BLITAR - Persib Bandung sukses mengamankan poin penuh saat menjamu Persik Kediri dalam laga pekan ke-25 Liga 1 musim ini. Pertandingan bertajuk Derby Biru-Ungu yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tersebut berakhir dengan kemenangan meyakinkan bagi tuan rumah. Hasil Persib Bandung vs Persik Kediri ini semakin memperkokoh posisi Maung Bandung di puncak klasemen sementara sekaligus menjaga rekor 100 persen kemenangan kandang mereka.
Laga Persib Bandung vs Persik Kediri kali ini menyajikan drama yang luar biasa sejak peluit pertama dibunyikan. Tim asuhan Bojan Hodak tampil sangat agresif dengan menerapkan skema high pressing sepanjang 90 menit. Strategi ini terbukti efektif meredam agresivitas lini tengah Macan Putih yang dikomandoi oleh Adrian Luna dan Iman Garcia. Dominasi Persib di babak pertama membuahkan dua tendangan penalti yang dieksekusi dengan sempurna oleh Tom Haye dan Andrew Jung, membawa Persib unggul cepat.
Namun, di balik kemenangan tersebut, sorotan utama justru tertuju pada sosok di bawah mistar gawang Maung Bandung. Teja Paku Alam menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kiper terbaik di Indonesia saat ini. Dalam laga Persib Bandung vs Persik Kediri, Teja melakukan penyelamatan krusial, termasuk menepis tendangan bebas mematikan dari mantan pemain Persib, Ezra Walian. Penampilan impresif ini mencatatkan penyelamatan ke-40 bagi Teja musim ini, sekaligus membukukan 15 clean sheet yang fenomenal.
Baca Juga: Ratusan Anak Yatim di Blitar Diajak Belanja Baju Lebaran
Dominasi Penalti dan Ketajaman Andrew Jung
Persib Bandung benar-benar memanfaatkan setiap peluang di area kotak terlarang. Penalti yang didapat Tom Haye pada menit ke-22 menjadi pembuka keunggulan. Tidak berselang lama, giliran Andrew Jung yang mencatatkan namanya di papan skor melalui titik putih pada menit ke-38. Memasuki babak kedua, Andrew Jung kembali menunjukkan tajinya dengan mencetak gol kedua pada menit ke-52.
Dengan tambahan dua gol ini, Andrew Jung resmi menjadi pemain Persib pertama yang mencetak double digit gol musim ini. Penyerang asing ini membuktikan bahwa dirinya adalah predator kotak penalti yang sangat diandalkan Bojan Hodak. Meskipun Persik Kediri mencoba bangkit melalui koordinasi apik kaki ke kaki, duet lini belakang "Mabar" (Matricardi dan Barba) milik Persib terlalu tangguh untuk ditembus.
Kontroversi Wasit dan Absennya Matricardi
Kemenangan Persib ini sedikit ternoda oleh keputusan wasit Rio Permana Putra yang dianggap kontroversial oleh banyak pihak. Bek tangguh Persib, Matricardi, harus menerima kartu kuning pada menit ke-55 atas pelanggaran yang dalam tayangan ulang terlihat minim sentuhan. Kartu kuning ini merupakan yang keempat bagi sang pemain, yang berarti ia harus absen di laga krusial selanjutnya.
Banyak spekulasi bermunculan di kalangan suporter mengenai "settingan" agar lini pertahanan Persib melemah saat menghadapi Borneo FC pada 15 Maret mendatang. Mengingat duet Matricardi dan Barba adalah kunci mengapa Persib sulit dikalahkan, absennya salah satu dari mereka tentu menjadi kerugian besar bagi Maung Bandung. Namun, Bojan Hodak tampaknya telah menyiapkan rotasi pemain untuk menjaga kedalaman skuad.
Menuju Laga Penentuan Lawan Borneo FC
Kemenangan atas Persik Kediri ini membuat Persib kini unggul 4 poin dari Borneo FC yang membayangi di posisi kedua. Pertandingan berikutnya melawan Borneo FC akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi strategi Hodak. Jika mampu menang, Persib akan semakin sulit dikejar dalam perburuan gelar juara musim ini.
Di sisi lain, Persik Kediri harus pulang dengan tangan hampa. Meski tampil rapi di bawah kepemimpinan Ezra Walian, mereka gagal mengonversi peluang menjadi gol. Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk laga tandang Macan Putih musim ini. Bagi para pendukung, laga ini menjadi evaluasi besar, terutama di lini tengah yang tampak kewalahan saat menghadapi pressing tinggi pemain Persib.
Secara keseluruhan, laga ini membuktikan bahwa Persib Bandung bukan hanya sekadar tim yang mengandalkan keberuntungan, melainkan tim dengan kesiapan fisik dan taktik yang matang. Kini, mata seluruh pecinta sepak bola nasional tertuju pada laga pekan depan yang diprediksi akan menjadi penentu arah juara Liga 1. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.