Kekalahan menyakitkan Arema FC ini sekaligus memperpanjang rekor buruk mereka yang gagal meraih kemenangan dalam empat laga terakhir. Sebaliknya, hasil positif ini membuat Bhayangkara FC semakin melesat ke jajaran papan atas klasemen sementara, meninggalkan Arema FC yang masih tertahan di posisi ke-11 dengan koleksi 31 poin. Perbedaan nasib kedua tim di papan klasemen ini menunjukkan betapa krusialnya konsistensi dalam persaingan ketat musim ini.
Padahal, Arema FC sejatinya sempat membuka harapan setelah unggul 1-0 terlebih dahulu melalui penyelesaian apik Joel Vinicius. Namun, petaka mulai menghampiri Singo Edan menjelang akhir babak pertama. Bek asing Pablo Oliveira diusir keluar lapangan setelah menerima kartu merah, memaksa anak asuh Marcos Santos bermain dengan 10 pemain. Keunggulan jumlah pemain ini dimanfaatkan dengan baik oleh The Guardian—julukan Bhayangkara FC—untuk menyamakan kedudukan melalui aksi Privat Mbarga.
Drama Sembilan Pemain di Lampung
Memasuki babak kedua, situasi bukannya membaik bagi Singo Edan, melainkan justru semakin runyam. Pada menit ke-70, Dalberto menyusul Pablo ke ruang ganti setelah mendapatkan kartu merah kedua untuk timnya. Bermain hanya dengan sembilan pemain melawan sebelas penggawa Bhayangkara FC membuat lini pertahanan Arema digempur habis-habisan. Tak ada pilihan lain, Singo Edan terpaksa menumpuk pemain di area kotak penalti dan memilih strategi bertahan total demi mengamankan satu poin.
Namun, pertahanan gerendel yang dibangun Arema akhirnya runtuh tepat dua menit sebelum laga bubar. Wasit menunjuk titik putih untuk Bhayangkara FC setelah terjadi pelanggaran di area terlarang. Moussa Sidibe yang maju sebagai algojo tidak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut. Sepakan tenangnya sukses mengoyak jala Arema dan memastikan kemenangan 2-1 untuk tuan rumah. Kekalahan ini terasa sangat menyesakkan mengingat perjuangan keras para pemain Arema yang tampil spartan meski kalah jumlah personel.
Paul Munster Akui Arema Tim Tangguh
Meski menang, pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster, memberikan pujian setinggi langit bagi daya juang tim tamu. Menurutnya, mengalahkan Arema bukanlah perkara mudah meski mereka unggul jumlah pemain di lapangan. Paul mengakui bahwa strategi dan kualitas individu pemain Arema tetap memberikan ancaman nyata hingga peluit panjang berbunyi.
"Ini pertandingan yang sulit. Kami sudah tahu sejak awal bahwa Arema adalah tim yang kuat dan memiliki banyak pemain bagus. Sehingga kami harus fokus 100 persen. Bahkan dalam situasi 11 melawan 9 pemain pun mereka tetap tidak mudah ditaklukkan. Jika kami tidak fokus, mereka bisa saja menciptakan peluang dan menyulitkan kami," ujar Paul Munster dalam sesi jumpa pers usai laga.
Bagi Bhayangkara FC, hasil ini merupakan kemenangan kelima beruntun mereka, menyapu bersih laga melawan tim-tim besar termasuk Persebaya Surabaya dan Persik Kediri. Sementara bagi Arema, evaluasi total harus segera dilakukan oleh tim pelatih. Kegagalan memetik poin dari Madura United, Borneo FC, Bali United, dan kini Bhayangkara FC menunjukkan ada masalah serius dalam stabilitas mental dan kedisiplinan pemain yang harus segera dibenahi sebelum musim kompetisi berakhir.
Editor : Anggi Septian A.P.