Rumor tersebut menyebar cepat melalui potongan video yang memperlihatkan seolah-olah adanya pernyataan emosional dari Tisya Amallya Putri mengenai tanggung jawabnya sebagai setter. Publik semakin geger karena narasi yang dibangun mengklaim bahwa manajemen telah mengambil keputusan tegas untuk memberhentikan sang kapten tepat sebelum memasuki fase krusial final four.
Baca Juga: Polsek Srengat Blitar Intensif Patroli Malam Cegah Sound Horeg untuk Ronda Sahur
Manajemen JPE Tegaskan Status Tisya Amallya Putri
Menanggapi kegaduhan yang terjadi, manajemen Jakarta Pertamina Enduro secara resmi membantah keras kabar pemecatan tersebut. Chef de Mission tim, Werry Prayogi, memastikan bahwa Tisya Amallya Putri tetap menjadi bagian penting dan tidak ada perubahan posisi dalam skuad.
"Tisya tetap menjadi bagian dari Jakarta Pertamina Enduro dan menjalankan perannya sebagai kapten tim," tegas Werry dalam pernyataan resminya di Jakarta, Sabtu. Ia menambahkan bahwa keharmonisan tim saat ini adalah prioritas utama, terutama karena Megawati Hangestri dan kawan-kawan sedang fokus penuh menghadapi babak empat besar demi merebut gelar juara.
Baca Juga: Polsek Srengat Blitar Intensif Patroli Malam Cegah Sound Horeg untuk Ronda Sahur
Waspada Serangan Teknologi Deepfake
Fakta mengejutkan diungkap oleh manajemen terkait sumber video viral tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran, konten yang beredar diduga menggunakan teknologi deepfake untuk memanipulasi wajah serta suara manajemen, pelatih, hingga pemain. Teknologi kecerdasan buatan (AI) ini digunakan oknum tidak bertanggung jawab untuk menciptakan kesan seolah-olah pihak klub mengumumkan pemecatan secara resmi.
"Ada video yang menyunting potongan pernyataan manajemen dari konteks berbeda, lalu digabungkan dengan narasi suara buatan serta visual pembaca berita agar terlihat seperti laporan media resmi," ungkap pihak manajemen. Manipulasi ini dinilai sangat merugikan karena penyebaran informasi palsu tersebut terjadi di saat stabilitas mental tim sangat dibutuhkan.
Baca Juga: Jawa Pos Radar Blitar Silaturahmi ke Dispendik Kota Blitar, Siap Kerja Sama Simulasi TKA Siswa
Fokus Evaluasi dan Menuju Final Four
Meskipun terdapat kekecewaan atas hasil minor di laga terakhir babak reguler, pelatih Bulent Karslioglu menekankan bahwa evaluasi yang dilakukan bersifat teknis dan mental, bukan pemecatan pemain. Kekalahan dari Gresik Petrokimia justru menjadi pelecut bagi Tisya Amallya Putri dan seluruh anggota tim untuk tampil lebih solid di babak selanjutnya.
Werry Prayogi sangat menyayangkan tindakan provokatif yang dapat merusak suasana tim. Manajemen meminta para penggemar untuk lebih jeli dalam menerima informasi di media sosial dan tidak mudah termakan oleh konten visual yang terlihat nyata namun hasil manipulasi digital. Dengan klarifikasi ini, dipastikan posisi Tisya sebagai jenderal lapangan Jakarta Pertamina Enduro tetap aman.
Editor : Anggi Septian A.P.