Kondisi Persebaya Surabaya saat ini sedang berada di titik nadir setelah dihancurkan di Samarinda. Tavares menilai beberapa pilar Green Force tidak mampu menjalankan skema permainan cepat dan efektif yang ia inginkan. Aliran bola yang seringkali macet di lini tengah dan kerapuhan di sektor pertahanan menjadi alasan kuat bagi sang nakhoda asal Portugal tersebut untuk melakukan evaluasi total pada komposisi pemain musim depan.
Kekalahan telak tersebut seolah menjadi pintu pembuka bagi manajemen Persebaya Surabaya untuk melakukan perombakan besar-besaran. Apalagi, Presiden Klub kabarnya telah memasang target ambisius yakni menjadi juara pada musim 2026-2027. Untuk mencapai target tersebut, manajemen diprediksi akan mendatangkan pemain-pemain baru dengan kualitas Grade A dan memangkas nama-nama lama yang dianggap tidak memberikan kontribusi maksimal sepanjang musim ini.
Daftar Bintang yang Terancam Dicoret
Nama pertama yang secara mengejutkan masuk dalam radar evaluasi adalah Bruno Moreira. Meski menjadi ikon sayap dan memiliki torehan gol yang hampir menyamai legenda David Da Silva, gaya bermain Bruno dinilai terlalu lama menggiring bola. Hal ini dianggap menghambat skema serangan balik cepat ala Tavares. Walaupun kontraknya masih tersisa hingga akhir 2026, bukan tidak mungkin kebersamaan Bruno dengan Bajul Ijo akan berakhir lebih cepat demi efektivitas taktik.
Selain Bruno, posisi bek kanan yang ditempati Koko Ari Araya juga berada di ujung tanduk. Penampilannya musim ini dianggap menurun drastis dan seringkali menjadi titik lemah saat menggantikan Arif Catur Pamungkas. Rumor yang beredar menyebutkan bahwa Koko Ari kemungkinan besar akan dipulangkan ke Madura United pada bursa transfer mendatang. Sektor pertahanan kanan memang menjadi lubang besar yang paling sering dieksploitasi oleh lawan selama kompetisi berlangsung.
Masa Depan Ernando Ari dan Francisco Rivera di Ujung Tanduk
Spekulasi yang paling mengguncang Bonek Mania adalah kabar mengenai kemungkinan hengkangnya Ernando Ari. Kiper langganan Timnas Indonesia era John Hertman ini memang memiliki nama besar, namun kontraknya yang akan berakhir musim ini membuat posisinya rawan. Tavares dikabarkan menginginkan sosok penjaga gawang yang memiliki konsistensi sempurna dalam menjaga gawang, terutama setelah gawang Nando diberondong lima gol oleh Borneo FC.
Tak hanya di sektor kiper, Francisco Rivera yang selama ini dijuluki otak permainan di lini tengah pun tak luput dari ancaman pencoretan. Kendati memiliki visi bermain dan umpan-umpan akurat, Rivera dinilai kurang memiliki agresivitas yang diinginkan Tavares dalam transisi bertahan ke menyerang. Dengan kontrak yang juga akan segera kedaluwarsa, masa depan pemain asal Meksiko ini di Surabaya masih menjadi teka-teki besar.
Rencana perombakan total ini merupakan proyek besar yang paling berisiko sekaligus menjanjikan dalam sejarah modern klub. Keputusan final kini berada di tangan manajemen dan tim pelatih. Akankah Persebaya benar-benar melakukan "cuci gudang" total atau tetap mempertahankan tulang punggung tim lama? Yang pasti, perubahan adalah keharusan jika target juara musim 2026-2027 ingin diwujudkan menjadi kenyataan.
Editor : Anggi Septian A.P.