BLITAR – Pertandingan pekan ke-25 Liga 1 Super League 2026 menyajikan drama yang luar biasa saat Bhayangkara FC menjamu Arema FC.
Dalam laga yang berlangsung panas tersebut, tim tuan rumah yang berjuluk The Guardian berhasil membalikkan keadaan dan menang tipis 2-1 setelah Arema FC dipaksa bermain hanya dengan sembilan orang pemain akibat banjir kartu merah.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua tim langsung memperagakan permainan agresif. Arema FC yang datang sebagai tim tamu justru tampil sangat percaya diri dan berani menekan pertahanan tuan rumah.
Upaya Singo Edan akhirnya membuahkan hasil di masa injury time babak pertama. Tepat pada menit ke-45+1, Joel Vinicius berhasil memecah kebuntuan setelah memanfaatkan asis presisi dari Dalberto. Skor 0-1 untuk keunggulan Arema FC sempat membuat publik tuan rumah terdiam.
Namun, petaka bagi Arema FC dimulai tepat sebelum turun minum. Pada menit ke-45+8, bek andalan mereka, Pablo Oliveira, harus mandi lebih awal setelah menerima kartu merah langsung dari wasit akibat pelanggaran keras. Kehilangan satu pemain di lini belakang menjadi awal dari runtuhnya pertahanan Singo Edan.
Memasuki babak kedua, Bhayangkara FC yang unggul jumlah pemain langsung mengambil alih kendali permainan. Tekanan demi tekanan dilancarkan The Guardian ke jantung pertahanan Arema yang mulai kewalahan. Situasi semakin memburuk bagi tim tamu pada menit ke-70. Dalberto, yang sebelumnya memberikan asis untuk gol pembuka, justru menyusul rekan setimnya ke ruang ganti setelah mendapat kartu merah langsung.
Bermain dengan sembilan pemain membuat Arema FC praktis hanya bertahan total. Keunggulan jumlah pemain ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Bhayangkara FC. Pada menit ke-76, Privat Mbarga akhirnya sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah menerima umpan matang dari Mamadou Sidibe. Gol tersebut membakar semangat para pemain tuan rumah untuk mencari gol kemenangan.
Puncak drama terjadi di penghujung laga. Pada menit ke-88, wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang Arema FC. Matias Mier yang maju sebagai algojo penalti menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan tenang dan akuratnya berhasil mengecoh kiper Arema FC, mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Bhayangkara FC.
Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 2-1 tetap bertahan. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Bhayangkara FC untuk merangkak naik di klasemen sementara Liga 1 Super League 2026. Sebaliknya, bagi Arema FC, hasil ini merupakan kerugian besar mengingat mereka sempat memimpin laga sebelum drama dua kartu merah merusak skenario kemenangan mereka.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.