Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ahsanul Qosasi, Tokoh Madura yang Bangun Koperasi dari Modal Rp15 Juta hingga Aset Rp38 Miliar, Kisah Inspiratif Penggerak Ekonomi Rakyat

Izahra Nurrafidah • Selasa, 10 Maret 2026 | 16:40 WIB

Ahsanul Qosasi, Tokoh Madura yang Bangun Koperasi dari Modal Rp15 Juta hingga Aset Rp38 Miliar, Kisah Inspiratif Penggerak Ekonomi Rakyat
Ahsanul Qosasi, Tokoh Madura yang Bangun Koperasi dari Modal Rp15 Juta hingga Aset Rp38 Miliar, Kisah Inspiratif Penggerak Ekonomi Rakyat

BLITAR - Nama Ahsanul Qosasi dikenal luas sebagai tokoh yang memiliki kiprah panjang di berbagai bidang, mulai dari dunia keuangan negara, politik, hingga pemberdayaan ekonomi rakyat. Perjalanan hidup Ahsanul Qosasi menjadi cerita inspiratif tentang bagaimana sebuah koperasi kecil yang dimulai dengan modal Rp15 juta bisa berkembang menjadi lembaga ekonomi dengan aset mencapai Rp38 miliar.

Ahsanul Qosasi lahir di Sumenep, Madura, pada 10 Januari 1968. Ia merupakan putra dari ulama besar sekaligus tokoh metafisika Madura, Kyai Haji Bahauddin Mudhary. Latar belakang keluarga religius tersebut membentuk karakter kepemimpinan dan kepedulian sosial yang kuat dalam dirinya.

Saat ini, Ahsanul Qosasi mengemban amanah sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Namun sebelum meniti karier sebagai pejabat negara, ia telah lebih dulu dikenal sebagai sosok penggerak ekonomi masyarakat kecil melalui konsep koperasi berbasis microfinance.

 

Perjalanan Pendidikan dan Karier Ahsanul Qosasi

Ahsanul Qosasi menyelesaikan pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Pancasila. Ia kemudian melanjutkan studi magister di Jose Rizal University, Manila, Filipina. Selain itu, ia juga meraih gelar master dari Universitas Pancasila serta gelar doktor dari Universitas Padjadjaran, Bandung.

Pengalaman profesionalnya cukup panjang. Sebelum menjadi auditor negara, Ahsanul Qosasi pernah berkarier sebagai bankir selama 20 tahun. Bahkan ia tercatat sebagai kepala cabang bank termuda saat usianya baru 26 tahun.

Karier politiknya dimulai saat terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2009–2014. Di parlemen, ia dikenal sebagai sosok yang kritis namun memiliki gaya bicara sistematis dan terukur. Pengalamannya di bidang keuangan membuatnya dipercaya memimpin Komisi XI DPR RI.

Selama di DPR, ia terlibat dalam penyusunan sembilan undang-undang terkait keuangan negara yang memiliki dampak besar bagi sistem pengelolaan keuangan di Indonesia.

 

Membangun Koperasi dari Modal Kecil

Salah satu kontribusi terbesar Ahsanul Qosasi adalah di bidang pemberdayaan ekonomi rakyat melalui koperasi.

Konsep ini berawal dari pengalamannya mempelajari sistem microcredit di Filipina dan Bangladesh dari peraih Nobel, Muhammad Yunus. Ia kemudian mengadaptasi konsep tersebut dengan model tanggung renteng khas Indonesia.

Program tersebut dikenal dengan konsep Kutabumi (Kerja Untung Tabung).

Awalnya, koperasi yang ia dirikan hanya memiliki kantor sederhana di kawasan Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Koperasi itu didirikan bersama 21 anak muda dengan modal awal Rp15 juta.

Namun perjalanan tidak mudah. Dalam dua tahun pertama, sebagian besar anggota tim mundur karena penghasilan yang sangat kecil. Dari 21 orang, hanya sembilan orang yang bertahan.

Ahsanul Qosasi tidak menyerah. Ia rutin mengumpulkan anggota yang tersisa setiap malam untuk mengajarkan pembukuan, penyusunan neraca, hingga sistem cash flow bagi usaha kecil.

Pendekatan pendampingan langsung ini ternyata membuahkan hasil.

Pinjaman awal sebesar Rp400 ribu kepada pedagang kecil mulai berkembang menjadi Rp1 juta dengan sistem dana bergulir yang semakin besar.

 

Kini Memiliki Lebih dari 10.000 Anggota

 

Lima tahun setelah berdiri, koperasi tersebut berkembang pesat. Kantor koperasi diperluas menjadi gedung tiga lantai dengan puluhan karyawan.

Koperasi yang kini dikenal sebagai Koperasi Putra Swadaya Merpati memiliki lebih dari 10.000 anggota.

Asetnya telah mencapai Rp38 miliar dengan perputaran dana harian yang membantu ribuan pelaku usaha kecil seperti pedagang pasar, tukang bakso, penjual bubur, hingga pedagang sayur.

Keberhasilan ini menjadikan Ahsanul Qosasi dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin).

 

Aktif di Pertanian, Sepak Bola, dan Pendidikan

Tak hanya di bidang koperasi, Ahsanul Qosasi juga aktif dalam berbagai organisasi. Ia pernah menjadi pengurus PSSI selama sekitar 10 tahun dan kini menjadi pembina sekaligus presiden klub sepak bola Madura United FC.

Di sektor pertanian, ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum HKTI yang aktif membina koperasi pertanian dan kelompok tani di berbagai daerah.

Selain itu, Ahsanul Qosasi juga berperan di dunia akademik sebagai dosen di Universitas Airlangga. Ia mengajar mahasiswa program sarjana dan pascasarjana di bidang ekonomi dan manajemen.

Universitas Airlangga bahkan tertarik mengembangkan sistem microcredit berbasis pemberdayaan masyarakat yang ia gagas.

 

Raih Bintang Jasa dari Presiden Jokowi

Atas berbagai kontribusinya bagi negara dan masyarakat, Ahsanul Qosasi dianugerahi Bintang Jasa Utama oleh Presiden Joko Widodo pada 2019.

Ia juga pernah meraih penghargaan sebagai Best Muslim Entrepreneur pada 2004 dan Most Creative Entrepreneur pada 2006.

Kini, Ahsanul Qosasi juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Universitas Bahauddin Mudhary Madura (UNIBA Madura), sebagai bentuk penghormatan terhadap nama ayahnya

Bagi Ahsanul Qosasi, kunci kesuksesan hidup adalah menjaga pertemanan dan menghindari konflik.

“Pertemanan itu penting. Jangan membuat isu permusuhan yang bisa memecah persahabatan,” ujarnya.

Dari Madura untuk Indonesia, perjalanan hidup Ahsanul Qosasi menjadi bukti bahwa kerja keras dan kepedulian terhadap masyarakat kecil mampu melahirkan perubahan nyata bagi banyak orang.

Editor : Anggi Septian A.P.
#pemberdayaan ekonomi rakyat #tokoh madura #Ahsanul Qosasi #Koperasi Putra Swadaya Merpati #Microfinance Indonesia