Kekecewaan publik memuncak saat statistik menunjukkan Megawati Hangestri hanya menerima 11 umpan sepanjang tiga set pertandingan. Narasi yang berkembang liar di YouTube menyebutkan adanya delapan kesalahan fatal Tisya Amallya Putri yang dituding sengaja meminggirkan peran Megawati di lapangan. Spekulasi mengenai pemutusan kontrak sang kapten pun menyebar cepat melalui potongan video yang terlihat sangat meyakinkan bagi para penggemar voli tanah air.
Manajemen JPE Pastikan Kabar Pemecatan Adalah Hoaks
Menanggapi kegaduhan yang terjadi, manajemen Jakarta Pertamina Enduro memberikan klarifikasi tegas untuk meredam spekulasi. Chef de Mission tim, Werry Prayogi, menegaskan bahwa kabar yang menyebut Tisya Amallya Putri dipecat adalah hoaks atau berita bohong. Tisya dipastikan tetap menjadi bagian inti dari skuad dan masih memegang tanggung jawab penuh sebagai kapten tim.
"Tisya tetap menjadi bagian dari Jakarta Pertamina Enduro dan menjalankan perannya sebagai kapten tim," ujar Werry dalam pernyataan resmi di Jakarta, Sabtu. Pihak manajemen meminta agar publik tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak bersumber dari kanal komunikasi resmi klub, terutama di tengah persiapan tim menghadapi babak empat besar Proliga.
Waspada Manipulasi Teknologi Deepfake
Fakta mengejutkan diungkap oleh manajemen terkait sumber video viral yang beredar. Konten-konten tersebut diduga kuat menggunakan teknologi deepfake untuk memanipulasi wajah dan suara manajemen, pelatih, hingga pemain. Teknologi kecerdasan buatan ini digunakan oknum tidak bertanggung jawab untuk menciptakan kesan seolah-olah klub sedang memberikan pengumuman resmi terkait pemecatan.
Selain manipulasi wajah, terdapat pula video yang menyunting potongan pernyataan manajemen dari konteks yang berbeda. Potongan audio tersebut kemudian digabungkan dengan narasi suara buatan serta visual menyerupai pembaca berita media resmi. Tujuannya jelas, yakni untuk menimbulkan kegaduhan dan merusak keharmonisan tim Jakarta Pertamina Enduro yang saat ini sedang fokus pada target juara.
Baca Juga: Polsek Srengat Blitar Intensif Patroli Malam Cegah Sound Horeg untuk Ronda Sahur
Fokus Menuju Babak Empat Besar Proliga
Werry Prayogi sangat menyayangkan tindakan pihak-pihak yang menyebarkan konten manipulatif tersebut. Ia menegaskan bahwa informasi palsu ini sangat merugikan tim yang sedang berada dalam fase krusial. Alih-alih ada konflik internal, manajemen memastikan bahwa seluruh pemain, termasuk Tisya Amallya Putri dan Megawati Hangestri, tetap solid untuk melakukan evaluasi teknis demi memperbaiki performa di laga mendatang.
Kekalahan dari Gresik Petrokimia memang menjadi catatan evaluasi bagi pelatih, namun manajemen menekankan bahwa langkah yang diambil adalah perbaikan strategi, bukan pemecatan pemain. Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan para penggemar lebih bijak dalam memilah informasi dan terus memberikan dukungan positif bagi tim kesayangannya di babak final four nanti.
Editor : Anggi Septian A.P.