Laga yang digelar di markas Bhayangkara Presisi Lampung FC ini berjalan sangat panas sejak peluit pertama dibunyikan. Dalam ringkasan hasil pertandingan Arema FC vs Bhayangkara FC, Singo Edan sebenarnya tampil sangat percaya diri di babak pertama. Kerja sama apik antara dua legiun asing asal Brasil membuahkan hasil di masa injury time babak pertama, tepatnya menit ke-45+1. Joel Vinicius sukses mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan matang dari Dalberto, mengubah kedudukan menjadi 0-1 untuk keunggulan Arema.
Namun, kegembiraan suporter Arema tidak bertahan lama karena petaka mulai muncul di penghujung babak pertama. Berdasarkan evaluasi hasil pertandingan Arema FC vs Bhayangkara FC, titik balik kehancuran Singo Edan dimulai pada menit ke-45+8 ketika bek Pablo Oliveira diganjar kartu merah langsung oleh wasit akibat pelanggaran keras. Situasi ini memaksa pelatih Marcos Santos memutar otak karena timnya harus memulai babak kedua hanya dengan 10 pemain di lapangan.
Tragedi Sembilan Pemain dan Penalti Menit Akhir
Memasuki babak kedua, tim tuan rumah yang dijuluki The Guardian langsung tancap gas. Tekanan gila-gilaan dilancarkan Bhayangkara FC untuk memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Alih-alih bangkit, penderitaan Arema FC justru semakin bertambah pada menit ke-70. Dalberto, yang sebelumnya memberikan asis, justru menyusul Oliveira ke ruang ganti lebih cepat setelah menerima kartu merah langsung. Bermain dengan hanya sembilan orang, pertahanan Arema pun mulai kewalahan menghadapi gempuran lawan.
Pemanfaatan celah di lini pertahanan Arema akhirnya membuahkan hasil bagi tuan rumah pada menit ke-76. Privat Mbarga sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memaksimalkan umpan dari Mamadou Sidibe. Stadion bergemuruh menyambut gol penyeimbang tersebut, sementara para pemain Arema tampak kelelahan menahan serangan yang datang bertubi-tubi dari segala arah.
Puncak drama terjadi tepat di menit ke-88. Wasit menunjuk titik putih setelah terjadi kemelut di kotak terlarang Arema FC. Matias Mier yang maju sebagai algojo penalti menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan akuratnya berhasil menaklukkan kiper Arema dan membalikkan keadaan menjadi 2-1. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah dan Bhayangkara FC resmi mengamankan tiga poin penuh lewat kemenangan yang sangat emosional.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi institusi Arema FC, terutama dengan hilangnya dua pilar asing akibat hukuman kartu di laga berikutnya. Bagi Aremania yang memantau perkembangan tim melalui portal berita di Blitar, hasil ini tentu memicu perdebatan panjang mengenai kepemimpinan wasit dan kedisiplinan pemain di lapangan. Skuad Singo Edan kini harus segera bangkit dan melakukan evaluasi total sebelum melakoni pertandingan pekan selanjutnya guna memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara Super League.
Editor : Anggi Septian A.P.