BLITAR - Badai masalah nampaknya belum mau beranjak dari markas Arema FC. Menjelang laga krusial menjamu Malut United yang dijadwalkan pada 3 April 2026 mendatang, kabar Arema membawa berita yang cukup memusingkan bagi tim pelatih dan para Aremania. Skuad Singo Edan dipastikan akan tampil pincang tanpa diperkuat lima pemain asing andalannya sekaligus. Kondisi ini menjadi ujian mahaberat bagi pelatih Marcos Santos, mengingat tim sedang dalam tren negatif setelah gagal meraih kemenangan dalam empat laga terakhir, termasuk tiga kekalahan beruntun yang menyakitkan.
Absennya para legiun asing ini menjadi situasi yang sangat pelik bagi Singo Edan yang kini tertahan di urutan ke-11 klasemen sementara Super League 2025-2026. Tiga pemain utama, yakni Dalberto Luan Bello, Pablo Oliveira, dan Mateus Blade, dipastikan absen karena hukuman kartu merah yang mereka terima saat laga tandang di Lampung melawan Bhayangkara FC. Sementara itu, Joel Vinicius dan Betinho terpaksa menepi akibat akumulasi kartu kuning setelah masing-masing mengoleksi empat dan tujuh kartu kuning sepanjang musim ini.
Marcos Santos tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit yang dianggap berdampak sistemik pada kesiapan timnya. Menurut pelatih asal Brasil tersebut, keputusan wasit tidak hanya merusak jalannya satu pertandingan, tetapi juga merusak rencana strategi untuk laga-laga berikutnya. Kini, ia dituntut untuk segera meramu taktik baru guna mengamankan poin penuh di Stadion Kanjuruhan, meskipun lawan yang dihadapi adalah Malut United yang saat ini tengah bercokol di papan atas klasemen.
Panggung Pembuktian Dedik Setiawan dan Talenta Lokal di Lini Depan
Krisis pemain asing ini secara otomatis memaksa Marcos Santos untuk memberikan kepercayaan penuh kepada barisan pemain lokal. Selama ini, dominasi tujuh legiun asing dalam regulasi liga membuat menit bermain talenta lokal Arema FC cukup terbatas, terutama di sektor penyerangan. Kabar Arema menyebutkan bahwa pertandingan kontra Malut United akan menjadi momentum besar bagi nama-nama seperti Dedik Setiawan untuk kembali menunjukkan ketajamannya sebagai juru gedor utama.
Selain Dedik, beberapa pemain muda potensial seperti Arkhan Fikri dan Dwi Mardianto diprediksi akan mendapatkan kesempatan tampil sejak menit awal. Di lini tengah dan belakang, nama-nama seperti Rio Fahmi, Hansamu Yama, Ihsan Lestaluhu, dan Jayus Hariono diharapkan mampu menjadi tembok kokoh untuk membendung serangan Malut United. Selama ini, hanya Salim Akbar Tuharea yang kerap diandalkan sebagai super sub di lini depan, namun kini beban kreatifitas serangan akan sepenuhnya berada di pundak para pemain lokal Malang.
Misi Bangkit di Kanjuruhan: Memanfaatkan Status Tuan Rumah
Bermain di kandang sendiri seharusnya menjadi keuntungan bagi Arema FC, namun menghadapi tim papan atas dengan skuad yang pincang bukanlah perkara mudah. Marcos Santos dituntut menyiapkan strategi jitu agar absennya lima pemain asing tidak menjadi celah yang bisa dimanfaatkan lawan. Fokus utama tim saat ini adalah memperbaiki koordinasi antar lini yang sempat kedodoran dalam beberapa pekan terakhir. Dukungan penuh Aremania di Stadion Kanjuruhan diharapkan mampu membakar semangat juang para pemain lokal yang haus akan pembuktian.
Masa persiapan menjelang 3 April akan dimaksimalkan untuk mengasah kerja sama tim dengan komposisi pemain yang baru. Jika mampu meraih hasil maksimal, kemenangan ini tidak hanya akan memberikan tambahan tiga poin penting, tetapi juga menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi skuad lokal Arema. Semua mata kini tertuju pada tangan dingin Marcos Santos, apakah ia mampu mengubah keterbatasan ini menjadi sebuah kejutan manis bagi publik sepak bola Malang. (*)