yang pernah membela klub ini antara lain Peter Crouch, Ryan Shawcross, dan Rory Delap.

Namun kejayaan itu mulai memudar setelah Stoke City terdegradasi pada musim 2017–2018. Sejak turun ke EFL Championship, klub ini belum berhasil kembali ke kasta tertinggi Liga Inggris.

Saat ini nilai pasar skuad Stoke City diperkirakan hanya sekitar 55 juta euro atau sekitar Rp956 miliar. Angka ini jauh di bawah klub-klub papan atas Inggris.

Meski demikian, Stoke City masih memiliki basis suporter yang loyal serta stadion modern, yakni Bet365 Stadium dengan kapasitas lebih dari 30 ribu penonton.

Plymouth Argyle

Klub berikutnya dalam daftar klub sepak bola termiskin di Eropa adalah Plymouth Argyle.

Tim asal Inggris ini saat ini bermain di EFL Championship. Meski berada di kasta kedua Liga Inggris, secara finansial Plymouth Argyle masih tergolong klub dengan sumber daya terbatas.

Berdasarkan data Transfermarkt, total nilai pasar skuad mereka hanya sekitar 31,2 juta euro atau setara dengan Rp542 miliar.

Namun keterbatasan finansial tidak menghalangi klub ini untuk terus berkembang. Plymouth Argyle dikenal memiliki basis suporter yang sangat fanatik.

Setiap pertandingan kandang di Home Park Stadium yang berkapasitas sekitar 18 ribu penonton hampir selalu dipenuhi oleh para pendukung setia mereka.

FC Magdeburg

Di posisi kedua ada FC Magdeburg, klub asal Jerman yang saat ini bermain di Liga 2 Jerman.

Baca Juga: Geger Kabar Tisya Amallya Dipecat Usai Laga Melawan Gresik, Manajemen Bongkar Fakta Rekayasa Deepfake

Didirikan pada tahun 1965, klub ini sebenarnya memiliki sejarah cukup gemilang pada era sepak bola Jerman Timur. Pencapaian terbesar mereka terjadi pada tahun 1974 ketika berhasil menjuarai Piala Winners UEFA setelah mengalahkan AC Milan di final.

Namun setelah reunifikasi Jerman pada tahun 1990, FC Magdeburg mengalami kesulitan beradaptasi dengan sistem liga baru.

Akibatnya, klub ini perlahan-lahan merosot dari level elit sepak bola Jerman. Saat ini nilai pasar skuad mereka hanya sekitar 27,75 juta euro atau sekitar Rp482 miliar.

Angka tersebut membuat mereka menjadi salah satu klub dengan kekuatan finansial paling terbatas di kompetisi profesional Jerman.

Girondins de Bordeaux

Posisi pertama dalam daftar klub sepak bola termiskin di Eropa ditempati oleh Girondins de Bordeaux dari Prancis.

Klub ini sebenarnya memiliki sejarah panjang dan pernah menjadi salah satu raksasa sepak bola Prancis. Bordeaux bahkan pernah menjuarai Ligue 1 sebanyak enam kali.

Beberapa pemain legenda dunia juga pernah memperkuat klub ini, termasuk Zinedine Zidane yang memulai karier profesionalnya di sana sebelum menjadi bintang di Juventus dan Real Madrid.

Namun dalam satu dekade terakhir kondisi klub terus memburuk akibat manajemen yang tidak stabil serta krisis finansial.

Puncaknya terjadi pada tahun 2022 ketika Bordeaux dinyatakan bangkrut dan harus menerima degradasi administratif.

Saat ini nilai pasar skuad mereka diperkirakan hanya sekitar 250 ribu euro, angka yang sangat kecil jika dibandingkan dengan masa kejayaan mereka dahulu.

Meski masuk daftar klub sepak bola termiskin di Eropa, kelima tim tersebut tetap bertahan di dunia sepak bola profesional. Dukungan suporter setia dan semangat klub menjadi alasan utama mereka terus berjuang di tengah keterbatasan finansial.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Plymouth De Luxe #tsg hoffenheim #stoke city #klub sepak bola termiskin di Eropa #bordeaux