BLITAR - Laga Persib vs Borneo FC dalam lanjutan kompetisi Super League berakhir imbang 1-1. Meski skor akhir sama kuat, pertandingan ini menyajikan duel taktik menarik antara pelatih Persib Bandung, Boyan Hodak, dan juru racik strategi Borneo FC. Sistem pertahanan yang diterapkan Persib menjadi sorotan karena mampu meredam agresivitas serangan Pesut Etam di babak pertama.
Pada pertandingan tersebut, Persib vs Borneo FC menghadirkan dua pendekatan berbeda. Borneo FC bermain dengan pola dasar 4-3-3 yang fleksibel saat menyerang. Sementara Persib menggunakan formasi 4-2-3-1 yang kerap berubah menjadi blok pertahanan dengan enam pemain di lini belakang.
Gol Persib dicetak Adam Alis melalui situasi kemelut di kotak penalti Borneo FC. Sementara tim tamu menyamakan kedudukan lewat penalti yang dieksekusi Veralta setelah wasit menilai terjadi handball di area terlarang.
Hasil imbang ini membuat duel Persib vs Borneo FC menjadi salah satu pertandingan dengan pertarungan taktik paling menarik dalam pekan tersebut.
Baca Juga: Nahas Menimpa Warga Wlingi Blitar usai Tertimbun Longsor Tebing Bukit
Strategi Enam Pemain Bertahan Persib
Pelatih Persib, Boyan Hodak, menerapkan pendekatan defensif yang cukup unik. Saat bertahan, Persib membentuk struktur enam pemain di lini belakang.
Empat bek utama yakni Kakang Rudianto, Matricardi, Barba, dan Eliano mendapat tambahan bantuan dari dua pemain sayap yang rajin turun membantu bertahan, yaitu Ulian Baros dan Berginho.
Strategi ini dilakukan untuk mengatasi keunggulan jumlah pemain Borneo FC saat menyerang.
Dalam fase serangan, Borneo kerap membentuk struktur 3-2-5. Fullback mereka menjaga lebar lapangan, sementara Juan Via dan Veralta bergerak dinamis di half-space. Dengan lima pemain menyerang, Borneo berusaha menciptakan keunggulan jumlah di area pertahanan lawan.Namun taktik Boyan Hodak mampu menetralkan situasi tersebut.
Dengan enam pemain bertahan menghadapi lima pemain penyerang Borneo, Persib berhasil menjaga keseimbangan pertahanan. Akibatnya, Borneo FC kesulitan menciptakan peluang berbahaya sepanjang babak pertama.
Baca Juga: Antisipasi Keselamatan Mudik Lebaran, BNN Tes Urine Sejumlah Sopir Bus di Terminal Kesamben Blitar
Peran Penting Ulian Baros dan Adam Alis
Salah satu pemain yang mendapat sorotan adalah Ulian Baros. Pemain ini dinilai memiliki kontribusi besar dalam menjaga stabilitas tim.
Baros tidak hanya aktif membantu serangan, tetapi juga disiplin melakukan trackback. Bahkan pada satu momen krusial, ia berhasil menggagalkan peluang striker Borneo FC, Obiet Gita, yang berpotensi menjadi gol.
Selain Baros, Adam Alis juga tampil menonjol. Gelandang Persib tersebut dikenal memiliki mobilitas tinggi dan rajin bergerak menutup ruang di lini tengah.
Keputusan memainkan Adam Alis dianggap tepat karena mampu membantu duo gelandang Putros dan Luciano menjaga keseimbangan permainan.Perubahan Taktik Borneo FC di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, pelatih Borneo FC melakukan penyesuaian strategi yang cukup signifikan.
Pergantian pemain dilakukan dengan memasukkan Astina menggantikan Anes. Perubahan ini membuat struktur lini tengah Borneo menjadi lebih kuat.
Jika sebelumnya Persib mampu mengimbangi lini tengah lawan, situasi berubah setelah Borneo menempatkan tiga gelandang menghadapi dua gelandang Persib.
Kondisi 3 lawan 2 ini membuat Putros dan Luciano mulai kewalahan. Celah di lini tengah Persib mulai terbuka sehingga Borneo FC bisa meningkatkan tekanan.
Perubahan taktik tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Borneo mendapatkan hadiah penalti.
Kontroversi Penalti yang Menyamakan Kedudukan
Gol penyama kedudukan Borneo FC tercipta melalui penalti setelah bola mengenai tangan Ulian Baros di dalam kotak penalti.
Keputusan wasit sempat menjadi perdebatan. Namun dalam analisis tayangan ulang, tangan Baros terlihat terbuka sehingga dianggap memperbesar area tubuh.
Dalam aturan sepak bola modern, situasi seperti itu masuk kategori unnatural bigger, yaitu kondisi ketika posisi tangan pemain membuat tubuhnya lebih besar dari posisi alami.
Karena itu, keputusan penalti dinilai tepat sesuai dengan Laws of the Game.
Duel Taktik yang Berakhir Tanpa Pemenang
Secara keseluruhan, pertandingan Persib vs Borneo FC memperlihatkan duel strategi yang menarik.
Persib tampil solid di babak pertama dengan sistem pertahanan disiplin. Namun perubahan taktik Borneo FC di babak kedua membuat permainan menjadi lebih seimbang.
Meski hanya menghasilkan satu poin bagi kedua tim, pertandingan ini menunjukkan bagaimana strategi dan fleksibilitas taktik memainkan peran penting dalam sepak bola modern.
Editor : Izahra Nurrafidah