BLITAR - Gejolak di kursi kepelatihan Arema FC kembali memanas setelah munculnya ketertarikan serius dari klub asal Brazil terhadap sang arsitek, Marcos Santos. Kabar Arema terbaru mengungkapkan bahwa klub kasta bawah Liga Brazil, Guarani FC, kabarnya sangat berminat untuk memboyong Santos kembali ke negaranya. Bahkan, klub tersebut dilaporkan siap menebus klausul pemutusan kontrak sang pelatih demi mendapatkan jasanya di sisa musim ini.
Namun, manajemen Singo Edan bergerak cepat dengan memberikan respon tegas. Meski isu ini sudah menyebar luas di media sosial, Arema FC memutuskan untuk menolak pinangan tersebut dan tetap mempertahankan Marcos Santos. Sinyal kepercayaan ini diberikan manajemen karena menganggap kinerja Santos sejauh ini cukup stabil, meski tim baru saja menelan kekalahan menyakitkan 1-2 dari Bhayangkara FC. Keputusan ini sekaligus menegaskan bahwa Santos akan tetap memimpin Dedik Setiawan dan kolega hingga akhir musim 2025/2026.
Hingga saat ini, Marcos Santos telah memimpin Arema FC dalam 24 pertandingan dengan catatan delapan kemenangan, enam hasil imbang, dan sepuluh kekalahan. Bertahannya Santos di Malang menjadi pesan jelas bahwa manajemen ingin menjaga stabilitas tim yang kini berada di peringkat ke-11 klasemen sementara dengan koleksi 31 poin. Santos sendiri dikabarkan masih fokus penuh untuk menuntaskan tanggung jawabnya bersama Singo Edan di tengah jadwal padat bulan April mendatang.
Manajemen Pagari Marcos Santos dari Godaan Guarani FC
Minat Guarani FC terhadap Marcos Santos bukan tanpa alasan. Rekam jejak sang pelatih yang mampu membawa Arema FC bersaing di papan tengah Super League menjadi daya tarik tersendiri bagi klub-klub di Brazil. Kabar Arema menyebutkan bahwa tidak hanya satu klub, melainkan beberapa tim dari Seri B dan Seri C Brazil juga sempat memasukkan nama Santos ke dalam radar buruan mereka. Namun, hingga detik ini, Santos memilih mengabaikan tawaran tersebut demi loyalitasnya pada publik Malang.
Keputusan manajemen untuk tidak melepas Santos dipandang sebagai langkah berani di tengah tekanan suporter yang sempat memuncak. Kekalahan dari Bhayangkara FC yang diwarnai tiga kartu merah sempat membuat posisi Santos digoyang isu pemecatan. Namun, dengan menolak tawaran dari Brazil, manajemen seolah ingin memberikan perlindungan dan ketenangan bagi tim agar tetap fokus menghadapi laga-laga krusial di depan mata, terutama menjelang laga kontra Malut United.
Momentum Comeback Dedik "Drogba" Setiawan di Lini Depan
Di tengah isu kepelatihan, kabar Arema juga menyoroti krisis di lini depan menjelang laga penting melawan Malut United. Absennya dua juru gedor utama, Dalberto dan Vinicius akibat hukuman kartu, memaksa perhatian publik tertuju pada sosok striker lokal, Dedik Setiawan. Pemain yang akrab disapa "Dedik Drogba" oleh Aremania ini kini memikul beban berat sebagai tumpuan utama untuk mendulang gol bagi Singo Edan.
Dedik memiliki catatan panjang yang impresif bersama Arema FC dengan total 51 gol dari 205 penampilan sepanjang kariernya. Namun, musim 2025/2026 menjadi tantangan tersendiri baginya. Dari 10 laga yang dijalani, Dedik belum berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Minimnya menit bermain—rata-rata hanya 41 menit per laga—membuat ketajaman sang striker seolah tumpul. Laga melawan Malut United diprediksi akan menjadi panggung pembuktian bagi Dedik untuk menunjukkan bahwa insting golnya masih ada.
Misi Bangkit Singo Edan demi Perbaiki Posisi Klasemen
Kekuatan Arema FC akan benar-benar diuji dalam laga mendatang. Tanpa striker asing, Marco Santos harus memaksimalkan potensi pemain lokal untuk mendulang poin penuh. Statistik Dedik Setiawan yang pernah mencetak 10 gol dalam satu musim diharapkan bisa kembali muncul dalam pertandingan krusial ini. Jika Dedik mampu tampil sangar, hal ini tidak hanya akan membantu Arema memperbaiki posisi di klasemen, tetapi juga membuktikan bahwa kepercayaan manajemen terhadap Santos adalah keputusan yang tepat.
Dengan total 31 poin yang sudah dikumpulkan, Arema FC masih memiliki peluang besar untuk merangkak ke papan atas jika mampu tampil konsisten di sisa pertandingan bulan Maret dan April. Laga kontra Malut United bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan ajang pembuktian loyalitas Marcos Santos dan ketajaman Dedik Setiawan di hadapan Aremania. Semua mata kini menanti, apakah Singo Edan mampu mengaum kembali di tengah badai absennya pemain pilar. (*)
Sumber : YouTube KABAR AREMA