BLITAR – Pertarungan sengit bertajuk super big match yang mempertemukan dua penguasa papan atas Liga Indonesia tersaji di Stadion Segiri, Samarinda. Laga pekan ke-21 BRI Super League 2025 antara Persib Bandung vs Borneo FC ini sukses menyita perhatian publik sepak bola tanah air. Dalam pertandingan yang penuh dengan tensi panas dan drama emosional, Persib Bandung berhasil mencuri poin penuh sekaligus memperlebar jarak di tabel klasemen sementara.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, atmosfer Stadion Segiri langsung memanas. Sebagai tuan rumah, Borneo FC yang dijuluki Pesut Etam tampil menekan di hadapan puluhan ribu pendukung setianya, Pusa Mania. Tim asuhan Fabio Lefundes ini mengusung misi besar untuk memangkas selisih 4 poin dari Maung Bandung yang bertengger nyaman di posisi puncak. Peluang pertama lahir dari sepakan memutar Obiet, namun kiper Persib, Teja Paku Alam, tampil sangat sigap di bawah mistar gawang.
Asyik menyerang, publik Samarinda justru terdiam pada menit ke-14. Sosok yang menjadi pembeda tak lain adalah Adam Alis. Pemain yang mengenakan ban kapten Persib Bandung ini mencetak gol emosional ke gawang mantan klub yang pernah dibelanya. Memanfaatkan kemelut di depan mulut gawang, Adam Alis melepaskan sepakan terukur yang membuat Nadeo Argawinata mati kutu. Skor 1-0 untuk keunggulan tim tamu dalam laga Persib Bandung vs Borneo FC ini bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan tidak menurun. Bojan Hodak, pelatih Persib Bandung, menunjukkan kelasnya dalam meracik strategi. Meski tanpa diperkuat gelandang andalan Tom Haye yang terkena akumulasi kartu kuning, lini tengah Maung Bandung tetap solid. Kehadiran pemain seperti Tyronne del Pino (Berginho) dan William Baros di lini depan terus merepotkan barisan pertahanan Borneo FC yang dikawal Federico Barba.
Sebelum laga usai, Bojan Hodak memang sempat menegaskan bahwa timnya tidak merasakan tekanan sama sekali. Baginya, posisi Persib yang sudah mengantongi 57 poin memberikan keuntungan psikologis yang besar. "Jika kami menang atau imbang, itu tetap keuntungan. Bahkan jika kalah, kami masih di atas. Jadi kami bermain tanpa beban," ungkap pelatih asal Kroasia tersebut. Mentalitas juara inilah yang tampaknya menjadi kunci keberhasilan Maung Bandung meredam agresivitas tuan rumah.
Di sisi lain, Borneo FC sejatinya memberikan perlawanan yang luar biasa. Fabio Lefundes telah mempersiapkan tim dengan maksimal, bahkan menyesuaikan porsi latihan di tengah bulan puasa. Nadeo Argawinata pun sempat menyebut bahwa duel Persib Bandung vs Borneo FC adalah ajang adu mentalitas. Sayangnya, meski mendominasi penguasaan bola, penyelesaian akhir yang terburu-buru membuat peluang dari Obiet maupun pemain depan lainnya gagal berbuah gol penyama kedudukan.
Pemain serbabisa Persib, Fran Putros, juga menjadi sorotan dalam laga ini. Bermain disiplin di posisi bek kanan maupun saat ditarik ke tengah, Putros membuktikan profesionalitasnya demi mempertahankan trofi juara. "Kami bermain untuk menang dan ingin tetap berada di posisi terdepan sampai akhir musim," tegas pemain asal Irak tersebut.
Dengan hasil ini, Persib Bandung semakin menjauh dari kejaran para pesaingnya di papan atas klasemen BRI Liga 1. Kemenangan tipis namun krusial di kandang lawan ini membuktikan bahwa kedalaman skuad Maung Bandung sangat mumpuni, meski beberapa pemain seperti Sergio Castel masih dalam pantauan medis. Bagi Borneo FC, kekalahan ini menjadi evaluasi berat bagi Fabio Lefundes untuk tetap menjaga asa di jalur juara dan menjauh dari kejaran peringkat ketiga.
Pertandingan Persib Bandung vs Borneo FC kali ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan pembuktian siapa yang paling siap secara taktik dan mental di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (*)