BLITAR – Menjelang berakhirnya kompetisi Super League musim 2025-2026, kabar Arema membawa kejutan spesial bagi para pendukung setianya. Manajemen Arema FC melalui Official Store mengonfirmasi akan segera meluncurkan jersey keempat tim Singo Edan dalam waktu dekat.
Langkah ini menjadi terobosan baru bagi klub untuk memberikan variasi koleksi bagi Aremania, sekaligus menjadi strategi pemasaran yang segar di tengah jeda kompetisi dan menyambut momen hari raya.
Terobosan Baru: Jersey Keempat dengan Sentuhan Putih Elegan
Manajer Official Store Arema FC, Ciptaadi Purnomo, mengungkapkan bahwa kehadiran jersey keempat ini sudah direncanakan sejak awal musim. Berbeda dengan musim lalu yang hanya memiliki tiga jenis kostum, musim 2025-2026 menjadi panggung bagi Arema FC untuk tampil lebih berani dengan empat pilihan seragam tanding. Terakhir kali Singo Edan memiliki jersey keempat adalah pada musim 2022/2023 dengan warna dominan hitam.
Kali ini, konsep yang diusung benar-benar berbeda. "Kami pastikan jersey kali ini jauh lebih fresh dan bersih karena tidak banyak ornamen yang disematkan, tidak seperti kostum home dan away," ujar Ciptaadi. Warna putih akan mendominasi kostum baru ini dengan detail tambahan berupa kerah yang memberikan kesan klasik sekaligus elegan. Penggunaan kerah ini diprediksi akan menjadi daya tarik utama bagi suporter yang menyukai gaya retro namun tetap terlihat modern.
Strategi Peluncuran di Momen Libur Hari Raya
Manajemen sengaja memilih waktu peluncuran saat tim sedang dalam masa jeda kompetisi agar perhatian publik bisa terfokus sepenuhnya pada produk baru ini. Selain itu, momentum menjelang hari raya Idul Fitri dimanfaatkan untuk memaksimalkan penjualan di Official Store.
Jika tidak ada perubahan jadwal, jersey yang diklaim paling "bersih" dan elegan ini akan diperkenalkan secara resmi kepada publik pada pekan depan.
Marcos Santos Terkejut dengan Atmosfer Aremania di Lampung
Di sisi lain, kabar Arema dari lapangan hijau juga menyoroti apresiasi luar biasa dari pelatih Marcos Santos terhadap suporter. Meski Arema FC baru saja menelan kekalahan tipis 1-2 dari Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, pada 6 Maret lalu, sang pelatih mengaku sangat terkejut dengan militansi Aremania. Ribuan suporter tetap memenuhi tribun stadion meski laga tersebut berstatus tandang dan jauh dari Malang.
Pertandingan tersebut berlangsung dramatis dengan dua kartu merah yang diterima pemain Arema, Pablo Oliveira dan Dalberto. "Saya harus memberi apresiasi kepada Aremania. Apa yang mereka lakukan di sini tidak mudah. Tribun penuh, mereka terus bernyanyi, dan para pemain tetap mendapat tepuk tangan meski kalah. Itu membuat kami terkejut," tutur pelatih asal Brasil tersebut.
Marcos Santos bahkan mendatangi tribun suporter usai laga sebagai bentuk rasa hormat dan permintaan maaf atas hasil yang tidak sesuai harapan. Ia meyakini Aremania tetap bangga melihat perjuangan Dendy Santoso dkk yang tetap bertarung habis-habisan meski harus bermain dengan sembilan orang di lapangan. Dukungan tanpa henti ini menjadi suntikan moral yang sangat berharga bagi tim untuk menatap laga-laga sisa di akhir musim. (*)