BLITAR – Persib Bandung semakin tak tergoyahkan di puncak klasemen Super League setelah melibas Persik Kediri dengan skor 3-0.
Namun, kemenangan manis di Stadion GBLA tersebut diwarnai isu miring yang memicu perdebatan panas di media sosial.
Muncul tudingan dari sejumlah pihak yang menyebut Persib "dibantu" oleh sosok yang mereka juluki 'Papa Erik Tohir', terutama setelah Maung Bandung mendapatkan dua penalti dalam laga tersebut.
Tak berhenti di situ, seorang netizen bahkan melayangkan tuduhan keji mengenai adanya match fixing, mengklaim bahwa Persik Kediri sengaja "menjual" poin demi uang. Tudingan tanpa bukti ini sontak membuat Bobotoh murka dan menyerbu akun provokator tersebut.
Di sisi lain, insiden memilukan terjadi pada wasit Thoriq Alkatiri usai memimpin laga Malut United vs PSM Makassar.
Thoriq menjadi korban pemukulan oknum suporter Malut United setelah menganulir gol David da Silva melalui pengecekan VAR.
Ironisnya, intimidasi juga dialami wartawan yang dipaksa menghapus rekaman video pemukulan tersebut oleh oknum official dan pemilik klub.
Sementara itu, dari internal Persib, manajemen memberikan klarifikasi terkait kualitas rumput GBLA yang dinilai "jerawatan".
Deputi CEO PT PBB, Aditya Putra Herawan, menegaskan bahwa meski secara optik kurang seragam, secara fisik rumput GBLA adalah salah satu yang terbaik dan paling aman dari risiko cedera pemain.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.