BLITAR - Persaingan di papan atas kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia semakin membara setelah Bhayangkara Presisi Indonesia FC sukses mengamankan poin penuh dalam laga krusial melawan Arema FC. Bertanding di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, tim berjuluk The Guardian tersebut menunjukkan mentalitas baja dengan membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal lebih dulu. Kemenangan tipis 2-1 ini tidak hanya mengamankan tiga poin, tetapi juga memperpanjang rekor impresif mereka di putaran kedua musim ini.
Pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Bhayangkara Presisi Indonesia FC yang tampil sebagai tuan rumah di Lampung sebenarnya mencoba mengambil inisiatif serangan lebih awal melalui pergerakan Iksan di sisi sayap. Namun, Arema FC yang datang dengan komposisi pemain identik saat mereka mengalahkan Dewa United, justru memberikan kejutan pahit di menit-menit awal babak pertama.
Sebuah kemelut di depan gawang yang dikawal Awan Setho Raharjo berhasil dimanfaatkan dengan cerdik oleh penyerang Arema FC, Jo Vinicius. Gol ke-11 Vinicius di kompetisi ini sempat membungkam publik tuan rumah dan membuat Bhayangkara Presisi Indonesia FC harus bekerja ekstra keras untuk mencari celah di lini pertahanan Singo Edan yang tampak sangat solid dan disiplin pada awal laga.
Kebangkitan The Guardian Melalui Skema Bola Mati
Tertinggal satu gol tidak membuat mental anak asuh tim tuan rumah runtuh. Perlahan tapi pasti, lini tengah yang digalang oleh para pemain asing mulai menemukan ritme permainan. Tekanan demi tekanan dilancarkan untuk membongkar pertahanan Arema yang dikawal ketat oleh lini belakang mereka. Kebangkitan ini akhirnya membuahkan hasil melalui skema bola mati yang menjadi kelemahan mendadak bagi tim tamu.
Berawal dari tendangan sudut yang terukur, Privat Mbarga muncul sebagai pahlawan penyama kedudukan. Tanpa pengawalan berarti dari dua pemain Arema FC, Privat berhasil menyundul bola dengan akurat ke pojok gawang. Gol ini seolah menjadi titik balik bagi Bhayangkara Presisi Indonesia FC untuk mendominasi jalannya sisa pertandingan di Stadion Sumpah Pemuda yang mulai dipenuhi sorak-sorai pendukung.
Drama Penalti Musa Madiba dan Rekor Lima Kemenangan Beruntun
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan tidak menurun. Kedua tim saling jual beli serangan, namun dewi fortuna tampaknya lebih berpihak pada tuan rumah. Pelanggaran keras di kotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih. Musa Madiba yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sangat dingin. Tendangan penaltinya gagal dibendung kiper Arema, sekaligus mencatatkan gol keenamnya selama putaran kedua ini.
Skor 2-1 bertahan hingga laga usai. Kemenangan ini memiliki arti yang sangat besar bagi Bhayangkara Presisi Indonesia FC. Ini merupakan kemenangan kelima mereka secara berturut-turut, sebuah pencapaian yang sangat langka di kompetisi musim ini. Konsistensi yang ditunjukkan tim ini membuktikan bahwa perombakan skuat di jeda kompetisi lalu membuahkan hasil yang sangat signifikan bagi performa tim di lapangan hijau.
Ancaman Nyata Bagi Penghuni Papan Atas Klasemen
Tambahan tiga poin dari laga ini membuat posisi mereka meroket di tabel klasemen sementara. Saat ini, mereka sukses bertengger di peringkat keenam, menggeser beberapa tim besar lainnya. Kehadiran mereka di posisi tersebut mulai memberikan tekanan psikologis yang nyata bagi tim-tim penghuni lima besar seperti Persita Tangerang, Malut United, Persija Jakarta, Borneo FC, dan sang juara bertahan Persib Bandung.
Dengan tren positif ini, para pengamat sepak bola memprediksi tim ini akan menjadi kuda hitam yang paling diwaspadai di sisa musim. Jika mampu mempertahankan performa klinis dan koordinasi antar pemain asing yang semakin padu, bukan tidak mungkin mereka akan segera menembus zona empat besar atau Championship Series. Fokus kini beralih ke pertandingan selanjutnya untuk melihat apakah rekor kemenangan ini akan terus berlanjut. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.