Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Persebaya Surabaya Siapkan TC ke Australia, Azrul Ananda Ungkap Misi Bangun Pride Tim dan Kerja Sama Sport Science

Izahra Nurrafidah • Selasa, 10 Maret 2026 | 16:05 WIB

Persebaya Surabaya Siapkan TC ke Australia, Azrul Ananda Ungkap Misi Bangun Pride Tim dan Kerja Sama Sport Science
Persebaya Surabaya Siapkan TC ke Australia, Azrul Ananda Ungkap Misi Bangun Pride Tim dan Kerja Sama Sport Science
BLITAR– Persebaya Surabaya berencana menggelar pemusatan latihan atau training camp (TC) di Australia sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim depan. Agenda ini bukan sekadar latihan biasa, melainkan membawa misi besar untuk membangun kebanggaan tim sekaligus memperkuat kerja sama pengembangan sepak bola dengan negara tersebut.

Rencana Persebaya Surabaya TC di Australia sebenarnya bukan hal baru. Klub berjuluk Bajul Ijo itu pernah menjalin kerja sama serupa pada 2018. Saat itu, Persebaya mengirim tim junior ke Australia dan menerima kunjungan tim junior dari negara tersebut ke Surabaya. Program tersebut sempat berjalan baik sebelum akhirnya terhenti akibat pandemi Covid-19.

Kini, setelah situasi kembali normal, manajemen Persebaya ingin melanjutkan kerja sama tersebut dengan skala yang lebih besar.

“Kita akan mengawali latihan musim depan dengan program ke sana. Biasanya kita mulai Januari, tapi ini masih menunggu kepastian jadwal. Nanti akan kita follow up lagi terkait pemberangkatan,” ujar salah satu petinggi klub dalam pernyataannya.

Yang menarik, kali ini bukan hanya tim junior yang terlibat. Tim senior Persebaya juga direncanakan ikut dalam program latihan di Australia.

Melanjutkan Kerja Sama Lama

Kerja sama antara Persebaya dan pihak Australia sebenarnya sudah terjalin cukup lama. Pada 2018, program pertukaran tim junior dilakukan dengan tujuan meningkatkan kualitas pemain muda melalui pengalaman internasional.

Hasilnya pun terlihat nyata. Salah satu pemain yang pernah ikut program tersebut adalah Rizky Ridho. Bek tim nasional Indonesia itu kini menjadi salah satu pemain penting bagi klub maupun Timnas.

Manajemen Persebaya menilai pengalaman internasional sangat penting bagi perkembangan pemain.

“Dulu kita kirim tim junior ke sana, kemudian mereka juga kirim tim junior mereka ke sini. Itu sudah berjalan sebelum Covid-19. Sekarang kita ingin lanjutkan lagi,” jelasnya.

Selain program latihan, Persebaya juga ingin memperluas kerja sama ke bidang pengembangan pemain dan teknologi olahraga.

Fokus Sport Science

Salah satu alasan utama Persebaya memilih Australia sebagai lokasi TC adalah keunggulan negara tersebut dalam bidang sport science.

Australia dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem pengembangan olahraga terbaik di dunia. Bahkan, teknologi sport science mereka disebut-sebut menjadi salah satu yang paling maju secara global.

“Sport science di Australia itu juara dunia. Bahkan Amerika kalah dalam beberapa aspek. Jadi ini momen yang bagus untuk belajar,” katanya.

Program ini juga berpotensi masuk dalam agenda kerja sama internasional antara Jawa Timur dan Australia Barat. Tahun ini merupakan peringatan 35 tahun hubungan sister province antara kedua wilayah tersebut.

Jika terealisasi, TC Persebaya di Australia bukan hanya berdampak pada klub, tetapi juga memperkuat hubungan olahraga antarwilayah.

Evaluasi Internal dan Pembenahan StadionS

Selain mempersiapkan TC di luar negeri, manajemen Persebaya juga mengakui masih banyak pekerjaan rumah di dalam klub. Evaluasi dilakukan di berbagai lini, baik dari sisi manajemen, tim, hingga fasilitas stadion.

Menurutnya, pembenahan internal harus dimulai dari klub sendiri sebelum menuntut perubahan dari pihak lain.

“Kita jujur saja masih banyak kekurangan. Makanya sekarang sedang kita evaluasi semua lini. Kita tata lagi tugas di masing-masing bagian,” ujarnya.

Salah satu yang turut disoroti adalah kondisi stadion di Indonesia. Ia menyinggung perubahan desain stadion yang sempat dilakukan ketika Indonesia bersiap menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Saat itu, banyak stadion harus menghilangkan sekat antara tribun dan lapangan sesuai standar FIFA. Tujuannya untuk menciptakan sistem evakuasi yang lebih aman bagi penonton.

“Menurut standar FIFA, kalau ada apa-apa, yang paling aman adalah penonton turun ke lapangan. Makanya banyak sekat dibongkar,” jelasnya.

Tantangan Suporter dan Media Sosial

Di sisi lain, ia juga menyoroti fenomena komunitas suporter muda yang berkembang pesat melalui media sosial. Banyak anggota komunitas berusia sangat muda, bahkan di bawah 16 tahun.

Fenomena ini dianggap perlu diatur agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Ia mencontohkan kebijakan baru di Australia yang akan melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial mulai 2026.

“Di Australia sekarang sedang diuji coba. Anak umur 16 tahun tidak boleh punya media sosial. Itu sudah disahkan,” katanya.

Menurutnya, aturan semacam itu dapat menjadi inspirasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan suporter sepak bola.

Upaya Meredam Rivalitas Suporter

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung rivalitas antar-suporter di Indonesia yang masih sering memicu konflik.

Beberapa klub, menurutnya, sudah mulai melakukan pendekatan dialog dengan komunitas suporter untuk meredam ketegangan. Contohnya kerja sama antara suporter Persebaya dan suporter Persija Jakarta.

Melalui berbagai kegiatan bersama, kedua kelompok suporter mencoba membangun hubungan yang lebih positif.

“Komunitas-komunitas itu kita jahit bersama. Jadi kalau mereka datang ke sini kita sambut, kalau kita ke sana mereka juga menyambut,” ujarnya.

Langkah-langkah kecil seperti ini diyakini dapat membantu mengurangi konflik suporter yang selama ini menjadi masalah besar dalam sepak bola Indonesia.

Dengan berbagai program pengembangan, termasuk rencana TC Persebaya Surabaya di Australia, manajemen berharap klub dapat berkembang lebih profesional sekaligus menciptakan lingkungan sepak bola yang lebih sehat.

Editor : Anggi Septian A.P.
#TC Persebaya Australia #persebaya surabaya #Rizky Ridho Persebaya