JAKARTA – Bursa pembalap MotoGP 2027 mulai memanas jauh sebelum musim tersebut dimulai. Sejumlah rumor besar muncul dan melibatkan beberapa nama top seperti Fabio Quartararo, Jorge Martin, Marc Marquez, Francesco Bagnaia hingga Pedro Acosta.
Kabar paling mengejutkan datang dari Fabio Quartararo. Juara dunia MotoGP 2021 itu disebut-sebut telah mencapai kesepakatan dengan Honda untuk memperkuat tim pabrikan Jepang tersebut mulai musim MotoGP 2027.
Menurut laporan Motorsport.com pada 29 Januari 2026, Quartararo dikabarkan menandatangani kontrak berdurasi dua tahun bersama Honda hingga musim 2028. Jika kabar ini benar, maka musim 2026 akan menjadi tahun terakhir pembalap asal Prancis tersebut bersama Yamaha setelah delapan musim membela tim itu.
Rumor ini langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar MotoGP. Pasalnya, perpindahan Quartararo ke Honda bisa mengubah peta persaingan di kelas premier.
Alasan Quartararo Tertarik ke Honda
Ada beberapa faktor yang disebut menjadi alasan Quartararo mempertimbangkan pindah ke Honda pada MotoGP 2027.
Pertama adalah proyek besar Honda dalam pengembangan mesin baru 850 cc yang akan digunakan pada regulasi MotoGP mendatang. Honda bahkan sudah memulai pengujian awal mesin tersebut melalui proyek motor RC214V.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Honda dalam menatap era baru MotoGP. Bagi Quartararo, proyek tersebut dinilai menjanjikan untuk masa depan kariernya.
Alasan kedua berkaitan dengan performa Yamaha yang dinilai belum kompetitif. Pada musim MotoGP 2025, Quartararo beberapa kali mampu tampil cepat saat sesi kualifikasi, namun kesulitan mempertahankan posisi saat balapan berlangsung.
Situasi itu membuat pembalap berjuluk El Diablo tersebut kerap mengeluhkan performa motor Yamaha yang dianggap belum mampu bersaing secara konsisten dengan rival-rivalnya.
Faktor lainnya adalah hubungan internal di tim Yamaha. Sejak Paulo Pavesio menjabat sebagai Managing Director Yamaha, pendekatan terhadap para pembalap disebut mengalami perubahan.
Quartararo bahkan mengakui tidak terlalu sering berdiskusi dengan manajemen tim dan lebih banyak berkomunikasi dengan para insinyur. Hal ini diduga ikut memengaruhi keputusannya untuk mempertimbangkan hengkang.
Selain itu, faktor finansial juga diyakini menjadi daya tarik Honda. Sebagai salah satu pabrikan besar di MotoGP, Honda memiliki sumber daya finansial yang kuat untuk memberikan kontrak bernilai tinggi kepada pembalap bintang.
Meski demikian, hingga 30 Januari 2026 belum ada pengumuman resmi terkait kontrak tersebut. Manajer Quartararo, Thomas Maubant, hanya mengonfirmasi bahwa negosiasi antara pembalapnya dan Honda memang sedang berlangsung.
Jorge Martin Disebut Menggantikan Quartararo
Jika Quartararo benar-benar meninggalkan Yamaha, posisi yang ditinggalkannya kemungkinan akan diisi oleh Jorge Martin.
Masih menurut laporan Motorsport.com, pembalap asal Spanyol itu dikabarkan telah mencapai kesepakatan awal dengan Yamaha untuk kontrak dua tahun mulai MotoGP 2027.
Apabila kesepakatan ini terealisasi, maka Martin akan meninggalkan Aprilia dan menjadikan Yamaha sebagai pabrikan ketiga dalam kariernya di MotoGP setelah Ducati dan Aprilia.
Namun hingga saat ini kesepakatan tersebut juga belum diumumkan secara resmi oleh kedua pihak.
Efek Domino di Bursa Pembalap
Pergerakan Quartararo dan Martin diprediksi memicu efek domino besar di bursa pembalap MotoGP 2027.
Jika Martin benar pindah ke Yamaha, maka Aprilia akan kehilangan satu kursi pembalap. Posisi tersebut diprediksi bisa diisi oleh Francesco Bagnaia.
Kontrak Bagnaia di Ducati disebut tidak menjadi prioritas utama tim Italia tersebut. Ducati kabarnya lebih memfokuskan negosiasi kontrak baru dengan Marc Marquez untuk musim 2027 dan 2028.
Situasi ini membuat Bagnaia berpeluang mencari tim baru. Aprilia menjadi salah satu kandidat kuat yang disebut tertarik merekrut juara dunia MotoGP tersebut.
Jika Bagnaia hengkang dari Ducati, maka kursi kosong di tim pabrikan Italia itu kemungkinan besar akan diisi oleh Pedro Acosta.
Pembalap muda Spanyol itu memang sedang naik daun dan disebut-sebut menjadi target Ducati. Bahkan manajer Acosta mengungkapkan bahwa kliennya tertarik bergabung dengan tim pabrikan besar di masa depan.
Sementara itu, Marc Marquez diprediksi akan tetap bertahan di Ducati dengan kontrak baru hingga MotoGP 2028.
Dengan berbagai rumor tersebut, bursa pembalap MotoGP 2027 dipastikan menjadi salah satu yang paling menarik dalam beberapa tahun terakhir. Perpindahan para pembalap top berpotensi mengubah peta kekuatan tim-tim besar di MotoGP.
Baca Juga: MotoGP 2026 Berubah Dramatis: Francesco Bagnaia Akui Ducati Bukan Lagi Motor Tercepat
Kini publik tinggal menunggu konfirmasi resmi dari masing-masing tim dan pembalap mengenai kepastian kontrak mereka untuk musim 2027.
Editor : Anggi Septian A.P.