Kondisi internal Persebaya Surabaya ini mencuat ke publik di tengah performa tim yang masih belum stabil menjelang perayaan Idul Fitri 2026. Dalam lima laga terakhir, tim kebanggaan warga Surabaya ini hanya mampu mengumpulkan empat poin, hasil dari satu kemenangan, satu imbang, dan tiga kali menelan kekalahan. Catatan negatif ini memicu Bernardo Tavares untuk melakukan analisis mendalam terhadap komposisi tim dan potensi perombakan pemain guna mendongkrak posisi klasemen.
"Sekarang kami harus melihat kembali pertandingan ini dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi," tegas Bernardo Tavares terkait performa Persebaya Surabaya. Pernyataan sang juru taktik asal Portugal tersebut seolah menjadi sinyal bahwa pemain dengan kontribusi minim atau yang jarang mendapatkan kesempatan bisa saja terdepak atau dicoret dari rencana musim depan jika tidak segera membuktikan kualitasnya di sisa kompetisi.
Daftar Pemain dengan Menit Bermain Tersedikit
Berdasarkan data statistik yang dihimpun, Aleandro Maulana menjadi pemain dengan menit bermain paling rendah di skuad Green Force. Gelandang muda berusia 18 tahun jebolan Elite Pro Academy ini tercatat tiga kali masuk daftar susunan pemain, namun hanya pernah mencicipi rumput lapangan selama satu menit. Meskipun minim, faktor usia dan tahap adaptasi menjadi alasan logis mengapa pemain muda ini belum mendapatkan porsi besar di tim utama.
Kejutan besar justru datang dari sosok senior, Octavianus Fernando. Pemain sayap berusia 32 tahun ini telah 25 kali masuk dalam daftar susunan pemain, namun secara ironis hanya sekali dimainkan dengan durasi total tiga menit. Hal ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di sektor sayap dan tingginya standar yang ditetapkan pelatih untuk bisa menembus starting eleven.
Nasib Pemain Asing dan Lini Pertahanan
Striker asing asal Brasil, Bruno Paraiba, juga masuk dalam daftar pemain dengan menit bermain terbatas. Sejak bergabung pada paruh musim, striker berusia 31 tahun ini baru mencatatkan 43 menit bermain dari dua laga. Meski sudah menyumbangkan satu gol, kendala cedera ligamen disinyalir menjadi penghambat utama proses adaptasi Bruno untuk bisa tampil reguler sebagai ujung tombak serangan.
Di sektor pertahanan, nama Randy May menjadi sorotan. Bek tengah berusia 25 tahun ini sebenarnya sudah enam kali tampil, namun total menit bermainnya hanya menyentuh angka 90 menit. Padahal, Randy sudah 18 kali masuk dalam bangku cadangan. Setali tiga uang, gelandang muda Iksan Baihaqi juga mencatatkan waktu bermain yang sama, yakni 90 menit dari lima kali penampilan sebagai pemain pengganti.
Momentum Pembuktian di Sisa Musim
Ketimpangan distribusi menit bermain di skuad Green Force ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi manajemen. Para pemain yang selama ini lebih sering duduk di bangku cadangan dituntut untuk menunjukkan kerja keras ekstra di sesi latihan. Sisa kompetisi musim 2025-2026 akan menjadi panggung pertaruhan; apakah mereka mampu menciptakan kejutan dan merebut kepercayaan Tavares, atau justru harus rela angkat kaki dari Surabaya.
Bagi suporter setia di Jawa Timur, termasuk yang berada di Blitar, perubahan komposisi ini diharapkan mampu membawa angin segar. Momentum menjelang akhir musim harus dimanfaatkan dengan maksimal agar Persebaya bisa kembali ke jalur kemenangan dan mengakhiri kompetisi dengan raihan yang lebih membanggakan.
Editor : Anggi Septian A.P.