Target juara yang dipatok oleh Ernando Ari untuk Persebaya Surabaya bukannya tanpa alasan. Kiper yang akrab disapa Nando ini baru saja mencatatkan tonggak sejarah dengan melakoni pertandingan ke-100 bersama tim kebanggaan warga Surabaya tersebut. Sejak debutnya pada September 2021 melawan Borneo FC, Nando telah bertransformasi menjadi pilar tak tergantikan dengan catatan mentereng 32 clean sheet dari 100 laga yang telah dilaluinya.
"Saya tentu ingin membawa Persebaya Surabaya menjadi juara. Secara pribadi, ambisi saya adalah selalu tampil maksimal di setiap pertandingan, lalu memberikan kontribusi terbaik demi meraih gelar," ujar Nando dengan nada optimis. Meski persaingan di papan atas sangat sengit melawan tim-tim kuat seperti Persib Bandung dan Persija Jakarta, Nando yakin konsistensi adalah kunci bagi Green Force untuk tetap berada di jalur juara.
Ironi Bomber Baru yang Minim Menit Bermain
Namun, di balik optimisme Ernando Ari, terselip sorotan tajam dari Bonek Mania mengenai performa lini depan, khususnya terkait nasib pemain baru di putaran kedua. Ironisnya, nama Bruno Paraiba masuk dalam daftar pemain "miskin" menit bermain. Padahal, kedatangan penyerang asal Brasil ini diharapkan mampu menjadi mesin gol instan bagi Persebaya Surabaya.
Data menunjukkan bahwa Bruno Paraiba sejauh ini baru mencatatkan 19 menit bermain di lapangan. Angka ini tentu sangat kontras dengan ekspektasi besar yang dibebankan padanya saat bursa transfer paruh musim lalu. Minimnya jam terbang Bruno memicu tanda tanya besar; apakah ini masalah adaptasi taktik, kebugaran, ataukah ia kesulitan menembus skema utama tim pelatih?
Fenomena Pemain Baru yang 'Tenggelam' di Super League
Nasib kurang beruntung Bruno Paraiba ternyata juga dialami oleh banyak rekrutan anyar di klub besar lainnya. Fenomena pemain baru yang "tenggelam" ini menjadi tren unik di Super League musim ini. Sebut saja Kodai Tanaka di Dewa United dan kiper Cyrus Margono di Persija Jakarta yang bahkan belum mencicipi satu menit pun waktu bermain sejak didatangkan.
Persija juga memiliki nama-nama tenar seperti Shayne Pattynama yang baru mengoleksi 35 menit bermain, serta Mauro Zijlstra dan Pablo Ricardo yang masih menunggu kesempatan lebih besar. Di kubu Persib Bandung pun demikian; pemain internasional seperti Layvin Kurzawa dan Sergio Castel masih kesulitan mendapatkan peran signifikan di tim utama asuhan Bojan Hodak.
Menanti Pembuktian di Sisa Kompetisi
Super League 2025-2026 masih menyisakan laga-laga krusial sebelum musim berakhir. Bagi Persebaya Surabaya, konsistensi Ernando Ari di bawah mistar gawang harus dibarengi dengan bangkitnya daya gedor di lini depan. Bruno Paraiba harus segera membuktikan kualitasnya jika tidak ingin dicap sebagai rekrutan gagal di akhir musim nanti.
Bagi suporter di Jawa Timur, termasuk yang berada di Blitar, perkembangan skuad Green Force akan terus menjadi perhatian utama. Harapannya, integrasi antara pemain lama dan pemain baru dapat segera terjalin solid demi mewujudkan ambisi Ernando Ari mengangkat trofi juara di akhir musim 2026 nanti.
Editor : Anggi Septian A.P.