Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ratu Tisa Destria: Perempuan Hebat di Balik Perubahan Besar Sepak Bola Indonesia, dari Sekjen PSSI hingga Wakil Presiden AFF

Izahra Nurrafidah • Senin, 16 Maret 2026 | 16:45 WIB
Ratu Tisa Destria: Perempuan Hebat di Balik Perubahan Besar Sepak Bola Indonesia, dari Sekjen PSSI hingga Wakil Presiden AFF
Ratu Tisa Destria: Perempuan Hebat di Balik Perubahan Besar Sepak Bola Indonesia, dari Sekjen PSSI hingga Wakil Presiden AFF

 BLITAR - Dunia sepak bola Indonesia sempat tercengang ketika Ratu Tisa Destria, seorang perempuan, muncul sebagai calon ketua umum PSSI. Di negara yang masih patriarki dan jarang memberi ruang bagi perempuan dalam olahraga, keberanian Tisa menembus dunia sepak bola yang identik laki-laki menjadi sorotan. Meski akhirnya ia tidak menjadi ketua umum, pengaruh positifnya terhadap persepakbolaan nasional tetap terasa hingga kini.

Awal Karier dan Ketertarikan pada Sepak Bola

Ratu Tisa lahir di Jakarta pada 30 Desember 1985. Sejak SMP, ia sudah aktif dalam olahraga, awalnya menekuni softball. Namun cedera memaksanya mencari alternatif lain, hingga akhirnya Tisa mengalihkan perhatian pada sepak bola saat SMA. Bersama teman-temannya, ia membentuk tim bernama FC, bukan sebagai pemain, melainkan manajer. Bahkan Tisa membuat website untuk timnya, langkah yang jarang dilakukan remaja seusianya.

Kecintaannya pada sepak bola bukan sekadar hobi. Setiap akhir pekan, sang ayah rutin mengajaknya menonton pertandingan, menanamkan wawasan dan semangat olahraga. Saat kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), Tisa tetap aktif mengelola tim dan mengasah keterampilan manajerialnya.

Baca Juga: Daftar Lengkap Asisten Pelatih & Target Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Upaya Dongkrak Ranking FIFA ke Level Dunia

Pendidikan dan Pengalaman Internasional

Setelah lulus ITB pada 2008, Tisa bekerja di perusahaan minyak global Schlumberger, yang membawanya ke berbagai negara seperti Mesir, Amerika Serikat, Inggris, dan Tiongkok. Dari sini ia menguasai lima bahasa, sebuah modal penting untuk membangun karier internasionalnya di dunia sepak bola. Keahlian bahasa ini membukakan pintu seminar sepak bola di Jepang, Belgia, dan Denmark, serta mendorongnya mengikuti program bergengsi FIFA Master, studi manajemen olahraga yang menggabungkan tiga universitas di Eropa.

Meski gagal pada percobaan pertama, Tisa tidak menyerah. Ia memperkaya portofolio dengan menghadiri berbagai konferensi dan mendirikan Lab Bola, perusahaan statistik sepak bola yang mendukung tim-tim lokal seperti Persebaya, Persija, dan Bali United. Pada percobaan kedua, tahun 2014, Tisa diterima sebagai peserta FIFA Master, menjadi orang Indonesia pertama yang mengikuti program tersebut.

Karier di PSSI dan Pengaruhnya pada Sepak Bola Indonesia

Kembali ke Indonesia, pengalaman internasional Tisa langsung dimanfaatkan untuk mengembangkan persepakbolaan nasional. Pada 2016, ia ditunjuk sebagai Direktur Kompetisi Indonesia Soccer Championship dan terlibat dalam Piala Presiden 2017. Kariernya melonjak ketika menjadi Sekjen PSSI tahun 2017, menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan strategis ini. Ia bersaing dengan 30 kandidat lain, semua laki-laki, dan berhasil lolos fit and proper test.

Perjalanan Tisa tak selalu mulus. Ia menghadapi tekanan publik, termasuk diminta mundur oleh penonton saat final Piala Indonesia 2019. Ia juga menjadi saksi kasus dugaan pengaturan pertandingan di Liga 2. Meski demikian, Tisa tetap fokus pada pengembangan sepak bola. Pada Kongres Luar Biasa AFF 22 Juni 2019, ia terpilih sebagai Wakil Presiden AFF periode 2019-2023, menjadi perempuan pertama di posisi ini dan anggota komite kompetisi AFC, membuktikan pengaruhnya di tingkat Asia Tenggara.

Baca Juga: Manisa BBSK Siap Panaskan Liga Voli Turki 2025 dengan Persiapan Matang: Debut Megawati Hangestri Jadi Sorotan Utama dan Harapan Baru Bagi Voli Indonesia

Peran Strategis di Timnas Indonesia

Salah satu pencapaian terbesar Tisa adalah mendatangkan pelatih STY ke Timnas Indonesia pada 2018. Berbekal komunikasi intens dan strategi persuasi, ia berhasil meyakinkan STY untuk memimpin Timnas, yang kemudian menunjukkan peningkatan performa.

Meski sempat menanggalkan jabatan Sekjen dan menghadapi dinamika internal PSSI, Tisa kembali menempati posisi penting. Pada kongres luar biasa PSSI Februari 2023, ia terpilih sebagai Wakil Ketua PSSI. Walau terjadi perubahan posisi dengan Zainuddin Amali, keberadaan Tisa tetap menjadi simbol harapan bagi sepak bola Indonesia, khususnya perempuan yang ingin berperan di level tertinggi organisasi olahraga.

Baca Juga: Manisa BBSK Siap Panaskan Liga Voli Turki 2025: Debut Megawati Hangestri Jadi Sorotan Utama

Legasi dan Pengaruh Perempuan dalam Sepak Bola

Ratu Tisa Destria bukan sekadar administratur. Ia adalah simbol keberanian, inovasi, dan profesionalisme perempuan dalam olahraga yang masih didominasi laki-laki. Dari pengelolaan tim SMA hingga Wakil Presiden AFF, jejak Tisa membuktikan bahwa perempuan dapat memimpin, mengelola, dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan sepak bola Indonesia. Keberaniannya membuka jalan bagi generasi berikutnya untuk lebih berperan aktif di dunia olahraga, mengubah paradigma lama, dan memberi inspirasi bagi banyak perempuan di Tanah Air.

Editor : Izahra Nurrafidah
#Ratu Tisa Destria #FIFA Master #aff #PSSI #sepak bola indonesia