Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Fix! Megawati Hangestri Kembali ke Liga Voli Korea Musim 2026-2027, Red Sparks Jadi Pelabuhan Baru Sang Megatron?

Muhammad Adib Falih Rifly • Selasa, 10 Maret 2026 | 13:15 WIB

Megawati Hangestri kembali ke Liga Voli Korea musim 2026-2027! Simak perjalanan sang Megatron dan pesan haru Ustaz Adi Hidayat soal hijab.
Megawati Hangestri kembali ke Liga Voli Korea musim 2026-2027! Simak perjalanan sang Megatron dan pesan haru Ustaz Adi Hidayat soal hijab.

BLITAR - Kabar yang paling dinanti oleh para pecinta voli tanah air akhirnya menemui titik terang. Megawati Hangestri kembali ke Liga Voli Korea untuk musim kompetisi 2026-2027. Kepastian ini bukan sekadar rumor belaka, melainkan telah dikonfirmasi melalui agen sang pemain yang menyebutkan bahwa pemain posisi opposite andalan Indonesia tersebut siap meramaikan kembali kancah kasta tertinggi bola voli di Negeri Ginseng.

Keputusan Megawati Hangestri kembali ke Liga Voli Korea mencuat setelah media setempat mengungkap keinginan kuat atlet asal Jember tersebut untuk melanjutkan karier internasionalnya. Bahkan, demi mempermudah proses adaptasi pada periode keduanya nanti, Megawati dikabarkan telah intensif mempelajari bahasa Korea dalam dua bulan terakhir. Hal ini menunjukkan profesionalisme tinggi dari pemain yang akrab dijuluki "Megatron" tersebut untuk memberikan performa maksimal di lapangan.

Kehadiran Megawati Hangestri kembali ke Liga Voli Korea tentu membawa angin segar bagi klub-klub peserta V-League. Meski hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai klub mana yang akan ia bela, sinyal kuat mengarah pada Daejeon JungKwanJang Red Sparks. Pihak manajemen Red Sparks sebelumnya memang telah menyatakan ketertarikan besar untuk merekrut kembali pemain yang telah menjadi ikon sekaligus pendongkrak popularitas klub tersebut di mata internasional.

Baca Juga: Hingga Hari Terakhir, Pencarian Pemancing Hanyut di Pantai Serang Blitar Belum Membuahkan Hasil

Perjalanan Karier dan Fenomena Sang Megatron

Sosok Megawati Hangestri Pertiwi bukanlah nama baru dalam dunia voli profesional. Lahir di Jember pada 20 September 1999, putri dari pasangan (Alm) Maksum dan Siti Mufadilah ini telah merintis karier sejak usia 14 tahun. Alumnus Universitas Kahuripan Kediri tahun 2020 ini tercatat pernah membela tim-tim besar di Indonesia seperti Surabaya Bank Jatim, Jakarta Pertamina Fastron, hingga Bandung BJB Tandamata.

Nama Mega semakin melambung saat ia memutuskan untuk menjajal "Bursa Voli" luar negeri dengan bermain di Thailand dan Vietnam, sebelum akhirnya mengguncang Korea Selatan. Di Korea, ia tidak hanya dikenal karena smash keras dan tajam yang sulit dibendung, tetapi juga karena ketangguhannya dalam bertahan serta servis yang akurat. Keberhasilannya membawa Red Sparks menembus papan atas klasemen pada musim sebelumnya menjadi bukti nyata kualitas atlet Indonesia di level dunia.

Hijab dan Pesan Inspiratif Ustaz Adi Hidayat

Satu hal yang paling menarik perhatian dari kiprah Megawati di Korea adalah identitasnya sebagai pemain voli berhijab pertama di liga tersebut. Di tengah lingkungan yang mayoritas non-muslim, Mega mampu membuktikan bahwa atribut agama bukan penghalang untuk meraih prestasi. Fenomena ini pun mendapat perhatian luas, termasuk dari pendakwah kondang Ustaz Adi Hidayat (UAH).

Baca Juga: Hasil BRI Liga Super Indonesia 2026 Pekan 25: Persib Bandung Menang Telak 3-0, Borneo FC Pesta Gol 5-1, Ini Klasemen dan Top Skor Terbaru

Dalam sebuah tausiyahnya, Ustaz Adi Hidayat memberikan pesan mendalam mengenai konsistensi seorang muslimah dalam menjaga hijabnya di lingkungan yang berbeda secara budaya. UAH menekankan bahwa jilbab adalah hadiah dari Allah yang menaikkan martabat dan kehormatan seorang wanita. Meskipun tidak mengomentari sosok Megawati secara spesifik, nasihat UAH menjadi cerminan betapa tangguhnya perjuangan atlet seperti Mega yang tetap memegang teguh nilai-nilai Islami di kancah global.

"Kita harus bangga dengan jilbab, mengenakannya dalam kebaikan, dan menjadikannya motivasi untuk menunjukkan keindahan Islam," pesan UAH. Keberadaan Mega di Korea Selatan secara tidak langsung menjadi syiar yang menunjukkan bahwa umat Islam adalah sosok yang ramah, pekerja keras, dan berprestasi, sehingga mampu mematahkan stigma negatif atau radikalisme yang sering dialamatkan kepada identitas hijab di luar negeri.

Dampak Sosial di Korea Selatan

Kehebatan Megawati di lapangan ternyata berdampak luas pada persepsi warga Korea Selatan terhadap Islam. Keramahan dan sikap santun yang ditunjukkan Mega membuatnya dicintai oleh publik setempat. Bahkan, santer dikabarkan banyak warga Korea yang mulai tertarik mempelajari Islam, bahkan ada yang memutuskan menjadi mualaf setelah melihat kepribadian positif sang atlet.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Pemkab Blitar Imbau Masyarakat Lebih Bijak dalam Berbelanja

Kini, seluruh pasang mata akan kembali tertuju pada perjalanan baru Megatron. Apakah ia akan kembali mengenakan seragam kebanggaan Red Sparks atau justru memberikan kejutan dengan bergabung ke klub lain? Yang pasti, dukungan penuh dari masyarakat Indonesia akan selalu menyertai setiap langkah Megawati di Korea Selatan. Semangat pantang menyerah yang ia bawa menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa dengan iman dan kerja keras, dunia bisa ditaklukkan tanpa harus menanggalkan identitas diri. (*)

Editor : Anggi Septian A.P.
#Megawati Hangestri #Megatron #Liga Voli Korea #Ustadz Adi Hidayat #Red Sparks