BLITAR - Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menjadi saksi bisu dominasi total Maung Bandung dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Hasil Persib Bandung vs Persik Kediri berakhir dengan skor mencolok 3-0 untuk kemenangan tuan rumah. Pertandingan yang berlangsung sengit sejak menit awal ini memperlihatkan tajamnya lini serang Persib yang dimotori oleh Beckham Putra dan kreativitas Ezra Walian yang tampil impresif melawan mantan timnya.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Persib Bandung langsung mengambil inisiatif serangan. Beckham Putra yang beroperasi di sisi kiri berkali-kali merepotkan barisan pertahanan Macan Putih. Melalui skema serangan balik cepat, intensitas tekanan yang diberikan anak asuh Bojan Hodak memaksa pemain bertahan Persik Kediri melakukan kesalahan fatal di area terlarang.
Petaka bagi Persik Kediri bermula ketika pergerakan mobile pemain Persib di gawang sisi selatan membuahkan pelanggaran keras. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih setelah pemain Persib dijatuhkan di kotak penalti. Tyronne del Pino yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sangat dingin. Dengan ancang-ancang yang cukup jauh, ia melepaskan sepakan keras ke pojok gawang yang gagal dihalau kiper Persik. Skor 1-0 ini pun mengubah atmosfer pertandingan menjadi kian panas.
Baca Juga: Ratusan Anak Yatim di Blitar Diajak Belanja Baju Lebaran
Dominasi Penalti dan Ketajaman David da Silva
Tak butuh waktu lama bagi tuan rumah untuk menggandakan keunggulan. Hasil Persib Bandung vs Persik Kediri kian menjauh setelah Beckham Putra kembali dijatuhkan oleh barisan belakang Persik. Tarikan yang jelas di dalam kotak penalti membuat wasit kembali memberikan hadiah penalti kedua bagi Maung Bandung. Kali ini, bomber haus gol David da Silva maju sebagai algojo.
Meskipun arah bola sempat terbaca oleh penjaga gawang Persik, Leo Navacchio, namun kekuatan power dari tendangan David da Silva tak mampu dibendung. Bola meluncur deras ke sisi kanan gawang, mengubah skor menjadi 2-0. Keunggulan dua bola ini membuat kepercayaan diri pemain Persib meningkat drastis, sementara Persik Kediri tampak kesulitan keluar dari tekanan dan membangun serangan yang efektif.
Gol Kolektif yang Menawan
Memasuki pertengahan babak, Persib Bandung menunjukkan kelasnya sebagai tim dengan kerja sama yang solid. Tidak hanya mengandalkan bola mati, gol ketiga lahir dari skema permainan terbuka (open play) yang sangat cantik. Berawal dari umpan matang di lini tengah, bola dialirkan kepada Putros yang melakukan overlap dari sisi sayap.
Putros kemudian melepaskan crossing akurat ke jantung pertahanan lawan. Di sana, pemain depan Persib sudah menunggu dan dengan sekali sentuhan berhasil mengoyak jala gawang Persik untuk ketiga kalinya. Skema gol kolektif ini menutup perlawanan Persik Kediri malam itu. Hingga peluit panjang dibunyikan, Hasil Persib Bandung vs Persik Kediri tetap bertahan di angka 3-0.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Persib Bandung untuk terus merangkak naik ke papan atas klasemen. Sebaliknya, bagi Persik Kediri, kekalahan telak ini menjadi bahan evaluasi besar, terutama di sektor pertahanan yang dianggap terlalu mudah memberikan ruang bagi lawan. Dukungan penuh Bobotoh di GBLA benar-benar menjadi pemain kedua belas yang membakar semangat juang para punggawa Maung Bandung sepanjang 90 menit pertandingan.
Dengan hasil ini, Persib Bandung membuktikan bahwa markas mereka masih menjadi tempat yang angker bagi lawan-lawannya. Performa gemilang Beckham Putra dan ketajaman para eksekutor penalti menjadi catatan khusus dalam laga pekan ini yang diprediksi akan meningkatkan engagement pecinta sepak bola nasional di ranah digital. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.