JAKARTA – Penampilan pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama kembali mencuri perhatian menjelang seri kedua Moto3 musim 2026. Rider berusia 17 tahun tersebut menunjukkan perkembangan pesat dan berhasil menembus barisan depan dalam sesi kualifikasi.
Performa impresif itu terjadi di lintasan Autódromo Internacional Ayrton Senna, Brasil. Pada sesi Q2, Veda mampu mencatat waktu kompetitif dan menempatkan dirinya di posisi keempat pada starting grid.
Hasil ini menjadi peningkatan dibandingkan seri pembuka di Chang International Circuit, di mana ia memulai balapan dari posisi kelima. Progres tersebut membuat tim Honda Team Asia semakin yakin terhadap potensi besar pembalap asal Gunungkidul itu.
Perkembangan Pesat di Moto3
Sejak awal sesi kualifikasi, Veda langsung tampil agresif. Dalam lima menit pertama Q2, ia bahkan sempat memimpin catatan waktu sementara sebelum akhirnya digeser oleh beberapa pembalap lain.
Namun pada percobaan lap berikutnya, Veda kembali memperbaiki waktunya hingga mencatat sekitar 1 menit 40 detik lebih. Catatan tersebut cukup untuk mengamankan posisi keempat di grid start.
Pole position sendiri diraih pembalap Spanyol David Almansa, yang tampil luar biasa dengan memecahkan rekor lap di sirkuit tersebut. Sementara posisi dua dan tiga ditempati oleh Álvaro Carpe dan Adrián Fernández.
Baca Juga: Demi Kualitas dan Kebersihan, Warga Blitar Pilih Produksi Kue Lebaran Mandiri
Meski demikian, posisi keempat tetap menjadi hasil penting bagi Veda karena memberinya peluang besar bersaing di grup terdepan sejak awal balapan.
Teknik Balap Semakin Matang
Salah satu faktor yang membuat performa Veda meningkat adalah kemampuannya beradaptasi dengan motor Honda NSF250RW.
Motor tersebut dikenal memiliki karakter yang cukup menantang bagi pembalap muda. Namun di Brasil, Veda terlihat semakin nyaman mengendalikan motornya.
Ia tampil lebih stabil saat melakukan pengereman keras sebelum tikungan dan mampu menjaga momentum ketika keluar dari tikungan dengan kontrol gas yang halus.
Perbaikan kecil dalam teknik balap tersebut terbukti memberikan dampak signifikan terhadap catatan waktunya di lintasan.
Debut Menjanjikan Pembalap Indonesia
Perjalanan Veda menuju Moto3 tidak terjadi secara instan. Sebelumnya ia telah mengasah kemampuan di berbagai kompetisi pembinaan pembalap muda.
Veda pernah tampil di Asia Talent Cup dan juga Red Bull MotoGP Rookies Cup.
Di ajang Rookies Cup musim 2025, ia bahkan berhasil finis sebagai runner-up. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting saat menghadapi kerasnya persaingan di Moto3.
Debutnya di kelas ini pun langsung menarik perhatian banyak pengamat karena mampu tampil kompetitif di tengah rombongan besar pembalap muda dunia.
Balapan Brasil Jadi Ujian Berikutnya
Balapan seri Brasil sendiri dijadwalkan berlangsung pada 23 Maret 2026 di Autódromo Internacional Ayrton Senna.
Start dari barisan depan memberi keuntungan besar bagi Veda untuk menghindari insiden di tengah rombongan pembalap, yang sering terjadi di kelas Moto3.
Jika mampu mempertahankan ritme balap seperti yang ditunjukkan selama latihan dan kualifikasi, bukan tidak mungkin pembalap muda Indonesia tersebut mampu menciptakan kejutan besar di lintasan.
Bagi penggemar balap motor Indonesia, perkembangan Veda menjadi harapan baru munculnya pembalap Tanah Air yang mampu bersaing di level Grand Prix dunia.
Perjalanan menuju level tertinggi memang masih panjang, tetapi langkah awal yang kuat sering kali menjadi pertanda lahirnya bintang besar di masa depan.
Editor : Anggi Septian A.P.