Pelatih berkebangsaan Brasil tersebut dilaporkan tengah didekati oleh Guarani Football Club B. Informasi yang dihimpun dari akun pemerhati transfer sepak bola nasional, @lonsevens, menyebutkan bahwa proses negosiasi antara Marcos Santos dan pihak Guarani sudah berjalan sejak Senin (9/3). Situasi ini tentu menjadi ancaman bagi stabilitas internal Arema FC yang sedang berjuang memperbaiki posisi di klasemen.
Guarani Football Club B kabarnya sangat berharap Marcos Santos bersedia menerima pinangan mereka dan segera meninggalkan tugasnya di Arema FC. Meski Marcos Santos baru bergabung dengan Singo Edan pada 26 Juni 2025 dan secara teoritis masih terikat kontrak, godaan untuk kembali ke kampung halaman dengan tawaran finansial yang lebih menggiurkan bisa saja mengubah peta kekuatan tim di tengah musim berjalan.
Statistik Minor dan Kekecewaan Suporter
Selama menahkodai Singo Edan, performa tim di bawah asuhan Marcos Santos memang kerap menjadi bahan evaluasi. Dari 24 pertandingan yang telah dilakoni di Super League 2025-2026, Arema FC tercatat hanya mampu mengemas 8 kemenangan, 6 hasil imbang, dan harus menelan 10 kekalahan pahit. Catatan inkonsistensi ini membuat banyak pihak meragukan tangan dingin sang pelatih dalam membawa tim ke papan atas.
Menariknya, reaksi Aremania terhadap rumor hengkangnya Marcos Santos justru tergolong unik. Alih-alih merasa sedih atau kehilangan, sebagian besar pendukung setia Singo Edan tampak tidak keberatan jika sang pelatih benar-benar gabung ke Guarani. Luapan kekecewaan Aremania ini bahkan sudah terlihat jelas menjelang laga lanjutan melawan Bhayangkara FC pada Selasa (10/3), di mana mereka secara vokal mendesak sang pelatih untuk segera angkat kaki.
Dilema Kontrak dan Menanti Kepastian Manajemen
Hingga saat ini, baik pihak manajemen Arema FC maupun Marcos Santos sendiri belum memberikan rilis resmi terkait isu negosiasi dengan klub Brasil tersebut. Publik sepak bola kini berada dalam masa penantian untuk melihat apakah manajemen akan mempertahankan sang pelatih hingga kontraknya berakhir atau justru merelakan kepergiannya demi penyegaran di kursi kepelatihan.
Marcos Santos memiliki peluang besar untuk keluar jika Guarani berani mengeluarkan dana kompensasi yang cukup untuk menebus sisa kontraknya. Bagi Arema, kehilangan pelatih di tengah musim tentu berisiko, namun tekanan besar dari suporter yang menginginkan perubahan bisa menjadi faktor penentu bagi manajemen dalam mengambil keputusan strategis di akhir musim 2026 ini.
Bagi penikmat sepak bola di Jawa Timur, termasuk yang berada di Blitar, perkembangan nasib pelatih Arema ini selalu menjadi magnet informasi. Akankah Singo Edan melakukan perombakan total di sektor kepelatihan, atau tetap bertahan dengan wajah lama? Kepastian ini sangat dinantikan mengingat ambisi tim untuk kembali menjadi kekuatan yang disegani di kancah sepak bola nasional.
Editor : Anggi Septian A.P.