BLITAR - Laga panas yang mempertemukan pemuncak klasemen Persib Bandung melawan Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri, Minggu (15/3), berakhir dengan tensi tinggi. Kontroversi Wasit Persib vs Borneo FC menjadi buah bibir setelah kepemimpinan pengadil lapangan asal Malaysia, Razlan Jofri bin Ali, dianggap merugikan tim tamu. Meski sempat unggul lebih dulu, Maung Bandung harus puas berbagi angka 1-1 setelah dihukum penalti di menit-menit akhir pertandingan.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya terhadap rentetan keputusan sang pengadil. Menurutnya, Kontroversi Wasit Persib vs Borneo FC bermula dari penalti yang diberikan kepada tuan rumah pada menit ke-84. Hodak menilai ada pelanggaran terlebih dahulu terhadap bek Patricio Matricardi dalam duel udara sebelum wasit menunjuk titik putih akibat handsball William Baros.
Manajemen Maung Bandung dikabarkan tidak akan tinggal diam melihat Kontroversi Wasit Persib vs Borneo FC ini. Pihak official tengah mengumpulkan bukti rekaman video untuk meninjau kembali keabsahan keputusan Razlan Jofri. Jika terbukti ada kekeliruan fatal, Persib berencana melayangkan surat keberatan resmi kepada PSSI sebagai bentuk protes atas kepemimpinan wasit asing yang dinilai tidak objektif tersebut.
Drama VAR dan Protes Bojan Hodak
Pertandingan sebenarnya berjalan sangat menarik sejak peluit awal dibunyikan. Persib sukses mencuri keunggulan lebih dulu melalui gol Adam Alis di menit ke-14. Namun, dominasi Maung Bandung mulai terganggu oleh keputusan-keputusan wasit yang sering memancing reaksi keras dari area bench. "Jika kami terlihat komplain, artinya kami tidak senang. Kami akan melihat videonya dan mengirim surat keberatan jika ditemukan keputusan keliru," tegas Bojan Hodak dalam sesi jumpa pers.
Sorotan utama tertuju pada penggunaan Video Assistant Referee (VAR). Meski wasit sudah mengecek layar VAR sebelum memberikan penalti kepada Mariano Peralta, Hodak bersikeras bahwa ada proses kejadian sebelumnya yang luput dari perhatian. Pelatih asal Kroasia itu menyoroti pesan yang masuk ke ponselnya dari berbagai pihak yang menyebutkan adanya potensi pelanggaran pemain Borneo sebelum insiden handsball.
Lefundes dan Strategi Parkir Bus Persib
Di sisi lain, pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, memberikan pernyataan yang tak kalah mengejutkan. Meski timnya diuntungkan oleh keputusan wasit, ia justru memuji pertahanan rapat Persib yang ia sebut bermain dengan enam bek sekaligus di lini belakang. Lefundes mengakui kualitas individu pemain Persib seperti Teja Paku Alam dan Berginho sangat menyulitkan anak asuhnya untuk mencetak gol dari situasi open play.
Lefundes menilai satu poin di kandang sendiri lebih baik daripada kehilangan poin sama sekali. Ia juga mengapresiasi dukungan 12.000 suporter Pesut Etam yang memadati Stadion Segiri. Menurutnya, kegagalan menang kali ini lebih disebabkan oleh kurangnya penyelesaian akhir timnya yang tidak mampu menembus organisasi pertahanan solid yang dibangun Bojan Hodak.
Marc Klok Minta Evaluasi Total
Kapten Persib Bandung, Marc Klok, turut memberikan komentar terkait hasil imbang ini. Senada dengan sang pelatih, Klok merasa timnya kehilangan dua poin penting yang seharusnya bisa dibawa pulang ke Bandung. Namun, alih-alih terus meratapi kinerja wasit, pemain bernomor punggung 23 itu mengajak rekan-rekannya untuk segera berbenah.
"Kita tidak senang dengan hasil ini karena target kita adalah tiga poin. Kami harus segera melakukan evaluasi karena kompetisi masih panjang," ujar Klok. Hasil imbang ini memang tetap menjaga posisi Persib di puncak klasemen dengan 58 poin, namun jarak dengan Borneo FC tetap di angka empat poin, membuat persaingan menuju gelar juara Liga 1 2025-2026 dipastikan akan sengit hingga pekan terakhir.
Editor : Saifullah Muhammad Jafar