BLITAR - Dinamika tim kebanggaan Arek-Arek Suroboyo selalu menarik untuk diikuti. Pekan ini, update kabar Persebaya menghadirkan campuran rasa bangga sekaligus evaluasi mendalam pasca hasil minor di laga tandang. Kabar menggembirakan datang dari penyerang asing mereka, Paulo Domingos Gali Freitas, yang kembali mendapatkan panggilan tugas negara. Di sisi lain, bek muda Arif Catur Pamungkas mencatatkan statistik impresif di lini pertahanan, sementara pelatih Bernardo Tavares terus membenahi mentalitas tim usai takluk dari Borneo FC.
Kabar mengenai Gali Freitas tentu menjadi oase di tengah ketatnya persaingan kompetisi. Penyerang lincah asal Timor Leste tersebut resmi masuk dalam skuad negaranya untuk menjalani training center (TC) atau pemusatan latihan di Jepang. Agenda TC di Negeri Sakura ini merupakan bagian krusial dari persiapan Timnas Timor Leste menjelang babak kualifikasi Piala Asia 2026, di mana mereka dijadwalkan akan bersua Maladewa.
Pemanggilan ini menjadi bukti sahih betapa konsistennya performa pemain yang akrab disapa Gali Freitas tersebut bersama Persebaya Surabaya di Liga I (Super League) musim 2025-2026. Pemain yang direkrut pada pertengahan tahun 2025 usai berpisah dengan PSIS Semarang akibat degradasi ini, menjelma menjadi pilar tak terhentikan di lini serang Bajol Ijo. Kecepatan dan kemampuan menyerangnya menjadi kunci utama skema permainan yang diusung coach Tavares.
Sepanjang musim berjalan, Gali Freitas telah memberikan kontribusi signifikan dengan torehan enam gol dan enam assist. Bonek, sebutan pendukung setia Persebaya, tentu masih ingat betul penampilan impresifnya pada Januari 2026, di mana ia mencetak brace atau dua gol dalam satu pertandingan melawan Malut United. Keberangkatan Gali ke TC Jepang tidak hanya membawa nama pribadinya, tetapi juga membawa reputasi Persebaya Surabaya ke level internasional.
Selain Gali Freitas, sorotan kabar Persebaya pekan ini juga tertuju pada lini pertahanan, khususnya performa bek kanan muda, Arif Catur Pamungkas. Meskipun tim sedang dalam kondisi naik-turun, Arif Catur berhasil membuktikan diri sebagai salah satu bek lokal terbaik di kompetisi saat ini. Statistik membuktikan bahwa pemain binaan akademi internal Persebaya ini bukanlah bek sembarangan.
Arif Catur tercatat sebagai pemain lokal dengan jumlah tekel sukses terbanyak di kasta tertinggi sepak bola Indonesia saat ini. Total, ia telah melakukan 52 tekel sukses sepanjang musim berjalan. Angka ini menegaskan kedewasaan bermain dan kemampuan bertahannya yang sangat solid. Ketangguhannya di sisi kanan pertahanan membuatnya sulit tergantikan, bahkan ia sempat mencatatkan rekor bermain dalam 24 pertandingan berturut-turut.
Sayangnya, konsistensi Arif Catur harus terhenti sejenak. Pada laga ke-24 melawan Persib Bandung, ia mengalami benturan keras dengan Federico Barba yang mengakibatkan cedera cukup serius. Akibat cedera tersebut, Arif Catur terpaksa absen pada pekan ke-25 saat Persebaya bertandang ke markas Borneo FC.
Ketiadaan Arif Catur di sisi kanan pertahanan tampaknya sangat terasa dampaknya. Dalam laga tersebut, Persebaya Surabaya harus pulang dengan kepala tertunduk usai digulung Borneo FC dengan skor telak 5-1. Hasil minor ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan suporter dan menjadi bahan evaluasi total bagi tim pelatih.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui seluruh tim merasakan kesedihan dan kekecewaan yang sama atas kekalahan telak tersebut. Namun, pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa keterpurukan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Evaluasi segera dilakukan, menganalisis setiap kesalahan untuk perbaikan di laga mendatang.
Menanggapi sorotan publik yang sempat tertuju pada kesalahan individu bek tengah yang terjatuh dalam proses gol keempat Borneo FC, Tavares dengan tegas menolak untuk menyalahkan satu pemain saja. Bagi mantan pelatih PSM Makassar ini, kemenangan dinikmati bersama, dan kekalahan harus ditanggung bersama sebagai sebuah tim.
"Gol keempat memang terjadi karena kesalahan individu, bek kami terjatuh. Namun, kami kalah sebagai sebuah tim. Jadi itu adalah kesalahan tim, bukan hanya satu pemain saja," tegas Bernardo Tavares.
Lebih lanjut, Tavares menjelaskan alasan mengapa Persebaya tetap bermain terbuka meski sudah dalam posisi tertinggal. Menurutnya, menyerah bukanlah opsi bagi Bajol Ijo.
"Ketika kami tertinggal, kami memiliki dua pilihan: menyerah atau tetap mencoba bermain. Kami memilih untuk terus mencoba menyerang. Namun, konsekuensinya ketika kami membuka ruang, Borneo FC kembali mencetak gol," jelasnya mengenai filosofi permainan terbuka timnya.
Kini, fokus utama Persebaya adalah bangkit dari keterpurukan. Kabar Persebaya selanjutnya adalah persiapan matang menjelang laga kandang melawan Persita Tangerang. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Bermain di hadapan puluhan ribu Bonek diharapkan mampu mendongkrak motivasi dan mentalitas tanding para pemain untuk mengamankan tiga poin penuh dan kembali ke jalur kemenangan di Super League 2025-2026. (*)