Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Gemilang di Sirkuit Buriram, Rider Indonesia Veda Ega Pratama dan Mario Aji Tembus Q2 MotoGP 2026 Seri Pembuka

Vicky Hernanda • Kamis, 12 Maret 2026 | 14:00 WIB

 

Gemilang di Sirkuit Buriram
Gemilang di Sirkuit Buriram

BLITAR – Harapan publik Indonesia untuk melihat pembalap tanah air bersaing di pentas dunia kian membuncah. Pada seri pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, dua rider muda Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Aji, mencatatkan prestasi membanggakan dengan berhasil menembus sesi Kualifikasi 2 (Q2). Keberhasilan ini menjadi sinyal positif di awal musim kompetisi yang sangat dinanti.

Veda Ega Pratama, yang menjalani debutnya di kelas Moto3, tampil sangat impresif sejak sesi free practice (latihan bebas) pertama. Ia berhasil menempati posisi keenam, sebuah capaian luar biasa bagi seorang debutan di lintasan yang penuh tekanan. Konsistensi Veda berlanjut pada sesi practice di mana ia berhasil mengamankan posisi kedelapan, yang secara otomatis membawanya melaju ke Q2.

Tidak mau ketinggalan, Mario Aji yang berlaga di kelas Moto2 juga menunjukkan performa solid. Di tengah kondisi cuaca Buriram yang berubah-ubah—sempat mendung hingga hujan—Mario berhasil mengamankan posisi kelima di jajaran sepuluh besar pembalap tercepat. Hasil ini menempatkan Mario di posisi strategis untuk bersaing memperebutkan grid depan pada balapan hari Sabtu besok.

Momentum Kebangkitan Rider Indonesia

Keberhasilan Veda dan Mario di Buriram disebut sebagai bagian dari momentum kebangkitan talenta muda Indonesia. Sebelumnya, dunia balap sempat dihebohkan oleh aksi Aldi Satya Mahendra yang mencetak sejarah dengan meraih podium kedua di ajang World Supersport di Philip Island, setelah memacu motornya dari posisi ke-28.

Pengamat balap senior, Joni Lono Mulia, menilai bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari ekosistem pembinaan yang semakin matang. Program latihan intensif seperti Pertamina Enduro bersama VR46 Riders Academy menjadi jembatan krusial. "Kehadiran program seperti ini bukan sekadar soal sponsor, tapi memberikan akses bagi pembalap kita untuk menimba ilmu langsung dari mentor kelas dunia seperti Francesco Bagnaia, Marco Bezzecchi, dan Franco Morbidelli," ujar Joni.

Musim Terakhir Era 1000cc

Musim 2026 ini juga menjadi tahun yang emosional bagi para pecinta MotoGP. Ini adalah musim terakhir motor MotoGP menggunakan mesin berkapasitas 1000cc. Mulai tahun 2027, regulasi akan berubah dengan menurunkan kapasitas mesin menjadi 850cc. Hal ini membuat persaingan musim ini terasa lebih kompetitif karena setiap pabrikan ingin menutup era 1000cc dengan catatan manis.

Pada sesi MotoGP di Buriram, Marco Bezzecchi tampil mendominasi dengan memecahkan rekor waktu tercepat (lap record) di sesi practice. Ia diikuti oleh Marc Marquez di posisi kedua dan Fabio Di Giannantonio di posisi ketiga. Sementara itu, nama-nama besar seperti Pedro Acosta, Jorge Martin, dan Alex Marquez juga menunjukkan performa yang patut diwaspadai sepanjang akhir pekan ini.

Melihat peta persaingan, banyak pihak menjagokan Marc Marquez sebagai kandidat terkuat juara dunia 2026. Namun, dengan peningkatan performa dari Aprilia RS-GP dan kematangan strategi pembalap seperti Pedro Acosta, musim ini diprediksi tidak akan berjalan mulus bagi dominasi satu pihak saja. Bagi penggemar di tanah air, doa dan dukungan tentu terus mengalir agar Veda Ega Pratama dan Mario Aji mampu memberikan performa terbaik saat race berlangsung pada Minggu siang mendatang. (*)

Editor : Anggi Septian A.P.
#Pertamina Enduro #veda ega pratama #Mario Aji #buriram #MotoGP 2026