Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Profil Ratu Tisha, Eks Sekjen PSSI yang Kembali Dibicarakan Usai Tragedi Kanjuruhan, Disebut Lebih Pantas Gantikan Iwan Bule

Izahra Nurrafidah • Senin, 16 Maret 2026 | 16:55 WIB
Profil Ratu Tisha, Eks Sekjen PSSI yang Kembali Dibicarakan Usai Tragedi Kanjuruhan, Disebut Lebih Pantas Gantikan Iwan Bule
Profil Ratu Tisha, Eks Sekjen PSSI yang Kembali Dibicarakan Usai Tragedi Kanjuruhan, Disebut Lebih Pantas Gantikan Iwan Bule

 BLITAR – Nama Ratu Tisha kembali menjadi perbincangan publik setelah tragedi Kanjuruhan yang menewaskan lebih dari 130 orang. Warganet ramai-ramai menyebut mantan Sekretaris Jenderal PSSI itu sebagai sosok yang dinilai lebih layak memimpin federasi sepak bola Indonesia dibanding Ketua Umum PSSI saat itu, Mochamad Iriawan atau Iwan Bule.

Tagar dan komentar mengenai Ratu Tisha bahkan sempat membanjiri media sosial. Banyak penggemar sepak bola Tanah Air berharap perempuan yang pernah menjadi Sekjen PSSI tersebut kembali terlibat aktif dalam pengelolaan sepak bola nasional.

Nama Ratu Tisha bukan sosok baru di lingkungan federasi sepak bola Indonesia. Ia tercatat sebagai wanita pertama yang menjabat Sekretaris Jenderal PSSI. Namun pada April 2020, ia mengejutkan publik setelah memutuskan mengundurkan diri dari posisi strategis tersebut setelah sekitar tiga tahun menjabat.

Dalam pernyataannya kala itu, Tisha menyampaikan bahwa pengunduran dirinya dilakukan secara resmi melalui surat tertanggal 13 April 2020.

Baca Juga: Pelatih Eropa Kaget Lihat Postur Timnas Indonesia, Kembalinya Elkan Baggott Jadi Senjata Baru Garuda Jelang FIFA Series 2026

Latar Belakang Pendidikan dan Karier

Ratu Tisha Destria lahir di Jakarta pada 30 Desember 1985. Ia dikenal sebagai sosok dengan latar belakang akademik yang kuat. Tisha merupakan lulusan Jurusan Matematika Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menyelesaikan pendidikan sarjananya pada 2008.

Setelah lulus, karier profesionalnya dimulai di industri perminyakan. Dalam pekerjaannya, ia sempat bertugas di berbagai negara seperti Cina, Mesir, hingga Amerika Serikat.

Namun di balik latar belakang akademik dan karier di sektor energi, Tisha memiliki kecintaan besar terhadap sepak bola. Ketertarikannya pada olahraga tersebut sudah muncul sejak masa SMA.

Saat masih bersekolah, ia bahkan terlibat dalam pengelolaan kegiatan sepak bola di lingkungan sekolah. Baginya, sepak bola bukan sekadar hobi, melainkan passion yang kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

Kecintaan tersebut membawanya mengikuti program FIFA Masters, sebuah program pendidikan internasional bergengsi di bidang manajemen olahraga. Program tersebut ia jalani selama sekitar satu setengah tahun.

Selain itu, Tisha juga aktif mengikuti berbagai seminar dan forum sepak bola di sejumlah negara seperti Jepang, Belgia, dan Denmark.

Perjalanan Karier di Dunia Sepak Bola

Nama Ratu Tisha mulai dikenal luas pada 2016 ketika ia dipercaya menjadi Direktur Kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC). Kompetisi tersebut digelar saat sepak bola Indonesia tengah mengalami masa sulit akibat sanksi FIFA terhadap PSSI pada 2015.

Setahun kemudian, ia kembali mendapat kepercayaan sebagai Direktur Kompetisi dan Operasional PT Liga Indonesia Baru.

Kariernya terus menanjak hingga akhirnya pada 2017 ia terpilih menjadi Sekretaris Jenderal PSSI, menggantikan Ade Wellington yang mengundurkan diri.

Sebagai Sekjen, Tisha langsung menyusun berbagai program pembenahan sepak bola nasional. Salah satu fokusnya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya para wasit.

Ia menginisiasi program pelatihan dan workshop bagi wasit secara rutin. Selain itu, peningkatan kualitas pelatih juga menjadi perhatian utama.

Pada awal 2020, PSSI di bawah koordinasi Tisha menyelenggarakan kursus lisensi pelatih AFC Pro yang diikuti puluhan pelatih Indonesia. Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas kepelatihan di Tanah Air.

Baca Juga: Elkan Baggott Comeback ke Timnas Indonesia, Persaingan Bek Tengah Makin Sengit Jelang FIFA Series 2026

Sosok di Balik Perekrutan Shin Tae-yong

Salah satu langkah penting yang sering dikaitkan dengan Ratu Tisha adalah perekrutan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, sebagai pelatih tim nasional Indonesia.

Proses negosiasi saat itu tidak mudah karena Indonesia harus bersaing dengan klub dari Cina yang menawarkan kontrak besar kepada sang pelatih.

Namun melalui komunikasi intensif dan pendekatan yang dilakukan Tisha bersama jajaran PSSI, Shin Tae-yong akhirnya menerima tawaran untuk melatih Timnas Indonesia.

Kontribusi untuk Pengembangan Sepak Bola

Selama menjabat di PSSI, Ratu Tisha juga dikenal aktif mendorong pengembangan sepak bola usia muda. Salah satu program yang digagasnya adalah Elite Pro Academy, kompetisi khusus bagi pemain muda yang bertujuan menciptakan bibit-bibit pesepak bola masa depan.

Selain itu, ia juga turut mendorong digelarnya kompetisi sepak bola perempuan di Indonesia.

Prestasi lain yang cukup membanggakan terjadi pada 2019 ketika Tisha menjadi bagian dari delegasi PSSI yang mempresentasikan kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Presentasi tersebut berujung pada keputusan FIFA yang menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah.

Tak hanya di tingkat nasional, kariernya juga diakui di level internasional. Pada 2019, ia sempat menjabat sebagai Wakil Presiden Asian Football Confederation (AFC) serta menjadi anggota Komite Kompetisi AFC.

Baca Juga: Bonus Tak Boleh Dipotong Cabor

Kembali Dibicarakan Publik

Setelah mundur dari PSSI pada 2020, nama Ratu Tisha sempat jarang terdengar. Namun tragedi Kanjuruhan membuat publik kembali menyoroti figur yang dianggap memiliki rekam jejak kuat dalam manajemen sepak bola tersebut.

Sejumlah warganet bahkan menyebut Ratu Tisha sebagai sosok yang memiliki kapasitas dan pengalaman untuk membawa perubahan bagi sepak bola Indonesia.

Meski begitu, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Tisha terkait kemungkinan kembali terlibat dalam struktur kepengurusan PSSI.

Editor : Izahra Nurrafidah
#Ratu Tisha #shin tae-yong #Tragedi Kanjuruhan #PSSI #sepak bola indonesia