BLITAR - Nama John Herman mulai mencuat sebagai kandidat pelatih timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026 yang digelar pada 27–30 Maret mendatang. Uniknya, Herman menapaki dunia kepelatihan sepak bola modern tanpa pengalaman sebagai pemain profesional, hal yang kerap dipertanyakan banyak pihak. Apakah seorang pelatih bisa sukses tanpa pernah merasakan lapangan sebagai pemain? Pengalaman membuktikan bahwa jawaban bisa “iya”, meski jalannya lebih menantang.
Bersama analis sepak bola Bung Harpa, terungkap bahwa latar belakang Herman di Inggris sebagai pengembang pemain muda telah membekalinya dengan keahlian taktis yang mumpuni. “Secara CV, John Herman oke. Tapi bukti performanya baru akan terlihat dari FIFA Series, FIFA Match Day, hingga AFF dan Piala Asia nanti,” ujar Bung Harpa. Meskipun tidak pernah bermain profesional, sejarah dunia sepak bola mencatat beberapa pelatih sukses dengan jalur serupa, seperti Jose Mourinho dan André Villas-Boas.
Adaptif dan Fleksibel di Lapangan
Pengalaman Herman di Kanada menunjukkan kemampuan adaptasi yang tinggi. Dalam melatih tim nasional Kanada, Herman menghadapi tim multietnik dengan beragam latar belakang. Strategi yang diterapkan selalu menyesuaikan lawan, dari tim yang lebih kuat hingga lebih lemah, menunjukkan fleksibilitas gaya bermain. Meski preferensinya biasanya menggunakan formasi tiga bek, Herman dapat beradaptasi menjadi formasi empat pemain belakang ketika dibutuhkan.
“Dia bukan pelatih yang memaksakan filosofinya. Fleksibilitas ini penting, terutama menghadapi pemain dengan karakter beragam seperti timnas Indonesia saat ini, yang terdiri dari pemain diaspora dan lokal,” jelas Bung Harpa. Selain strategi, fokus pada mentalitas dan kebersamaan tim menjadi prioritas utama Herman. Mental pemain diaspora yang terbiasa bermain di luar negeri tetap harus dibangun agar sesuai dengan kultur Indonesia.
Baca Juga: Megawati Bawa Red Sparks Menang 3-0, Tampil Dominan dan Naik ke Peringkat 4 Klasemen Liga Voli Korea
Tantangan Latihan Intensitas Tinggi
Salah satu tantangan besar bagi Herman adalah terbatasnya waktu latihan dengan pemain timnas. Mayoritas pemain utama berada di luar negeri, sehingga latihan intensitas tinggi hampir tidak bisa dilakukan sebelum pertandingan. “Pemain harus mengevaluasi diri mereka sendiri di klub masing-masing. Pelatih timnas hanya memberikan arahan, karena waktu bertemu terbatas,” tambah Bung Harpa.
Meski demikian, strategi ini tetap memungkinkan tim menampilkan karakter permainan yang jelas. Herman memastikan tim bermain adaptif, mempertahankan keseimbangan antara menyerang dan bertahan sesuai situasi di lapangan. Hal ini terlihat dalam pertandingan Kanada melawan AS, di mana satu sentuhan dan gerakan pemain sudah diantisipasi dengan tepat, menunjukkan efektivitas pendekatan Herman meski tanpa latihan intensif sehari-hari.
Baca Juga: Jangkauan Sasaran Program MBG di Kabupaten Blitar Capai 218 Ribu Penerima, Sejauh Mana Progresnya?
Harapan di AFF 2026
AFF 2026 menjadi ujian penting bagi John Herman bersama timnas Indonesia. Meskipun waktu penunjukan belum lama, kehadiran pemain kunci seperti Ivar Jenner, Jordi Ahmad, dan Rafael Strick memberi peluang bagi Herman untuk membangun tim yang solid. Bung Harpa menekankan bahwa tujuan utama bukan hanya juara, melainkan pembentukan karakter permainan dan adaptasi tim.
“Kita harus realistis. AFF ini kesempatan untuk menguji strategi dan melihat bagaimana Herman membangun mental dan kerjasama tim. Juara memang diharapkan, tapi bukan target mutlak,” jelas Bung Harpa. Pendekatan ini memungkinkan pelatih baru menunjukkan sentuhan gaya bermain yang berbeda tanpa tekanan berlebihan, sekaligus memaksimalkan performa pemain yang memiliki pengalaman di luar negeri.
Dalam pengamatan terakhir, Herman dikenal disiplin, fokus pada analisis posisi, dan mampu memanfaatkan peluang lawan. Kolaborasi antara kualitas pemain dan strategi pelatih menjadi kunci keberhasilan. Jika kombinasi ini berhasil, timnas Indonesia berpotensi menunjukkan permainan lebih solid dan adaptif di AFF 2026.
Kesimpulannya, John Herman membuktikan bahwa seorang pelatih bisa sukses tanpa latar sebagai pemain profesional, asalkan memiliki strategi, adaptasi, dan kemampuan membangun mental tim. AFF 2026 akan menjadi panggung awal pembuktian, dan seluruh mata pecinta sepak bola Indonesia menantikan gebrakan Herman untuk membawa Timnas kembali bersinar.
Editor : Izahra Nurrafidah