BLITAR - Kongres Luar Biasa PSSI 2023 yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Kamis (17/2/2023) menghadirkan sosok yang mencuri perhatian publik. Ratu Tisya resmi menjadi satu-satunya perempuan di jajaran pimpinan PSSI sebagai Wakil Ketua Umum, mendampingi Ketua Umum Erick Thohir dan Wakil Ketua Umum Zainuddin Amali. Terpilihnya Tisya bukan hanya menambah wajah baru di tubuh PSSI, tetapi juga menegaskan peran perempuan dalam dunia sepak bola nasional yang selama ini didominasi laki-laki.
Selain Tisya, jajaran pimpinan PSSI terdiri dari tiga ketua dan wakil ketua umum lainnya serta 12 anggota Komite Eksekutif (Exco), di mana satu-satunya perempuan lain adalah Vivin Cahyani. Kehadiran Tisya menjadi simbol representasi perempuan di level tertinggi organisasi sepak bola Indonesia, sekaligus menunjukkan kemajuan inklusivitas di PSSI.
Jejak Karier Ratu Tisya di Dunia Sepak Bola
Ratu Tisya, lahir dari pasangan Tubagus Adhe dan Vein ya Maharani, kini berusia 37 tahun dan menghabiskan masa kecil hingga remajanya di Jakarta. Sejak SMA, Tisya sudah aktif di dunia sepak bola, menjadi kapten tim bola sekolahnya. Berkat kepemimpinannya, tim tersebut meraih sejumlah juara dalam berbagai turnamen antar sekolah. Keaktifannya di lapangan hijau membuatnya paham dinamika olahraga, strategi, hingga kerja tim, pengalaman yang kini diaplikasikan dalam perannya di PSSI.
Tidak hanya di dunia olahraga, Tisya juga dikenal sebagai sosok berprestasi di akademik. Ia pernah menjadi pendamping dua menteri dalam kegiatan terkait PSSI, termasuk Menpora Zainuddin Amali dan Ketua Umum Erick Thohir. Kemampuannya menjembatani dunia pemerintahan dan olahraga menjadi nilai tambah bagi kepemimpinannya.
Perempuan di PSSI: Tantangan dan Peluang
Kehadiran Ratu Tisya menegaskan pentingnya peran perempuan dalam organisasi olahraga nasional. Meskipun masih minoritas, kehadiran satu-satunya wakil perempuan di jajaran PSSI membuka peluang untuk mengangkat isu kesetaraan gender, pengembangan sepak bola wanita, dan pembinaan generasi muda perempuan. Menurut pengamat sepak bola, representasi perempuan dalam posisi strategis akan mendorong perspektif baru dalam pengambilan keputusan di PSSI.
Tisya dikenal memiliki penampilan anggun dengan rambut panjang yang sering dikuncir, namun ketegasan dan dedikasinya terhadap sepak bola membuatnya dihormati oleh rekan-rekan sejawat. Ia bukan sosok baru di dunia olahraga, melainkan memiliki pengalaman panjang yang membuatnya siap menghadapi tantangan besar di organisasi yang mengelola salah satu olahraga paling populer di Indonesia.
Harapan dan Strategi ke Depan
Sebagai Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisya memiliki agenda penting. Selain mendukung program Ketua Umum Erick Thohir, Tisya fokus pada pengembangan sepak bola di tingkat akar rumput, pembinaan talenta muda, dan peningkatan kualitas kompetisi nasional. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia di kancah internasional sekaligus memberi inspirasi bagi perempuan untuk aktif di dunia olahraga.
Dengan kombinasi pengalaman, prestasi, dan kemampuan interpersonal, Tisya menjadi figur pembeda yang membawa angin segar bagi PSSI. Kehadirannya menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia tidak hanya soal tradisi dan prestasi laki-laki, tetapi juga memberi ruang bagi perempuan untuk berkontribusi dalam strategi dan kebijakan yang membangun olahraga nasional lebih inklusif dan profesional.
Editor : Izahra Nurrafidah