JAKARTA - Tidak hanya menguasai bisnis di dalam negeri, sejumlah pengusaha besar Tanah Air juga mulai melebarkan pengaruhnya ke dunia sepak bola internasional. Fenomena konglomerat Indonesia pemilik klub luar negeri semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir, terutama di liga-liga Eropa.
Kehadiran para konglomerat Indonesia pemilik klub luar negeri ini menunjukkan bahwa sepak bola global telah menjadi industri yang menarik bagi investor. Selain potensi keuntungan finansial, kepemilikan klub sepak bola juga dianggap mampu meningkatkan citra dan jaringan bisnis para pengusaha di kancah internasional.
Beberapa nama besar bahkan telah mengakuisisi atau membeli saham klub di berbagai negara seperti Inggris, Italia, hingga Belgia. Berikut deretan konglomerat Indonesia pemilik klub luar negeri yang berhasil menanamkan investasi di dunia sepak bola internasional.
Baca Juga: MotoGP Brasil 2026: Marc Marquez Terancam, Lima Rival Siap Jegal Ambisi Juara Dunia
Bakrie Group dan Klub Belgia Cercle Brugge
Salah satu konglomerat Indonesia yang pernah dikaitkan dengan kepemilikan klub di Eropa adalah Bakrie Group.
Kelompok usaha besar ini dikenal memiliki berbagai bisnis di sektor energi, infrastruktur, hingga media. Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa mereka juga memiliki keterlibatan dalam klub sepak bola Belgia, Cercle Brugge.
Klub tersebut berbasis di kota Brugge, Belgia, dan sempat menjadi tempat berkembangnya sejumlah pemain muda. Beberapa talenta asal Indonesia juga pernah mendapat kesempatan untuk berlatih maupun bermain di klub tersebut.
Erick Thohir dan Oxford United
Nama berikutnya yang cukup dikenal di dunia sepak bola internasional adalah Erick Thohir.
Menteri BUMN yang juga menjabat sebagai Ketua PSSI periode 2023–2027 ini diketahui memiliki saham di klub Inggris Oxford United.
Oxford United saat ini berkompetisi di kasta ketiga Liga Inggris. Selain itu, Erick Thohir juga dikenal pernah memiliki saham di klub besar Italia, Inter Milan, sebelum akhirnya melepas kepemilikannya.
Di Indonesia sendiri, Erick juga pernah menjadi pemilik klub Persis Solo, yang kini berlaga di Liga 1.
Hartono Bersaudara dan Como 1907
Salah satu investasi paling menarik datang dari dua orang terkaya di Indonesia, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono.
Melalui perusahaan investasi mereka, kedua pengusaha tersebut mengakuisisi klub Italia Como 1907 pada tahun 2019.
Saat itu Como sedang mengalami masa sulit setelah sempat bangkrut. Namun sejak berada di bawah kepemilikan grup Djarum, klub tersebut perlahan bangkit dan kembali bersaing di kompetisi Serie B.
Menariknya, Como 1907 juga berhasil menarik perhatian sejumlah tokoh sepak bola dunia. Salah satunya adalah legenda Arsenal dan tim nasional Prancis, Thierry Henry, yang ikut bergabung sebagai pemegang saham klub.
Sandiaga Uno dan Tranmere Rovers
Selain nama-nama tersebut, pengusaha Indonesia Sandiaga Uno juga pernah dikaitkan dengan investasi klub sepak bola di Inggris.
Melalui perusahaan investasi miliknya, Sandiaga disebut memiliki saham di klub Tranmere Rovers.
Klub yang bermarkas di Birkenhead ini berkompetisi di English Football League Two, atau dua tingkat di bawah Premier League.
Meski tidak sebesar klub-klub papan atas Inggris, kepemilikan saham tersebut menunjukkan bahwa minat investor Indonesia terhadap sepak bola Eropa cukup tinggi.
Fenomena Investor Indonesia di Sepak Bola Dunia
Kehadiran para konglomerat Indonesia pemilik klub luar negeri menandakan bahwa sepak bola telah menjadi industri global yang sangat menarik bagi investor.
Selain memberikan potensi keuntungan finansial, kepemilikan klub juga membuka peluang kolaborasi internasional, termasuk pengembangan pemain muda dari Indonesia ke kompetisi Eropa.
Jika tren ini terus berkembang, bukan tidak mungkin akan semakin banyak pengusaha Indonesia yang terlibat dalam kepemilikan klub sepak bola dunia.
Hal tersebut tentu bisa menjadi peluang besar bagi perkembangan sepak bola nasional, terutama dalam membuka akses bagi talenta muda Indonesia untuk berkarier di kompetisi internasional.
Editor : Anggi Septian A.P.