JAKARTA – Krisis Ducati di MotoGP 2026 mulai menjadi sorotan setelah balapan pembuka musim di MotoGP Thailand Grand Prix menghadirkan hasil mengejutkan bagi pabrikan asal Italia tersebut. Dominasi yang selama ini identik dengan Ducati tiba-tiba goyah. Hasil kurang memuaskan dari Francesco Bagnaia hingga insiden dramatis yang dialami Marc Marquez membuat tim Borgo Panigale harus melakukan evaluasi besar.
Pada balapan yang berlangsung di Chang International Circuit itu, Bagnaia hanya mampu finis di posisi kesembilan. Hasil tersebut membuat sang juara dunia dua kali itu mengakui performanya jauh dari ekspektasi.
“Secara sederhana saya adalah pembalap Ducati terakhir di hasil akhir. Artinya saya yang paling buruk performanya,” kata Bagnaia dalam wawancara dengan Sky Sport.
Menurut Bagnaia, sepanjang balapan ia tidak benar-benar memacu motor secara maksimal. Fokusnya justru menjaga kondisi ban agar tetap bertahan hingga lap akhir. Namun strategi tersebut justru membuatnya kesulitan mengejar para rival.
“Delapan lap terakhir sangat sulit. Motor terus mengalami selip bahkan di lintasan lurus pada gigi lima,” jelasnya.
Masalah Teknis Ducati Jadi Sorotan
Performa Ducati yang menurun cukup mengejutkan jika dibandingkan dengan hasil tes pramusim. Dalam sesi pengujian, motor Desmosedici dianggap memiliki potensi besar untuk bersaing di barisan depan.
Bagnaia pun mengakui timnya sebenarnya menargetkan podium pada balapan pembuka musim.
“Kalau melihat hasil tes, target kami jelas tiga besar. Kami memiliki potensi tetapi tidak pernah bisa mengeluarkannya sepanjang akhir pekan,” ujar Bagnaia.
Ia menambahkan bahwa Ducati mengalami kesulitan dalam beberapa aspek penting, terutama pengereman dan pengendalian motor saat memasuki tikungan.
Baca Juga: Rahasia Konsistensi Cristiano Ronaldo: Disiplin Gila, Mental Baja, dan Ambisi Menuju 1000 Gol
“Kami tidak mampu melakukan pengereman dengan baik. Selain itu kami kesulitan mengatur traksi saat motor berbelok,” katanya.
Meski sempat menyinggung perubahan ban Pirelli di lintasan, Bagnaia menegaskan hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan utama. Ia memastikan tim Ducati akan bekerja keras untuk kembali ke performa terbaik.
Marquez Apes, Ban Belakang Meledak
Drama lain datang dari Marquez yang gagal meraih poin setelah mengalami insiden ban pecah di penghujung balapan. Saat itu pembalap Spanyol tersebut sedang mencoba mengejar podium.
Insiden terjadi ketika Marquez melebar di tikungan empat dan menabrak kerb. Benturan tersebut membuat ban belakang motornya meledak sehingga ia terpaksa mundur dari balapan.
“Ban belakang saya meledak ketika melewati trotoar. Hal seperti ini sudah terjadi ratusan kali saat tes, tetapi tidak pernah sampai menyebabkan ban pecah,” ujar Marquez.
Meski gagal finis, Marquez menilai performanya secara keseluruhan sebenarnya cukup positif. Ia merasa strategi balap yang diterapkan berjalan sesuai rencana sebelum insiden terjadi.
“Saya menghemat energi dan ban di awal balapan untuk menyerang di akhir. Ketika momentum itu datang, justru insiden terjadi,” katanya.
Marquez bahkan meyakini podium sebenarnya bukan target yang mustahil pada balapan tersebut.
Jorge Martin Bangkit dari Cedera
Di tengah kesulitan Ducati, performa impresif justru datang dari Jorge Martin. Pembalap Spanyol itu berhasil finis di posisi keempat setelah melalui masa pemulihan cedera yang panjang.
Martin mengungkapkan dua bulan lalu kondisinya bahkan belum cukup baik untuk melakukan aktivitas sederhana.
“Dua bulan lalu saya bahkan tidak bisa makan sendiri. Sekarang saya finis keempat dan bertarung dengan para pembalap terbaik,” ujarnya.
Ia mengaku kerja keras secara mental menjadi kunci kebangkitannya di awal musim ini.
Ducati Akui “Empat Tamparan”
Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, tidak menutupi kekecewaannya terhadap hasil di Thailand. Ia bahkan menyebut timnya menerima “empat tamparan” dalam balapan tersebut.
Menurut Tardozzi, penurunan performa tidak hanya dialami satu pembalap, tetapi hampir seluruh rider Ducati.
“Aprilia melakukan pekerjaan hebat dan pembalap mereka tampil luar biasa. Kami harus mengevaluasi semuanya karena performa kami jelas menurun,” katanya.
Namun ia tetap optimistis Ducati akan bangkit pada seri-seri berikutnya.
Beberapa balapan mendatang seperti di Austin, Qatar, dan Jerez diyakini akan menjadi ajang pembuktian sebenarnya bagi Ducati.
Harapan Bangkit di Seri Berikutnya
Meski hasil di Thailand mengecewakan, para pembalap Ducati sepakat bahwa musim masih sangat panjang. Bagnaia dan Marquez yakin performa tim akan meningkat setelah memahami masalah yang terjadi.
Seri berikutnya di Brasil, yang menggunakan sirkuit baru, diharapkan menjadi momentum kebangkitan Ducati dalam perebutan gelar MotoGP 2026.
Jika evaluasi berjalan cepat, bukan tidak mungkin Ducati kembali menunjukkan dominasi seperti musim-musim sebelumnya.
Editor : Anggi Septian A.P.