BLITAR - Timnas Indonesia kembali menegaskan ambisinya menjelang FIFA Series dan persiapan AFF 2026 dengan memanggil sejumlah pemain muda berbakat, termasuk kembalinya Elkan Bagot setelah absen hampir dua tahun. Pemanggilan ini menimbulkan spekulasi tentang formasi dan strategi baru yang akan diterapkan oleh pelatih John Hartman.
Dalam sesi analisis terbaru, pengamat sepak bola Indonesia, Mas Haro dan Bung Harpa, menyoroti perubahan signifikan dalam komposisi timnas. Mereka memperkirakan formasi 3-4-3 akan menjadi opsi utama, menggantikan pola lama 4-3-3, dengan penyesuaian di lini tengah dan belakang. “Elkan Bagot dipanggil untuk menambah kekuatan fisik dan postur tinggi di posisi belakang. Kehadirannya penting untuk duel udara melawan lawan seperti Harry Sotarot,” kata Mas Haro.
Baca Juga: Megawati Bawa Red Sparks Menang 3-0, Tampil Dominan dan Naik ke Peringkat 4 Klasemen Liga Voli Korea
Elkan Bagot Kembali dan Prospek Timnas
Elkan Bagot terakhir kali bermain di timnas Indonesia pada Januari-Februari 2024 saat menghadapi Australia, di mana ia menunjukkan performa impresif. Absennya sempat memunculkan kekhawatiran terkait ketergantungan tim pada pemain kunci. Namun, Mas Haro menekankan bahwa tim kini tidak lagi bergantung pada satu atau dua pemain saja. Pemain muda lain seperti Jes, Kevin Dick, Hilhst, dan Justin Hupner sudah menunjukkan kesiapan mengisi posisi yang ditinggalkan.
“Meski Bagot kembali, tim sudah punya opsi pengganti yang solid. Ini penting agar tak ada masalah ketika satu pemain cedera atau terkena kartu,” tambah Bung Harpa. Kehadiran Bagot pun dianggap sebagai tambahan nilai plus, terutama untuk duel udara dan pertahanan set-piece lawan-lawan tinggi.
Baca Juga: Jangkauan Sasaran Program MBG di Kabupaten Blitar Capai 218 Ribu Penerima, Sejauh Mana Progresnya?
Strategi dan Formasi Baru John Hartman
Pelatih John Hartman terlihat menyiapkan sejumlah kombinasi untuk lini tengah dan pertahanan. Dengan absennya beberapa pemain senior, seperti Tom H, posisi gelandang bertahan akan mengalami rotasi. Verdong, Jordi Ahmad, dan Nathan kemungkinan akan dimainkan secara fleksibel dalam pola double pivot, sementara posisi bek tengah akan menyesuaikan dengan kembalinya Bagot.
Sesi latihan terakhir menunjukkan Hartman mencoba beberapa kombinasi pemain, termasuk opsi tiga bek (3-4-3) dan empat bek (4-3-3), untuk menemukan keseimbangan antara pertahanan dan serangan. Mas Haro mengamati, “Pilihan tiga bek memungkinkan fleksibilitas di tengah, terutama ketika menghadapi tim yang lebih tinggi secara fisik.”
Baca Juga: Baru 26,2 Persen SPPG di Kabupaten Blitar Kantongi Izin SLHS, Bagaimana Lainnya?
Persiapan untuk FIFA Series dan AFF 2026
PSSI secara resmi memanggil 41 pemain profesional untuk pemusatan latihan, termasuk beberapa wajah baru. Beberapa di antaranya belum pernah bermain di timnas senior, sehingga proses ini juga berfungsi sebagai evaluasi langsung untuk menentukan skuad utama. Strategi ini dinilai penting agar tim Indonesia siap menghadapi kompetisi internasional mendatang, sekaligus memberi pengalaman bagi pemain muda.
Dalam konteks FIFA Series, beberapa pemain senior seperti Emil dan Martin diperkirakan absen. Hal ini membuka peluang bagi kiper lain seperti Nadeo, Ernando, atau Teja untuk tampil. Sementara itu, posisi bek kiri dan kanan juga akan mengalami rotasi, menyesuaikan dengan strategi Hartman yang ingin kombinasi pemainnya seimbang dan adaptif.
AFF 2026 yang berlangsung pada Juli-Agustus menjadi target jangka panjang, di mana Hartman kemungkinan akan memproyeksikan pemain seperti Elkan Bagot untuk tampil lebih rutin. Dengan pendekatan ini, timnas Indonesia berharap mampu mengakhiri catatan kurang menguntungkan di turnamen regional dan memecahkan “kutukan runner-up” yang berlangsung puluhan tahun.
Baca Juga: Jelang Lebaran, ASN Kota Blitar Berbondong-bondong Belanja di Pasar Tradisional
Antisipasi dan Harapan
Selain fokus pada taktik dan komposisi pemain, timnas Indonesia juga menekankan aspek fisik dan mental. Pengalaman di kompetisi internasional, termasuk duel dengan tim Asia maupun persiapan pra-musim, dinilai akan membentuk kesiapan optimal. Bung Harpa menambahkan, “Meski ini friendly match, kesempatan bagi pemain muda dan rotasi strategi penting agar tim lebih matang menghadapi AFF dan turnamen internasional.”
Dengan kombinasi pemain senior dan muda, serta strategi formasi fleksibel, Timnas Indonesia diharapkan tampil kompetitif di FIFA Series dan AFF 2026. Kehadiran Elkan Bagot menjadi salah satu sorotan utama, namun kesuksesan tim tetap bergantung pada kerja sama seluruh pemain dalam pola permainan yang telah disiapkan John Hartman.
Editor : Izahra Nurrafidah