Potensi kehilangan sembilan pemain secara cuma-cuma menjadi ancaman nyata bagi Persebaya Surabaya. Dari daftar nama yang beredar, enam di antaranya merupakan pemain inti yang rutin menghiasi starting line-up pada paruh kedua musim ini. Kondisi ini tentu menjadi dilema berat bagi tim pelatih dan manajemen, mengingat peran mereka yang sangat vital dalam menjaga kedalaman skuad di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Ketegangan di internal Persebaya Surabaya semakin memuncak setelah sang kapten tim, Bruno Moreira, mendadak banjir kritikan dari para pendukung setia, Bonek Mania. Performa pemain asal Brasil tersebut dinilai mengalami penurunan drastis, terutama setelah kekalahan memalukan saat bertandang ke markas Borneo FC beberapa waktu lalu. Kritikan tajam ini seolah menjadi pelengkap ketidakpastian masa depan Bruno yang kontraknya dijadwalkan berakhir pada 30 April 2026.
Daftar Pemain Bintang di Ujung Kontrak
Dua posisi paling krusial yang terancam lowong adalah sektor penjaga gawang. Dua kiper andalan, Ernando Ari dan Andhika Ramadhani, sama-sama memasuki masa akhir kontrak. Ernando Ari yang merupakan pilar Timnas Indonesia tercatat memiliki kontrak hingga 31 Mei 2026, sementara Andhika berakhir pada 30 Juni 2026. Kehilangan kedua kiper ini tentu akan menjadi kerugian besar bagi pertahanan Bajol Ijo di musim mendatang.
Selain sektor kiper, lini tengah dan depan juga tidak kalah mengkhawatirkan. Jenderal lapangan tengah, Francisco Rivera, juga tercatat akan habis kontrak pada akhir Mei 2026. Tak hanya itu, deretan pemain asing seperti Leo Lelis, Risto Mitrevski, hingga penyerang yang baru bergabung, Bruno Paraiba dan Pedro Matos, semuanya memiliki durasi kontrak yang hanya tersisa hingga akhir musim 2025-2026.
Nama terakhir yang masuk dalam daftar adalah Rian Ardiansyah. Pemain yang datang dengan status pinjaman ini juga akan segera kembali ke klub asalnya pada akhir musim. Praktis, jika manajemen tidak bergerak cepat, wajah Persebaya Surabaya musim depan bisa berubah total karena eksodus besar-besaran pemain pilar mereka.
Evaluasi Total Menuju Musim Depan
Performa yang tidak stabil di fase akhir liga menjadi landasan kuat bagi manajemen untuk melakukan evaluasi total. Tekanan dari suporter untuk melakukan penyegaran skuad semakin kencang, terutama pasca rentetan hasil buruk yang menjauhkan Persebaya dari jalur juara. Manajemen kini dihadapkan pada dua pilihan sulit: memperpanjang kontrak pemain lama dengan risiko stagnasi performa, atau melepaskan mereka demi menyusun kekuatan baru yang lebih segar.
"Manajemen harus bergegas jika ingin memagari para pemain ini. Risiko kehilangan mereka secara cuma-cuma sangat besar dan bisa mengganggu persiapan pramusim," tulis laporan internal klub. Bonek Mania pun kini tengah menanti gebrakan apa yang akan diambil untuk menyelamatkan muka klub kebanggaan warga Surabaya ini.
Bagi penikmat sepak bola di Jawa Timur, termasuk di Blitar, perkembangan bursa transfer Persebaya selalu menjadi magnet informasi. Akankah manajemen berhasil mempertahankan tulang punggung tim, atau justru kita akan melihat perombakan skuad paling radikal dalam sejarah modern klub? Semua akan terjawab sebelum peluit akhir musim ini dibunyikan.
Editor : Anggi Septian A.P.