BLITAR – Dinamika di internal tim kebanggaan warga Surabaya semakin memanas menjelang berakhirnya kompetisi BRI Super League 2025/2026. Kabar Persebaya pekan ini didominasi oleh isu krusial mengenai masa depan sang penjaga gawang andalan, Ernando Ari Sutaryadi, serta rencana evaluasi besar-besaran yang akan dilakukan oleh manajemen dan tim pelatih. Performa tim yang naik turun selama bulan Ramadan memaksa pelatih Bernardo Tavares untuk mengambil langkah tegas guna menata kembali komposisi skuad musim depan.
Satu hal yang paling menyita perhatian Bonek saat ini adalah status kontrak Ernando Ari. Kiper nomor satu Timnas Indonesia tersebut tercatat akan mengakhiri masa baktinya bersama Bajol Ijo pada 31 Mei 2026. Jika tidak segera dipagari dengan kontrak baru, Persebaya berisiko besar kehilangan aset paling berharganya secara gratis. Padahal, statistik menunjukkan Ernando adalah pilar tak tergantikan di bawah mistar dengan torehan 82 penyelamatan dari 23 penampilan, yang menempatkannya dalam daftar lima besar kiper terbaik liga musim ini.
Tidak hanya Ernando, kiper pelapis Andika Ramadani juga akan habis kontrak pada 30 Juni 2026. Situasi ini tentu menjadi sinyal bahaya bagi kedalaman skuad di sektor vital. Kehilangan dua kiper utama sekaligus bisa menjadi bencana bagi Persebaya di musim depan. Di tengah ketidakpastian kontrak tersebut, Ernando tetap menunjukkan profesionalisme tinggi dengan kembali mendapatkan panggilan Timnas Indonesia untuk ajang FIFA Series 2026.
Selain urusan kontrak, kabar Persebaya juga menyoroti rapor merah tim selama periode Ramadan. Dari empat laga yang dilakoni, tim hanya mampu mengoleksi empat poin. Kemenangan tipis 1-0 atas PSM Makassar menjadi satu-satunya titik terang di tengah kekalahan menyakitkan 5-1 dari Borneo FC Samarinda dan hasil imbang melawan Persib Bandung. Rangkaian hasil kurang maksimal ini membuat manajemen mulai melirik rapor menit bermain para pemain yang minim kontribusi.
Beberapa nama senior seperti Octavianus Fernando kini masuk dalam radar evaluasi. Pemain sayap berpengalaman tersebut tercatat sangat minim mendapatkan menit bermain meski sering masuk dalam daftar cadangan. Bernardo Tavares menegaskan bahwa jeda kompetisi ini akan digunakan untuk melakukan bedah skuad secara total. Pelatih asal Portugal itu tidak menutup kemungkinan akan ada pemain yang dilepas jika dianggap tidak masuk dalam skema strategi tim di masa depan.
"Kami harus melihat apa yang terbaik bagi tim. Evaluasi akan dilakukan untuk menentukan siapa yang bertahan dan siapa yang harus dilepas," tegas Tavares menanggapi performa lini pertahanan yang sempat kedodoran saat menghadapi Borneo FC. Fokus tim saat ini adalah memperbaiki konsistensi agar tidak semakin merosot di papan klasemen, terutama setelah posisi mereka disalip oleh Bhayangkara Presisi Indonesia FC.
Kabar baik di tengah tekanan evaluasi adalah kembalinya Rachmat "Rian" Irianto. Pemain multifungsi ini dipastikan bisa kembali memperkuat tim saat latihan perdana pada 23 Maret mendatang setelah menjalani sanksi kartu merah. Kehadiran Rian sangat dibutuhkan untuk menambal lubang di lini tengah dan bek tengah yang sempat menjadi titik lemah dalam beberapa pertandingan terakhir.
Kini, manajemen Persebaya dituntut bergerak cepat. Selain memastikan kemenangan di laga sisa, mengamankan tanda tangan kontrak baru untuk pemain kunci seperti Ernando Ari dan Bruno Moreira menjadi prioritas utama. Bonek tentu berharap manajemen tidak kecolongan, mengingat dedikasi dan kualitas para pemain tersebut adalah nyawa dari permainan Bajol Ijo di lapangan hijau. (*)