Informasi palsu tersebut bahkan menyeret nama mantan rekan setim Megawati di Korea, Vanja Bukilic dan Pio Seung-ju, yang diklaim memberikan pernyataan keras mendukung pemecatan tersebut. Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, kabar yang sempat mengguncang ekosistem voli nasional ini dipastikan hanyalah karangan oknum tidak bertanggung jawab untuk memancing emosi para penggemar.
Baca Juga: Lini Belakang Persija Jakarta vs Borneo FC Disorot, Urgensi Goal Line Technology Mencuat
Manajemen Tegaskan Status Tisya Amallya Putri
Menanggapi kegaduhan yang terjadi, manajemen Jakarta Pertamina Enduro secara resmi membantah keras isu pemecatan tersebut. Chef de Mission tim, Werry Prayogi, memastikan bahwa Tisya Amallya Putri masih menjadi bagian integral dalam skuad dan tetap mengemban peran krusial sebagai kapten tim di lapangan.
"Tisya tetap menjadi bagian dari Jakarta Pertamina Enduro dan menjalankan perannya sebagai kapten tim," tegas Werry dalam pernyataan resminya di Jakarta, Sabtu. Klarifikasi ini sekaligus mematahkan rumor yang menyebutkan adanya konflik internal antara sang setter dengan pemain andalan lainnya, Megawati Hangestri, pasca laga di GOR Sentul.
Waspada Teknologi Deepfake dan Manipulasi Konten
Pihak manajemen mengungkapkan temuan serius terkait metode penyebaran hoaks ini. Sejumlah video yang viral diduga kuat menggunakan teknologi deepfake untuk memanipulasi wajah serta suara manajemen, pelatih, hingga para pemain. Teknologi kecerdasan buatan (AI) ini digunakan untuk memberikan kesan seolah-olah pihak klub sedang memberikan pengumuman resmi mengenai perombakan tim.
Selain penggunaan AI, ditemukan juga video yang menyunting potongan pernyataan manajemen dari konteks yang berbeda. Potongan tersebut kemudian digabungkan dengan narasi suara buatan dan visual pembaca berita agar terlihat menyerupai laporan media arus utama. Upaya sistematis ini dinilai sangat merugikan nama baik Tisya Amallya Putri dan stabilitas tim secara keseluruhan.
Fokus Menuju Babak Empat Besar
Werry Prayogi sangat menyayangkan tindakan pihak-pihak yang menyebarkan konten manipulatif tersebut di tengah fase krusial kompetisi. Saat ini, tim Jakarta Pertamina Enduro sedang fokus penuh mempersiapkan diri menghadapi babak empat besar demi merebut gelar juara Proliga 2026. Gangguan informasi hoaks semacam ini dianggap dapat merusak keharmonisan tim yang sudah terbangun.
Kesimpulannya, kabar mengenai pemecatan sang kapten adalah murni hoaks yang memanfaatkan kekecewaan sesaat penggemar atas hasil pertandingan. Publik diharapkan lebih selektif dalam mengonsumsi berita dan selalu melakukan verifikasi melalui kanal komunikasi resmi klub agar tidak terjebak dalam pusaran informasi palsu yang merugikan atlet nasional.
Editor : Anggi Septian A.P.